Manusia Silver Viral, Polres Manggarai Ambil Tindakan Cepat

Fenomena ‘Manusia Silver’ di Kota Ruteng Menghebohkan Media Sosial

Kemunculan seorang individu yang dikenal sebagai ‘Manusia Silver’ di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, telah memicu perbincangan hebat di media sosial, khususnya Facebook. Banyak netizen mengunggah video dan foto yang menunjukkan pria tersebut berjalan di jalanan sambil membawa gardus, dengan seluruh tubuhnya termasuk rambutnya dicat berwarna silver.

Pria ini memiliki tubuh yang kurus sedikit tinggi, mengenakan celana pendek hitam serta baju yang diikat di pinggang. Di bagian dadanya terdapat tulisan “I gambar hati U” Ruteng, sementara di lengan kiri dan kanannya terdapat gambar bendera Palestina. Aksi ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama karena penggunaan simbol negara lain dalam konteks publik.

Komentar Netizen yang Mencerminkan Perasaan Masyarakat

Banyak netizen menyampaikan kekecewaan mereka terhadap aksi Manusia Silver. Beberapa dari mereka menilai bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan budaya setempat. Seorang netizen, Sirilus Galio, menulis:

“Jika misi anda adalah untuk mencari sensasi atau mencari keuntungan dengan julukan manusia silver, itu tidak di persoalkan. Tapi yang perlu di garis bawahi adalah anda masuk di kota Ruteng dengan bendera merah putih ‘Harga mati’, tapi sejenis tato yang ada di badan anda itu menggambarkan bendera negara lain maka itu yg menjadi polemik bagi netizen, segera diamankan.”

Sementara itu, akun Steny Arutama menambahkan:

“Kreatif yang salah tempat. Lihat yang begini rasanya agak aneh. Datang dari luar pulau, minta-minta di jalan, tapi bawa simbol negera yang sedang konflik besar di lengan. Di NTT, hal seperti ini jarang sekali terlihat. Bukan karena orang di sini cuek, tapi karena hidup sehari-hari saja sudah penuh urusan sendiri. Simbol konflik rasanya kurang pas dipakai buat cari simpati. Jadi terasa dipaksakan, bahkan sedikit mengganggu. Semoga saja beliau diperiksa tanda pengenal dan motifnya karena terkesan provokatif.”

Respons Pihak Berwajib dan Upaya Edukasi

Menanggapi isu ini, Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, AKP GST Putu Saba Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat sebagai upaya preemtif dan edukatif kepada masyarakat.

Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Manggarai, Iptu Jhonatan Taruk Lembang bersama anggota Binmas dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mbaumuku, melakukan pertemuan dengan warga di Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong. Mereka memberikan pemahaman dan edukasi terkait fenomena Manusia Silver yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Selain itu, mereka juga bertemu dengan Mamir, Ketua RT 009 RW 04 Kelurahan Mbaumuku, Paulus Mamir, dan warga guna melakukan komunikasi dan koordinasi terkait situasi Kamtibmas di lingkungan sekitar.

Imbauan Kepada Masyarakat

Iptu Jhonatan menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, serta mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi fenomena Manusia Silver. Warga juga diimbau untuk tidak memberikan ruang terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama di ruas jalan dan fasilitas umum.

Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Polres Manggarai melalui Sat Sampapta juga terus melakukan patroli dialogis terkait informasi viral tersebut. Sat Binmas juga telah melakukan sambang ke tokoh-tokoh masyarakat dan ketua Paguyuban Jawa. Selain itu, Sat Intelkam juga telah melakukan Pulbaket dan lakukan deteksi dini.

Status Terkini Manusia Silver

Nugraha mengatakan, hasil Samapta tidak ditemukan lagi Manusia Silver yang viral tersebut. Dan berdasarkan informasi saat ini, Manusia Silver itu sudah berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.


Exit mobile version