Bisnis  

Strategi Bisnis Triniti 2026: Fokus pada Logistic Park dan Data Center

Strategi Perluasan Bisnis TRIN untuk Tahun 2026



PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah merancang strategi ekspansi bisnis yang ambisius untuk tahun 2026. Sejak didirikan pada tahun 2009, perusahaan ini mulai mengembangkan proyek properti pertamanya, yaitu Ubud Village. Setelah 16 tahun beroperasi, TRIN telah meluncurkan berbagai proyek properti yang menarik perhatian pasar, seperti Brooklyn, Springwood Residences, Yukata Suites, The Smith, Collins Boulevard, Marc’s Boulevard, serta proyek-proyek lainnya seperti Sequoia Hills Sentul, Holdwell Business Park, dan Tanamori Labuan Bajo.

Transformasi Bisnis dan Diversifikasi Sektor

Dalam rangka memperkuat kinerja jangka panjang, TRIN akan melakukan transformasi bisnis dengan fokus pada strategi diversifikasi ke sektor-sektor properti dan infrastruktur bernilai tambah tinggi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika industri properti dan perubahan kebutuhan pasar. Co-Founder & Group CEO TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan bahwa ketiga sektor utama yang akan dikembangkan adalah logistic park, data center, dan ultra luxury hospitality.

“Ketiga sektor ini dipilih karena potensi pertumbuhan jangka panjang, tingkat permintaan yang meningkat, serta karakteristik yang sejalan dengan visi perseroan,” ujar Ishak saat dikonfirmasi.

Pengembangan fasilitas data center dan ultra luxury hospitality akan difokuskan di kawasan pusat aktivitas bisnis. TRIN meyakini bahwa percepatan transformasi digital, pertumbuhan ekonomi perkotaan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas hidup akan mendorong permintaan signifikan terhadap infrastruktur logistik, digital, dan fasilitas ultra luxury hospitality berbasis Green Development.

Optimisme dan Kesiapan Implementasi

Ishak menyampaikan bahwa langkah diversifikasi ini akan menjadi motor pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi TRIN. Strategi ini dirancang secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta keselarasan dengan kekuatan inti TRIN di sektor properti.

Meski belum dapat memberikan detail alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) dan lokasi rencana pembangunan ketiga sektor bisnis baru tersebut, TRIN sedang mempersiapkan seluruh aspek teknis, komersial, dan operasional. Perseroan menargetkan tahap awal dari rencana strategis pengembangan bisnis baru ini akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2026.

Penguatan Struktur Perusahaan

Selain ekspansi bisnis, TRIN juga telah mengumumkan pengangkatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama Perseroan setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025. Masuknya Rahayu, yang merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo, sebagai strategic partner dan Komisaris Utama dinilai membawa perspektif strategis baru yang memperkaya arah pengembangan bisnis TRIN ke depan.

Melalui perjanjian kerja sama, Rahayu dan TRIN sepakat melakukan pengalihan saham dengan Pemegang Saham Utama Perseroan, yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III). Jumlah saham yang dialihkan mencapai 5% pada tahap awal, dengan opsi selanjutnya hingga 20%. Harga transaksi menggunakan rata-rata harga saham periode 1 Oktober – 24 Oktober 2025, yang masih dalam proses finalisasi.

Ishak memastikan bahwa pengendali TRIN tetap berada pada pemegang saham utama, yaitu KDI dan III. Transaksi pengalihan saham kepada Rahayu tidak mengubah struktur pengendalian tersebut. Selain itu, masuknya Rahayu tidak menjadikan TRIN berada dalam satu grup perusahaan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), tetapi akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan dibawah Rahayu dan keluarga Djojohadikusumo.

Kinerja Keuangan dan Kenaikan Harga Saham

Berdasarkan laporan keuangannya, TRIN mencatat pendapatan sebesar Rp 181,60 miliar pada Januari – September 2025, mengalami penurunan 6,52% secara year on year (yoy). Namun, laba bersih TRIN mencapai Rp 28,55 miliar per kuartal III – 2025, dibandingkan rugi bersih Rp 45,21 miliar pada kuartal III – 2024.

Dalam hal kinerja saham, saham TRIN telah naik 934,19% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.210 per saham pada 2 Januari 2026. Dalam enam bulan terakhir, saham TRIN telah naik sebesar 1.122%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *