Kronologi bos Garuda TV tewas dalam kecelakaan di Bangka Barat, mobil rusak parah ditabrak truk sawit



Kabar duka datang dari Muliandy Nasution, Commercial Director Garuda TV yang berusia 42 tahun. Ia meninggal dunia dalam kecelakaan di Bangka Barat pada hari Sabtu (10/1/2026). Kecelakaan maut yang melibatkan mobil dan truk terjadi di Jalan Pangkalpinang–Mentok, Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Akibat peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dan beberapa korban lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, korban tewas mengalami cedera kepala berat, luka robek di bagian dahi, wajah, dan kepala samping kanan. Berikut adalah kronologi kecelakaan yang menewaskan bos Garuda TV tersebut.

Kronologi Bos Garuda TV Tewas Kecelakaan di Bangka Barat

Muliandy Nasution, Commercial Director Garuda TV sekaligus anggota Badan Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) tewas dalam kecelakaan di Jalan Pangkalpinang–Mentok, Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (10/1/2026).

Kabar duka ini awalnya disampaikan oleh Fadhila, Head of HR Garuda TV melalui grup WhatsApp internal karyawan. Selanjutnya, ucapan belasungkawa juga disampaikan melalui akun Instagram resmi BPP HIPMI.

Menurut Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, kecelakaan bermula ketika mobil Nissan Serena yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Mentok mencoba mendahului kendaraan di depannya. Sayangnya, dari arah berlawanan melaju mobil truk bermuatan buah kelapa sawit sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Korban yakni bos Garuda TV meninggal di tempat. Ia diketahui duduk di belakang sopir. “Korban meninggal dunia, posisinya duduk di belakang sopir, meninggal langsung di TKP kita bawa ke Rumah Sakit DKT Pangkalpinang kemudian persiapakan diberangkatkan menggunakan pesawat ke Jakarta,” ujarnya.



Sementara itu, korban lainnya yang mengalami luka parah adalah pengemudi Mobil Nissan Serena warna Abu-Abu Nopol B-2477-WBD, Anisul Hakimi (27) warga Kelurahan Selindung, Kota Pangkalpinang. Ia mengalami cedera kepala berat, robek kepala belakang, patah kaki kanan dan patah kaki kiri. Luka parah pada driver Serena disebabkan karena terjepit, sedangkan korban lain yang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit, termasuk sopir truk.

Kapolres menjelaskan bahwa personel dari Sat Lantas Polres Babar telah melakukan upaya evakuasi terhadap para korban, terutama korban luka, sebagai prioritas utama. Setelah proses evakuasi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara penanganan kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

“Kemarin upaya evakuasi para korban, terutama yang luka-luka, prioritaskan lalu olah TKP. Ini masih proses lidik, sidiknya, berkaitan TKP laka lantasnya,” ujarnya.

Sosok Muliandy Nasution

Muliandy Nasution berusia 42 tahun. Ia lahir di Medan pada 26 April 1983. Menurut informasi dari Bangkapos.com, Muliandy tinggal di Villa Nusa Indah 5 RT, 005 RW. 013 Desa Ciangsana, Kelurahan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Almarhum merupakan suami dari desainer ternama Ayu Dyah Andari.

Sebelum meninggal, Muliandy baru saja merayakan ulang tahun perkawinan ke-17. Dalam unggahan di media sosial, sang istri membagikan momen perayaan sederhana namun penuh makna, yang kini menjadi kenangan terakhir kebersamaan mereka.

Pada Minggu (11/1/2026), unggahan Instagram Ayu Dyah Andari dibanjiri ucapan duka cita dari sejumlah rekan artis. Dari pantauan Tribun Trends di laman unggahan terakhirnya, terlihat artis Ryana Dea, Poppy Putri, Enno Lerian, Richa Iskak, Ririn Ekawati, Chiki Fawzi, Adelia Pasha hingga publik figure lainnya ramai mengucapkan bela sungkawa kepada Ayu Dyah Andari.

Exit mobile version