Pengalaman Menjelajahi Purwakarta dalam Satu Hari
Purwakarta tidak hanya dikenal dengan sate Marangginya, tetapi juga memiliki berbagai potensi alam dan produk UMKM yang menarik. Pada hari Sabtu (17/01), saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti one day trip ke Purwakarta dari Komunitas Warga Kota Purwakarta yang dipimpin oleh Kang Ofi Gumelar. Dengan itinerary yang menarik, saya semakin tertarik untuk menjelajah kota ini lebih dalam.
Perjalanan Awal yang Penuh Drama
Perjalanan dimulai dari stasiun Kranji menuju Cikarang, lalu dilanjutkan dengan kereta Walahar ke stasiun Purwakarta. Ada sedikit drama saat Denik salah naik kereta, tetapi akhirnya bisa menyusul tepat waktu. Di stasiun Purwakarta, kami dijemput oleh mobil Hiace dan langsung menuju desa Raharja untuk aktifitas river tubing.
River Tubing di Sungai Cikondang
Di Pendopo Balaikota Purwakarta, kami bertemu dengan KaBid Pariwisata Purwakarta, Bapak Dodi Samsul Bahri. Ia menyambut hangat dan memberikan pesan bahwa kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi ruang berbagi cerita dan inspirasi tentang Purwakarta.
Setelah briefing, kami langsung menuju basecamp Ngaprakriver. Untuk mencapai lokasi river tubing, kami harus menaiki mobil bak terbuka sejauh 2 km. River tubing adalah aktivitas rekreasi air menyusuri sungai dengan ban dalam bekas mobil atau ban karet. Aktivitas ini populer sebagai wisata petualangan ringan yang aman dan santai.
Kami di-briefing tentang cara duduk dan mengatasi arus air. Setelah itu, kami mulai meluncur mengikuti aliran sungai. Meskipun pertama kali mencoba, saya merasa sangat senang dan adrenalin meningkat. Beberapa teman sempat terlempar dari ban, tetapi petugas selalu siap membantu.
Kampung Wisata Parakanceuri
Setelah selesai river tubing, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Wisata Parakanceuri. Di sini, kami disuguhi makan siang dengan nasi liwet, tahu, tempe, ikan asin goreng, lalapan, dan sambel. Suasana persawahan dan gunung Burangrang yang ditutupi kabut membuat makan siang terasa istimewa.
Kampung Wisata Parakanceuri merupakan inisiatif masyarakat yang mengadakan berbagai program kepedulian lingkungan. Nama kampung berasal dari “parakan” dan “ceuri”, yang berkaitan dengan cara menangkap ikan di sungai. Sejak 2023, kampung ini menjadi Ecovillage Jagat Resik dan menjadi kampung bersih.
Berbagai kegiatan dan program dilakukan di kampung ini, antara lain:
* Wisata alam dan jelajah Kampung
* Camping dan kegiatan luar ruang
* Wisata edukasi pertanian
* Ngagobyag, yaitu menangkap ikan di perairan dangkal
* Wisata budaya dan sosial
* Wisata kuliner dan UMKM
* Live in dan edukasi sosial, yaitu tinggal bareng warga
Menikmati Kopi di Poesaka Kopi
Akhir perjalanan hari itu diakhiri dengan menikmati kopi di Poesaka Kopi, salah satu pemberdayaan masyarakat petani kopi. Di sini, kami menikmati kopi Arabika dengan pemandangan hamparan kopi dan gunung Burangrang yang diselimuti kabut. Kopi yang segar dan aroma yang mengundang selera membuat pengalaman ini semakin lengkap.
Terima kasih kepada Komunitas Warga Kota Purwakarta dan Disporaparbud Purwakarta atas pengalaman dan oleh-olehnya. Purwakarta memang istimewa.












