Roy Keane Kritik Intervensi Sir Alex di Man United: Bau Tak Sedap

Keterlibatan Sir Alex Ferguson dalam Urusan Manchester United

Roy Keane, mantan kapten dan legenda Manchester United, mengungkapkan pendapatnya yang tajam terkait peran Sir Alex Ferguson di klub. Menurutnya, eks pelatih MU tersebut masih terlalu campur tangan dalam pengambilan keputusan di Old Trafford, terutama setelah Ruben Amorim dipecat dari jabatan pelatih kepala pada Januari 2025 silam. Pernyataan ini membuat suasana studio Sky Sports menjadi canggung saat ia menyampaikannya.

Keane, yang pernah bekerja di bawah arahan Ferguson selama masa kejayaan MU, menilai bahwa keterlibatan Ferguson justru menjadi hambatan dalam proses pengambilan keputusan di klub. Ia menyebut Ferguson sebagai “bau tak sedap” yang masih berkeliaran di lingkungan MU. Hal ini disampaikan usai laga imbang antara Arsenal dan Liverpool di Liga Inggris pada Kamis (8/1/2026).

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Ferguson, yang kini berusia 84 tahun, telah bertemu dengan Chief Executive Manchester United Omar Berrada serta Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Pertemuan ini dilakukan setelah pemecatan Amorim, yang menunjukkan bahwa Ferguson masih memiliki pengaruh besar di klub.

Pengaruh Ferguson yang Masih Terasa

Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai pelatih sejak Mei 2013, Ferguson tetap memiliki peran di MU sebagai anggota dewan non-eksekutif. Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai duta klub dengan kontrak bernilai besar hingga akhir 2024.

Keane menyoroti bahwa keberlanjutan pengaruh Ferguson justru menjadi masalah dalam proses pengambilan keputusan di klub. Ia mempertanyakan siapa yang sebenarnya memegang kendali di MU, apakah Jim Ratcliffe atau pihak lain yang terlibat dalam proses wawancara pencarian pelatih baru.

Pilihan Roy Keane untuk Pelatih Baru

Di tengah situasi ini, Keane memberikan saran tentang sosok yang layak menjadi pelatih permanen Manchester United. Ia menyebut nama Eddie Howe, pelatih Newcastle United, sebagai pilihan terbaik.

“Saya akan memilih Eddie Howe, saya menyukainya,” ujar Keane. Ia menjelaskan bahwa Howe telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin banyak pertandingan dan mampu menghasilkan sepak bola yang bagus ketika timnya tampil maksimal.

Keane juga menilai bahwa Howe memiliki ketenangan yang dibutuhkan oleh MU saat ini. Meskipun memiliki para pengkritik, ia percaya bahwa gaya pelatihan Howe cocok untuk klub yang sedang mencari arah.

Proses Pencarian Pelatih Interim dan Permanen

Manchester United saat ini sedang mencari pelatih interim untuk menggantikan Darren Fletcher, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah Amorim dipecat. Fletcher melatih MU dalam laga melawan Burnley yang berakhir dengan skor imbang 2-2.

Setelah musim ini berakhir, manajemen MU akan menentukan sosok pelatih kepala untuk proyek jangka panjang. Beberapa nama seperti Ole Gunnar Solskjaer, Xavi Hernandez, dan Luis Enrique dikabarkan masuk dalam daftar calon. Namun, Keane yakin bahwa Eddie Howe adalah pilihan terbaik untuk mengembalikan kejayaan MU.

Tantangan di Masa Depan

Dengan kondisi MU yang masih labil, peran Ferguson dan pengaruhnya di klub menjadi topik yang terus dibicarakan. Keane menilai bahwa keterlibatan mantan pelatih tersebut justru menghambat proses pengambilan keputusan.

Pemecatan Amorim dan pencarian pelatih baru menjadi momen penting bagi MU. Dengan semua tekanan yang ada, klub membutuhkan sosok yang mampu membawa mereka kembali ke jalur kesuksesan. Apakah Eddie Howe akan dipilih ataukah ada sosok lain yang lebih cocok, tetap menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh manajemen MU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *