India Menjadi Ekonomi Terbesar Keempat di Dunia
LONDON – India resmi melampaui Jepang dan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia berdasarkan nominal produk domestik bruto (PDB). Capaian ini diumumkan dalam tinjauan ekonomi akhir tahun pemerintah India yang dirilis oleh Biro Informasi Pers federal.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa India kini hanya tertinggal dari Amerika Serikat, China, dan Jerman dalam daftar ekonomi terbesar di dunia. Pemerintah India menyatakan bahwa negara tersebut berada di jalur untuk merebut posisi ketiga dunia dari Jerman dalam beberapa tahun ke depan jika tren pertumbuhan saat ini tetap berlanjut.
Peringkat tersebut akan dikonfirmasi pada 2026 setelah data PDB tahunan final dirilis. Dalam laporan pemerintah, disebutkan bahwa dengan PDB senilai 4,18 triliun dollar AS, India telah melampaui Jepang untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia dan siap untuk menggantikan Jerman dari peringkat ketiga dalam 2,5 hingga 3 tahun ke depan dengan proyeksi PDB sebesar 7,3 triliun dollar AS pada tahun 2030.
Pertumbuhan Ekonomi yang Konsisten
Pemerintah mencatat bahwa PDB riil India tumbuh 8,2 persen pada kuartal II tahun fiskal 2025–2026. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan 7,8 persen pada kuartal I dan 7,4 persen pada kuartal IV tahun fiskal 2024–2025.
Menurut laporan tersebut, peningkatan kinerja ekonomi didorong oleh permintaan domestik yang tangguh di tengah ketidakpastian perdagangan dan kebijakan global. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor India juga menunjukkan perbaikan. Ekspor barang tercatat meningkat menjadi 38,13 miliar dollar AS pada November 2025 dari 36,43 miliar dollar AS pada Januari 2025.
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan ekspor barang teknik, elektronik, farmasi, serta produk minyak bumi. Pertumbuhan ekonomi India pada kuartal II tahun fiskal 2025–2026 menjadi yang terkuat dalam enam kuartal terakhir. Pemerintah India menilai faktor domestik memainkan peran utama.
“Faktor-faktor domestik, yang dipimpin oleh konsumsi swasta yang kuat, memainkan peran sentral dalam mendukung ekspansi ini,” demikian pernyataan pemerintah India dalam laporan tersebut.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi yang Optimis
Sejumlah lembaga internasional juga memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi India. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi India mencapai 6,5 persen pada 2026. Sementara itu, Moody’s memperkirakan India akan tetap menjadi ekonomi G20 dengan pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6,4 persen pada 2026 dan 6,5 persen pada 2027.
Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India menjadi 6,6 persen untuk 2025 dan 6,2 persen untuk 2026. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi India 6,7 persen pada 2025 dan 6,2 persen pada 2026. Adapun Standard & Poor’s (S&P) mengantisipasi pertumbuhan ekonomi India 6,5 persen pada tahun fiskal berjalan dan 6,7 persen pada tahun berikutnya.
Bank Pembangunan Asia (ADB) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi India pada 2025 menjadi 7,2 persen. Fitch juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India untuk tahun fiskal 2026 menjadi 7,4 persen, dengan alasan permintaan konsumen yang lebih kuat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
“India termasuk di antara ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di dunia dan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum ini. Dengan ambisi untuk mencapai status negara berpenghasilan menengah ke atas pada tahun 2047, peringatan 100 tahun kemerdekaannya, negara ini membangun fondasi yang kuat berupa pertumbuhan ekonomi, reformasi struktural, dan kemajuan sosial,” tulis laporan tersebut.
IMF sebelumnya telah mengindikasikan bahwa India kemungkinan akan melampaui Jepang pada tahun depan. Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) juga telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2025–2026 menjadi 7,3 persen.
Awal tahun ini, BVR Subrahmanyam, Kepala lembaga think tank kebijakan publik pemerintah India, Niti Aayog, menyampaikan klaim serupa dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. “Kita adalah ekonomi terbesar keempat saat ini. Kita adalah ekonomi senilai 4 triliun dollar AS saat ini, dan ini bukan data saya. Ini adalah data IMF. India saat ini lebih besar dari Jepang,” ujar Subrahmanyam.
Ia juga menyebut India berada di jalur untuk menggantikan Jerman sebagai ekonomi terbesar ketiga dunia, di bawah Amerika Serikat dan China, dalam waktu sekitar tiga tahun.
Namun, sejumlah analis saat itu mengingatkan agar capaian tersebut disikapi dengan kehati-hatian. Mereka menilai pencapaian peringkat ekonomi global tidak seharusnya mengalihkan perhatian dari persoalan sosial ekonomi yang masih mengakar serta kesenjangan yang besar di India.












