
Sebuah penelitian mengenai nama mainan yang dikenal dengan istilah “skuisi” menunjukkan bahwa meskipun sistem pengucapan fonetiknya belum sepenuhnya baku dalam ejaan bahasa Indonesia, penulis lebih memilih menggunakan istilah ini daripada mengikuti terjemahan langsung seperti “mainan empuk”, “mainan kenyal”, atau “mainan pereda stres”. Alasan utamanya adalah sifat praktis dari penyebutan “skuisi”. Nama tersebut lebih pendek dan mudah diucapkan, sehingga memudahkan komunikasi secara lisan, terutama antar anak-anak.
Mengapa “skuisi”? Meskipun kata ini belum tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi VI Dalam Jaringan, ia dapat dipandang sebagai versi pengucapan dari kata “squishy” dalam bahasa Inggris, yang memiliki transkripsi fonetis /ˈskwɪʃi/. Jika transkripsi ini dituliskan kembali ke huruf Latin, maka akan menjadi “skuisi”.
Skuisi merupakan jenis mainan yang memiliki sifat khusus. Setelah diremas dengan tangan, bentuknya berubah, namun akan kembali ke bentuk semula secara perlahan. Mainan ini juga dikenal dengan sebutan “slow rising toy”.
Sejarah Skuisi
Bahan dasar skuisi adalah poliuretan, yang ditemukan oleh ilmuwan Jerman Otto Bayer pada tahun 1937. Poliuretan merupakan bahan polimer yang fleksibel seperti karet tetapi memiliki kekerasan dan daya tahan plastik.
Pada dekade 1940-an dan 1950-an, meski belum ada skuisi seperti yang kita kenal sekarang, ada mainan dengan karakteristik mirip, seperti Silly Putty. Mainan ini terbuat dari campuran polimer silikon, asam borat, dan pigmen warna.
Selain itu, ada Squeaky Toys, mainan karet berdecit yang populer pada masa itu. Pada dekade 1960-an hingga 1980-an, muncul mainan dari karet padat atau vinil lembut berongga.
Pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, muncul Splish Splosh, mainan berisi gel atau air yang sangat kenyal.
Inovasi Jepang
Pada awal 2010-an, inovasi dari Jepang membawa skuisi ke tingkat baru. Mereka menggabungkan estetika kawaii (imut, lucu), tekstur lembut, dan fungsi sebagai alat pereda kecemasan. Bahan yang digunakan seperti memory foam yang aman dan tidak beracun.
Standar keamanan ketat seperti JIS D 4000 diterapkan untuk memastikan keselamatan pengguna. Selain itu, beberapa skuisi hasil inovasi Jepang dilengkapi suara ASMR untuk memberikan sensasi relaksasi.
Di Harajuku, toko seperti Mooosh Squishy Harajuku menawarkan pengalaman unik bagi pelanggan untuk membuat skuisi sendiri. Proses pembuatan melibatkan pewarnaan dan pemberian aksesori sesuai selera.
Manfaat Medis
Menurut penelitian, skuisi memiliki manfaat medis. Ia efektif dalam mengelola rasa nyeri pada anak-anak saat menjalani prosedur medis. Selain itu, skuisi juga bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan selama hospitalisasi.
Meremas skuisi juga bisa meningkatkan kekuatan otot tangan dan membantu dalam latihan Range of Motion (ROM) untuk pasien stroke. Selain itu, skuisi juga berfungsi sebagai alat sensorik yang membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Namun, ada risiko medis yang perlu diperhatikan. Beberapa skuisi mengandung VOCs yang berbahaya jika terpapar dalam jangka panjang. Untuk menghindari risiko tersebut, penting untuk memilih produk yang memiliki label keamanan seperti SNI, CE, CCC, atau JIS D 4000.
Jenis-Jenis Skuisi
Beberapa jenis skuisi yang populer antara lain:
Taba Squishy: Memiliki tekstur lebih lengket atau kenyal.
Licensed Squishy: Disukai kolektor karena kelembutan dan aroma.
DIY Squishy Kits*: Paket membuat skuisi sendiri.
















