Perdebatan Pajak Kekayaan di California: Antara Keadilan dan Inovasi
California, yang menjadi pusat inovasi teknologi dunia, kini tengah menghadapi perdebatan mendalam terkait penerapan pajak kekayaan bagi miliarder. Rencana ini tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga menjadi topik diskusi global mengenai bagaimana sistem pajak harus beradaptasi dengan dinamika ekonomi modern.
Pajak kekayaan yang diusulkan akan dikenakan kepada penduduk California dengan kekayaan bersih di atas USD 1 miliar (sekitar Rp 16,86 triliun). Pajak sebesar 5 persen dari total aset tersebut dapat dibayar dalam bentuk cicilan hingga lima tahun. Inisiatif ini diusung oleh Serikat pekerja Service Employees International Union–United Healthcare Workers West (SEIU–UHW West), yang memperkirakan bahwa kebijakan ini bisa menghasilkan hingga USD 100 miliar untuk menutup pemangkasan anggaran kesehatan federal.
Namun, respons dari kalangan teknologi sangat bervariasi. Beberapa tokoh seperti CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa mereka “tidak masalah” dengan pajak tersebut. Di sisi lain, Reid Hoffman, salah satu pendiri LinkedIn dan donor utama Partai Demokrat, mengkritik kebijakan ini sebagai sesuatu yang “mengerikan bagi inovasi.” Bahkan, beberapa investor teknologi seperti Peter Thiel serta pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi keterikatan mereka dengan California jika kebijakan ini disahkan.
Strategi Penghindaran Pajak yang Kompleks
Perdebatan ini semakin memperlihatkan bagaimana para miliarder menggunakan celah sistem keuangan global untuk mempertahankan kekayaan mereka. David Friedberg, seorang investor teknologi, menyebut inisiatif ini lebih mirip dengan penyitaan aset. Ia menegaskan bahwa masalah utamanya adalah mekanisme penghindaran pajak yang sah secara hukum.
Friedberg menjelaskan praktik umum di kalangan ultra-kaya: mereka membayar pajak penghasilan, tetapi hidup dari pinjaman yang dijamin dengan aset mereka. Dengan demikian, mereka tidak pernah menjual aset yang mereka miliki, sehingga tidak perlu membayar pajak. Ini dikenal sebagai strategi “buy, borrow, die,” yaitu membeli aset, hidup dari pinjaman, dan menunda kewajiban pajak hingga meninggal dunia.
Menurut Friedberg, solusi sederhana untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberlakukan pajak capital gain ketika mereka meminjam terhadap aset yang belum pernah dikenai pajak capital gain. Ini bisa menjadi langkah efektif untuk menutup celah pajak yang ada.
Perdebatan di Kalangan Miliarder dan Politik
The Wall Street Journal melaporkan bahwa perdebatan sengit terjadi di antara miliarder California melalui grup pesan Signal. Berbagai opsi alternatif pun muncul, mulai dari skema peminjaman saham tidak likuid kepada pemerintah hingga pemajakan saham perusahaan yang sudah terdaftar di bursa.
Para penentang kebijakan ini khawatir tentang dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekosistem startup. Sementara itu, pendukung menilai bahwa lonjakan industri kecerdasan buatan membuat para miliarder tetap aman secara finansial.
Di internal Partai Demokrat, terjadi perpecahan. Gubernur California Gavin Newsom menentang pajak ini dan bekerja di balik layar untuk menentang proposal tersebut. Namun, anggota DPR AS Ro Khanna mendukung kebijakan ini, meski mengakui bahwa bahasa kebijakan perlu diperbaiki dan tidak ingin saham tidak likuid atau saham dengan hak suara dominan dikenai pajak.
Dampak pada Industri Teknologi
Dari perspektif industri, pendiri Anduril Palmer Luckey memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa memaksa pendiri startup menjual porsi besar perusahaan mereka. Kekhawatiran serupa disampaikan oleh CEO Y Combinator Garry Tan, yang menyoroti masalah valuasi saham dengan hak suara dominan.
Tan menulis di X bahwa pajak kekayaan ini dirancang secara buruk dan berisiko mendorong inovasi teknologi keluar dari California. Ia menjelaskan bahwa jika seorang pendiri hanya memiliki 3 persen kepentingan ekonomi tetapi 30 persen kendali suara, pajak akan menganggap kepemilikannya 30 persen, bukan 3 persen.
Tantangan Global yang Menghubungkan Semua Pihak
Dengan taruhan yang bersifat struktural dan global, perdebatan pajak kekayaan California kini menjadi cermin dilema dunia: bagaimana menutup celah pajak yang dimanfaatkan kalangan ultra-kaya tanpa menggerus fondasi inovasi yang menopang ekonomi masa depan.












