Keluarga bertahan dari banjir, Andri temukan jasad istri di dapur

Pengalaman Tragis Andri Sepdiyanto Saat Banjir Bandang Menerjang Rumahnya

Andri Sepdiyanto (35) menceritakan pengalamannya saat banjir bandang menghancurkan rumahnya di Bandar Lampung. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) ketika hujan deras mengguyur kota tersebut. Dalam wawancara dengan program Saksi Kata, Rabu (15/4/2026), Andri mengungkapkan bagaimana ia dan keluarganya berjuang untuk bertahan hidup dalam situasi yang sangat mengerikan.

Andri mengatakan bahwa saat kejadian, ia hanya bisa pasrah menghadapi air yang mengalir deras. “Kami tidak bisa melihat apa pun, hanya menyelam sambil menelan air. Saat itu, nyawa kami benar-benar kami serahkan kepada Allah SWT,” ujarnya dengan suara yang penuh kesedihan.

Ia menjelaskan bahwa meski hujan tidak terlalu deras, ketinggian air yang tiba-tiba meningkat membuat situasi menjadi sangat berbahaya. Air masuk ke dalam rumah dengan cepat, sehingga evakuasi menjadi sulit. Dalam kondisi panik, Andri memutuskan untuk menyelam mencari jalan keluar.

Namun, keputusannya tersebut justru mendapati jasad istrinya, Dewi Melani (31), di area dapur. “Saya meraba ke arah pintu dapur kamar mandi. Awalnya saya kira sampah, tapi saat ditarik ternyata rambut istri saya,” katanya dengan suara bergetar.

Rumah mereka terendam air hingga mencapai plafon, sekitar 4 meter dari permukaan tanah. “Saya sampai menyundul plafon dan kesulitan bernapas karena air sudah penuh,” ujarnya.

Pada saat kejadian, di dalam rumah terdapat tujuh orang. Sebagian berada di lantai atas, sementara Andri, istrinya, dan kakak iparnya berada di lantai bawah. Kakak iparnya selamat karena berpegangan pada tangga, sedangkan Andri dan istrinya terpental ke arah dapur.

“Saya dan istri terpental karena derasnya arus, bahkan sempat tertimpa material kayu di dalam rumah,” katanya. Rumah mereka berjarak sekitar 10 meter dari aliran Sungai Garuntang atau Kali Mangga, dengan tinggi tanggul sekitar 3 meter. Karena posisi rumah yang lebih rendah, mereka rentan terdampak saat tanggul jebol.

Sebelum kejadian, Andri dan keluarga sempat berusaha menyelamatkan barang dengan memindahkannya ke loteng. Namun, air tiba-tiba masuk dari pintu samping setelah tanggul jebol. “Kami terseret arus, sulit bernapas, dan berusaha mencari udara. Tapi istri saya tidak tertolong,” ujarnya.

Selain kehilangan orang tercinta, Andri juga menyebut seluruh peralatan rumah tangga dan barang berharga miliknya rusak akibat banjir.

Sosok Dewi yang Berkesan

Dewi dikenal sebagai sosok yang baik dan penyayang. Andri mengatakan bahwa ia selalu sederhana dan tidak pernah menuntut. Ia mengenang momen kebersamaan dengan keluarga sebagai hal paling berkesan. “Saya hanya ingin membahagiakan istri dan anak-anak, salah satunya dengan bekerja dan mengajak mereka jalan-jalan atau makan bersama,” katanya.

Sebelum kejadian, Andri mengaku sempat merasakan firasat tak biasa, seperti kondisi badan yang kurang enak dan hilangnya selera makan saat bekerja. Andri dan Dewi telah menikah selama sembilan tahun dan dikaruniai dua orang anak. “Alhamdulillah proses pemakaman berjalan lancar. Semoga istri saya diterima di sisi Allah SWT dan dihapuskan dosa-dosanya,” tutupnya.


Exit mobile version