Daerah  

10 Tahun Tinggal di Rusunawa dengan Tarif Rp 2000 per Hari, Harga Berbeda Tiap Lantai

Video Ibu Rumah Tangga Tinggal di Rusunawa dengan Harga Sewa Murah Viral

Video yang memperlihatkan seorang ibu rumah tangga tinggal di rumah susun sewa (Rusunawa) dengan tarif hanya Rp 2.000 per hari viral di media sosial. Dalam video tersebut, Atri (36), ibu rumah tangga yang tinggal di Rusunawa Jalan Syech Beringin, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menunjukkan fasilitas yang diberikan.

Fasilitas yang Diperoleh

Atri menjelaskan bahwa meskipun harga sewa hanya Rp 2.000 per hari atau sekitar Rp 60.000 per bulan, fasilitas yang diberikan cukup lengkap. Di dalam ruangan berukuran sekitar 6×5 meter, ia mendapatkan dapur, satu kamar tidur, ruang tamu, balkon, kamar mandi, serta fasilitas air dan listrik yang tidak pernah bermasalah. Selain itu, tersedia juga tempat untuk menaruh kulkas.

“Di kontrakan ini sudah dapat fasilitas yang lengkap ruang tamunya ada, kamarnya juga ada, sama seperti kontrakan pada umumnya, bahkan tempat untuk menaruh kulkas juga disediakan,” kata Atri dalam videonya.

Pembayaran yang Disubsidi

Atri mengungkapkan bahwa pembayaran Rusunawa tersebut disubsidi oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Ia bersama kedua anaknya dan suaminya telah menyewa di sana selama 10 tahun. Awalnya, ia sempat tidak yakin dengan harga sewa yang sangat murah. “Awalnya kurang percaya ya, terus itu kita tengok ke sini, mau pindah pun takut,” ujarnya.

Perbedaan Harga Sewa Tiap Lantai

Rusunawa tersebut terdiri dari lima lantai dengan total 196 kamar dan telah berdiri sejak 2008. Masing-masing lantai memiliki harga sewa yang berbeda. Biaya sewa untuk lantai dua adalah Rp 3.500 per hari, lantai tiga Rp 3.000 per hari, lantai empat Rp 2.500 per hari, dan lantai lima Rp 2.000 per hari. Atri dan keluarganya memilih lantai lima karena suasana yang lebih sejuk.

Selama 10 tahun tinggal di Rusunawa, kenaikan harga sewa baru terjadi dua kali dengan jumlah yang relatif rendah. “Pertama tinggal di sini Itu lantai 5 masih Rp 1.000 per hari, baru naik jadi Rp 1.500, baru naik lagi jadi Rp 2.000,” tutupnya.

Penjelasan Kominfo

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Tebing Tinggi, Ghazali Rahman, membenarkan biaya sewa di Rusunawa tersebut. Namun, ia belum merinci latar belakang pendirian dan proses pengelolaan Rusunawa. Ia menyebutkan, Rusunawa dikelola oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta), sementara manajemen operasionalnya ditangani Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Tebing Tinggi.

Rusunawa untuk ASN, TNI, dan Polri di Jakarta

Selain Rusunawa di Kota Tebing Tinggi, ada juga Rusunawa di Jakarta Utara yang kini digunakan sebagai tempat tinggal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Sebelumnya, gedung tersebut merupakan RS darurat Covid-19 yang sebelumnya adalah Wisma Atlet Kemayoran.

Penghuni dan Tarif Sewa

Penghuni dikenai tarif sewa sebesar Rp1,2 juta per bulan untuk setiap unit. Harga ini relatif mirip dengan harga sewa kos-kosan di wilayah Jakarta Utara dan Pusat. Hunian bagi ASN yang sudah diresmikan ini menempati Blok C-2 yang sebelumnya digunakan sebagai rumah sakit darurat bagi pasien Covid-19.

Setelah direvitalisasi selama lebih dari satu tahun, kawasan tersebut kini berubah menjadi kompleks hunian vertikal dengan total lebih dari 7.000 unit. Sebanyak 5.000 unit disiapkan untuk ASN, TNI, dan Polri. Sementara nantinya 650 unit di Blok D diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Fasilitas yang Tersedia

Setiap unit memiliki luas sekitar 36 meter persegi. Di dalam setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan ruang servis. Fasilitas di dalamnya tergolong lengkap untuk ukuran rumah susun, mulai dari pendingin ruangan (AC), pemanas air (water heater), hingga jaringan gas dari PGN. Wisma Atlet Kemayoran juga dilengkapi dengan minimarket, layanan binatu, area parkir, serta akses langsung ke jalan tol.

Keamanan kawasan dijaga selama 24 jam oleh petugas dan sistem pengawasan terpadu. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan, total ada lebih dari 7.000 unit yang akan dihuni oleh ASN, TNI, Polri, dan sejumlah lembaga negara seperti Mahkamah Agung, KPK, BPKP, BPIP, serta Kementerian Keuangan.

Tujuan dan Harapan Pemerintah

Pemerintah berharap konsep hunian ini menjadi prototipe bagi rumah susun ASN di wilayah perkotaan lainnya. “Ya dampaknya terhadap program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah ya ini kan bagian dari kebijakan kearah sana juga,” kata Juri.

Selain itu, sebagian unit juga akan dialokasikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 650 unit dialokasikan untuk MBR. Unit yang dialokasikan untuk MBR berada di Blok D yang saat ini masih dalam tahap revitalisasi dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *