Kekurangan Dokter di Indonesia dan Peluang untuk Siswa SMA
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter. Hal ini bisa menjadi peluang bagi siswa SMA sederajat yang ingin memilih jurusan kedokteran pada tahun 2026. Namun, meskipun ada kebutuhan akan tenaga medis, masuk ke jurusan kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tergolong sangat sulit. Untuk meningkatkan peluang, terdapat beberapa jalur khusus yang bisa dimanfaatkan oleh para calon mahasiswa.
Salah satu jalur yang bisa digunakan adalah melalui seleksi mandiri yang diperuntukkan bagi mantan ketua dan pengurus OSIS. Ada sejumlah PTN yang membuka jalur non-tes untuk siswa dengan latar belakang kepemimpinan. Jalur ini biasanya dibuka melalui seleksi berbasis prestasi atau kepemimpinan, dengan kuota yang cukup besar dan persaingan yang lebih rendah dibandingkan jalur nasional atau tes umum.
Daftar 10 PTN yang Membuka Jalur Kedokteran untuk Mantan Ketua OSIS
Berikut adalah daftar 10 PTN yang membuka kesempatan bagi mantan ketua OSIS untuk masuk ke jurusan kedokteran:
-
IPB University
IPB University membuka peluang bagi ketua OSIS untuk mendaftar berbagai program studi, termasuk kedokteran. Syarat utama adalah pernah menjabat selama satu periode dan memiliki Surat Keterangan (SK) resmi dari sekolah. -
Universitas Airlangga
Di universitas ini, para mantan ketua OSIS dapat mendaftar Jurusan Kedokteran melalui Airlangga Education Expo (AEE). Pendaftar harus memiliki kartu peserta SNBP dan mengikuti program AEE. -
Universitas Sebelas Maret
Kesempatan ini terbuka untuk lulusan maksimal dua tahun terakhir dengan rekam jejak kepemimpinan. Pendaftaran dilakukan melalui jalur Afirmasi Bibit Unggul, dengan syarat khusus seperti tidak buta warna. -
Universitas Negeri Surabaya
Jalur pendaftaran untuk ketua, sekretaris, dan bendahara OSIS tersedia. Calon pendaftar harus memiliki SK atau sertifikat sebagai pengurus inti OSIS. -
Universitas Hasanuddin
Universitas ini membuka pendaftaran melalui jalur Pembinaan Bakat Kepemimpinan Ketua OSIS. Persyaratan meliputi nilai rapor rata-rata minimal 85, SK Ketua OSIS, serta rekam prestasi. -
Universitas Diponegoro
Jurusan Kedokteran bisa ditempuh melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Syaratnya adalah memiliki nilai rapor minimal 70 per semester dan lulusan tiga tahun terakhir. -
Universitas Negeri Jakarta
Pendaftaran dilakukan melalui jalur Penmaba Prestasi-Non Lomba. Syaratnya adalah Ketua OSIS/MPK minimal satu periode dan siap berkontribusi di bidang kepemimpinan dan organisasi kampus. -
UPN Veteran Jawa Timur
Kampus ini memiliki jalur prestasi non-tes untuk Ketua dan Wakil OSIS. Tahun lalu, jurusan kedokteran dibuka lewat jalur ini dengan kuota 15 mahasiswa. -
UPN Veteran Jakarta
Melalui SEMA UPNVJ Tahun 2025, terdapat 61 kuota Jurusan Kedokteran untuk mahasiswa baru. -
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
ITS menerima mahasiswa baru melalui Seleksi Mandiri ITS (SMITS), termasuk jurusan kedokteran. Jalur ini menggunakan tes untuk menjaring mahasiswa berkualitas.
Pentingnya Kepemimpinan dalam Jalur Masuk Kedokteran
Gunadi Sadikin menegaskan bahwa sesuai indikator WHO dan Bank Dunia, idealnya Indonesia membutuhkan sekitar 280 ribu dokter. Saat ini, rasio dokter per 1.000 penduduk hanya 0,5. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta, ini menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan.
Selain itu, World Economic Forum (WEF) menyebut bahwa pekerjaan sebagai dokter tidak akan tergantikan oleh imitasi atau kecerdasan buatan. Oleh karena itu, peluang masuk ke jurusan kedokteran melalui jalur kepemimpinan menjadi penting bagi siswa yang aktif di OSIS.
Dengan adanya jalur-jalur ini, para siswa yang pernah menjadi ketua OSIS dapat mempertimbangkan kesempatan untuk masuk ke jurusan kedokteran di berbagai PTN. Pastikan semua persyaratan telah dipenuhi agar peluang diterima semakin besar.












