4 konflik komunikasi di drakor Can This Love Be Translated?

Konflik Komunikasi dalam Drama Can This Love Be Translated?

Dalam menjalin sebuah hubungan, komunikasi yang terhambat sering kali menjadi sumber konflik utama. Hal tersebut juga digambarkan dalam drama Korea Can This Love Be Translated?. Di drama ini, para karakternya sering kali terlibat dalam salah paham akibat masalah dalam komunikasi mereka. Drama ini menyoroti bagaimana dua individu bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap satu topik hingga mereka terjebak dengan apa yang sebenarnya ingin mereka sampaikan. Drama ini memperlihatkan ketegangan melalui detail kecil dalam dialog atau respons. Berikut adalah sejumlah konflik komunikasi di drakor Can This Love Be Translated?.

Salah Paham Akibat Asumsi Pribadi



Hiro Kurosawa (Sota Fukushi) sempat mengira Cha Mu Hee (Go Youn Jung) menyukai dirinya. Hal itu karena Cha Mu Hee selalu tersenyum dan berbinar-binar tiap bersamanya di lokasi syuting. Ditambah dengan perbedaan bahasa di antara mereka membuat ia kadang salah menafsirkan apa yang dikatakan Cha Mu Hee. Beberapa waktu menjadi partner acara dating, Hiro akhirnya sadar bahwa perasaan Cha Mu Hee bukan untuknya. Perempuan itu kadang memang agak agresif terhadapnya, tetapi di lain waktu ia sering melihat perempuan itu menangisi orang lain.

Salah paham juga dialami oleh Shin Ji Sun (Lee E Dam). Ia mengira Kim Yong U (Choi Woo Sung) sebagai laki-laki yang gemar mempermainkan hubungan karena di apartemen laki-laki tersebut ada perempuan. Ternyata, Kim Yong U sudah pindah dari apartemen itu. Kim Yong U mengira Shin Ji Sun menemuinya di kantor dan ia sudah menunggu lama di lobi. Mereka hanya tertawa saat menyadari kesalahpahaman tersebut.

Gengsi Mengungkapkan Perasaan



Mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Joo Ho Jin (Kim Seon Ho) yang pernah membantunya saat ia masih belum terkenal membuat Cha Mu Hee merasa senang. Setiap sisi lemahnya gak jarang dilihat dengan jelas oleh Joo Ho Jin. Lama-lama, Cha Mu Hee merasa nyaman dan jatuh hati.

Di salah satu episode, ia mengajak Joo Ho Jin untuk jalan-jalan di sekitar danau. Karena terbawa suasana, ia tanpa sadar mencium laki-laki tersebut. Ia kaget dengan tindakannya sendiri dan menyalahkan Do Ra Mi, kepribadiannya yang lain. Ia mengaku ia refleks karena Do Ra Mi mengambil alih pikirannya, padahal Do Ra Mi saat itu gak muncul dan ia murni melakukan itu atas keinginannya sendiri.

Cha Mu Hee terlalu malu untuk mengakui perasaannya saat itu dan memilih untuk kabur. Sementara itu, Joo Ho Jin yang sudah menengaskan bahwa ia akan menjadi sebatas pendukung Cha Mu Hee juga mulai goyah. Hubungan mereka gak maju karena gak ada yang memulai duluan.

Pentingnya Menjadi Pendengar yang Baik



Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Joo Ho Jin tadinya ingin hubungannya dengan Cha Mu Hee hanya sebatas rekan kerja, tidak lebih. Namun, pertahanannya lama-lama runtuh karena Cha Mu Hee berani menyatakan perasaan. Ia kebingungan karena di beberapa kesempatan, Cha Mu Hee diambil alih Do Ra Mi.

Meskipun sering syok dengan tindakan ekstrem Do Ra Mi, Joo Ho Jin tetap setia menemani. Do Ra Mi memang lebih blak-blakan dan bisa membuatnya agak emosi, tetapi karakter tersebut lebih jujur. Dari Do Ra Mi, ia bisa menjadi pendengar yang baik dan mengetahui kesedihan yang gak terungkapkan oleh Cha Mu Hee.

Pentingnya Terbuka Terhadap Fakta, Meskipun Menyakitkan



Sejak kecil, Cha Mu Hee didiskriminasi oleh kerabatnya. Paman dan bibinya gak menganggap dirinya sebagai bagian dari keluarga. Cha Mu Hee merasa trauma karena orangtuanya meninggal akibat tindakan ekstrem yang dilakukan ibunya. Ia menyebutnya sebagai kecelakaan karena terlalu trauma.

Di episode terakhir, Cha Mu Hee baru mengetahui bahwa orangtuanya masih hidup. Keluarganya gak pernah memberitahu fakta tersebut karena Cha Mu Hee menyebut lupa ingatan terhadap insiden semasa kecilnya. Ia jadi pribadi yang tumbuh besar tanpa mengetahui keberadaan ayah dan ibunya.

Beberapa konflik komunikasi di drakor Can This Love Be Translated? di atas menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi proses memahami. Konflik-konflik tersebut membuat hubungan lebih realistis dan menjadi pengingat bahwa hati seseorang kadang lebih sulit dipahami daripada bahasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *