Kades Tewas Diterkam Gajah di Persawahan

Kecelakaan Maut yang Menewaskan Kepala Desa Akibat Serangan Gajah Liar

Kasus kematian Kepala Desa Braja Asri, Lampung Timur, Darusman akibat serangan gajah liar menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Peristiwa tragis ini terjadi saat ia sedang berupaya menghalau kawanan gajah yang masuk ke lahan pertanian warga. Insiden ini memicu diskusi tentang konflik manusia dan satwa liar di wilayah perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika sekitar 17 ekor gajah liar memasuki area persawahan di Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. Darusman bersama ratusan warga lainnya berusaha menggiring gajah-gajah tersebut kembali ke hutan. Upaya penggiringan dilakukan dengan menggunakan kembang api atau petasan untuk membantu mengarahkan pergerakan kawanan gajah.

Namun, terjadi miskomunikasi antara tim penggiring dan tim blokade. Gajah yang awalnya berada di arah Timur tiba-tiba berbalik arah karena takut oleh suara dentuman dan petasan dari tim blokade bawah. Pada saat itu, Darusman berada di posisi atas dan terjatuh saat gajah menyerang. Dua ekor gajah menyerangnya secara langsung, menyebabkan luka serius pada kedua kaki, dada, dan pelipis.

Darusman kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Kejadian ini tercatat sekitar pukul 11.10 WIB.

Penyebab Konflik dengan Gajah Liar

Menurut Kepala Balai TNWK, M Zaidi, insiden ini terjadi karena adanya miskomunikasi selama proses penggiringan. Awalnya, tim TNWK menerima laporan bahwa ada seekor gajah liar terjebak di kebun karet masyarakat. Setelah beberapa jam, mereka bersama Danramil, Kapolsek, dan camat tiba di lokasi. Saat Kades Darusman tiba, disepakati untuk menggiring gajah kembali ke hutan.

Namun, saat proses penggiringan berlangsung, tim blokade bawah masih berjaga di jalur masuk hutan sambil membunyikan dentuman dan petasan. Hal ini membuat gajah ketakutan dan berbalik arah ke atas. Di saat kritis, tim di posisi atas kehabisan amunisi mercon. Gajah liar bereaksi marah dan menyerang tim blokade atas, termasuk Darusman.

Sosok Darusman yang Totalitas

Darusman dikenang sebagai sosok kepala desa yang sangat sigap dan totalitas dalam menjalankan tugasnya. Ia selalu hadir saat mendapat laporan dari warganya terkait kedatangan gajah liar. Menurut Kusnan, kakak kandung Darusman, semangat dan dedikasi Darusman dalam bertugas tidak pernah luntur.

Desa Braja Asri memang kerap didatangi kawanan gajah liar. Darusman selalu berada di lokasi saat warga berusaha menahan gajah agar tidak masuk lebih jauh ke pemukiman. Selama bertugas, ia selalu turun ke lapangan dan membantu setiap permasalahan yang dihadapi warga.

Kawanan Gajah Sering Masuk Pemukiman

Kusnan menyebut, kejadian kawanan gajah liar masuk area permukiman warga di tahun 2025 sudah berulang kali terjadi. Kawanan gajah ini diduga mencari sumber makanan dari hasil tanaman pertanian warga. Menjelang panen, para petani justru tidak bisa tidur dengan tenang karena sibuk berjaga di lahan pertanian mereka, mengawasi dan mengamankan sumber pendapatan mereka dari gajah liar.

Kusnan mengatakan, ia dan warga desa penyangga TNWK butuh sikap tegas dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan jajaran terkait soal konflik ini. Pasalnya, bukan hanya wilayah Braja Asri saja yang menjadi tempat masuknya kawanan gajah liar, melainkan mencakup daerah lain seperti Braja Selebah, Purbolinggo, dan Labuhan Ratu.

Desa Braja Asri Berbatasan dengan TNWK

Desa Braja Asri adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Desa ini termasuk bagian dari desa-desa transmigrasi yang berkembang di wilayah tersebut sejak lama. Desa ini memiliki jumlah penduduk ribuan jiwa dan berkaitan erat dengan kehidupan agraris masyarakat setempat.

Desa ini berada di sekitar kawasan yang berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sehingga wilayahnya sering menjadi zona pertemuan antara kehidupan manusia dan satwa liar, khususnya konflik dengan gajah yang keluar dari habitat untuk mencari makan. Lahan pertanian seperti kebun karet, sawah, dan lahan perkebunan merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi warga desa.

Tentang Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah kawasan konservasi alam yang sangat penting di Indonesia, khususnya untuk perlindungan satwa liar langka. TNWK berlokasi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Luas lahannya sekitar 125.000 hektare. Lahan didominasi hutan dataran rendah, rawa, padang rumput, dan sungai.

TNWK ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1989. Awalnya kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa. Way Kambas terkenal sebagai habitat satwa langka, antara lain:

  • Gajah Sumatra
  • Badak Sumatra
  • Harimau Sumatra
  • Tapir
  • Beruang madu
  • Ratusan jenis burung dan reptil


Exit mobile version