Ingin Bangkitkan Kembali Kejayaan Tulangbawang, Pemkab Kembangkan Kawasan Ekonomi Biru di Rawajitu Timur

Pemkab Tulangbawang Kembangkan Rawajitu Timur sebagai Kawasan Ekonomi Biru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang berencana mengembangkan Kecamatan Rawajitu Timur menjadi kawasan ekonomi biru terintegrasi pada tahun 2026. Rencana ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan daerah yang pernah menjadi sentra produksi udang terbesar di Asia Tenggara.

Kawasan tersebut, yang dikenal dengan nama Dipasena, memiliki luas sekitar 6.800 hektare dan pernah menjadi salah satu pusat produksi udang terbesar di Indonesia pada pertengahan 1990-an. Saat itu, kawasan ini mampu menghasilkan 2.000 ton udang per bulan dan mengekspor hingga 20 ribu ton per tahun. Bahkan pada 1995-1996, ekspornya pernah mencapai rekor 25 ribu ton, menjadikannya sebagai eksportir udang terbesar di dunia.

Wakil Bupati Tulangbawang Hankam Hasan menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ekonomi biru di Rawajitu Timur adalah upaya untuk membangkitkan kembali kejayaan Tulangbawang. Ia menyebutkan bahwa alasan pemilihan lokasi ini karena sejarahnya yang kaya akan potensi laut dan pertanian.

  • Di kawasan ini, selain sektor perikanan, juga terdapat sentra pertanian khususnya padi. Hal ini memberikan peluang besar bagi pengembangan kawasan ekonomi biru yang terintegrasi.
  • Pemkab Tulangbawang membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
  • Pengembangan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dan produktivitas sektor pertanian, peternakan, serta perikanan.

Visi Masa Depan: Kawasan Ekonomi Biru sebagai Pusat Pertumbuhan

Bupati Tulangbawang Qudratul Ikhwan menyampaikan bahwa kawasan ekonomi biru ini diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menjaga ketahanan pangan daerah. Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk rencana pembangunan pelabuhan di kawasan tersebut.

  • Pembangunan pelabuhan dinilai penting untuk memperkuat sistem logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.
  • Pelabuhan ini tidak hanya bermanfaat bagi Tulangbawang, tetapi juga menjadi kebanggaan provinsi Lampung.
  • Dukungan dari Universitas Islam Indonesia (UII) telah melalui uji kelayakan untuk memastikan proyek ini dapat berjalan dengan baik.

Dukungan untuk Investor

Untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi biru, Pemkab Tulangbawang telah menyiapkan lahan bagi para investor. Tahap awal selama lima tahun pertama, lahan akan diberikan secara gratis. Setelah itu, regulasi akan disesuaikan sesuai dengan perkembangan.

  • Selain lahan, Pemkab juga akan membantu proses perizinan bagi investor.
  • Semua proses dilakukan dengan mempertimbangkan aturan yang berlaku.
  • Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan mempermudah proses perizinan selama tidak melanggar aturan.

Faktor Pendukung Pengembangan Kawasan

Wakil Bupati Hankam Hasan menambahkan bahwa pengembangan kawasan ekonomi biru dimulai dari Rawajitu Timur karena potensinya yang sangat besar. Faktor-faktor seperti kawasan tambak, sektor kelautan, dan infrastruktur yang sudah ada dinilai sangat memadai untuk pengembangan kawasan ini.

  • Penanganan infrastruktur konektivitas menjadi prioritas awal.
  • Revitalisasi kawasan tambak udang juga akan dilakukan.
  • Produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan akan ditingkatkan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *