Indonesia Masters 2026 menutup babaknya dengan catatan yang cukup positif bagi tuan rumah. Dalam ajang ini, Indonesia berhasil meraih satu gelar juara dan satu posisi runner-up. Kedua pencapaian ini dicapai oleh para pemain muda yang menjadi bagian dari generasi baru bulu tangkis Tanah Air.

Selain itu, antusiasme publik terhadap olahraga bulu tangkis kembali bangkit setelah penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 20 hingga 25 Januari lalu. Setelah sebelumnya tidak memperoleh gelar dalam dua turnamen besar di awal tahun ini, Merah-Putih kembali bersinar melalui para rising star seperti Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Alwi Farhan menjadi juara tunggal putra setelah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand dengan skor akhir 21-5 dan 21-6 di final. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi bagi Alwi, karena sebelumnya dia belum pernah meraih trofi dari level World Tour Super 500.
Sementara itu, pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga tampil sangat brilian sepanjang turnamen di Istora Senayan, Jakarta. Meski di laga final mereka harus mengakui keunggulan mantan pasangan nomor satu dunia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), mereka tetap memberikan penampilan yang menjanjikan.
Raymond/Joaquin terkena revans dari Goh/Izzuddin yang sebelumnya pernah mereka kalahkan di semifinal Australian Open 2025. Di laga final, meskipun sempat unggul, mereka kurang tenang dan konsisten hingga akhirnya kalah dengan skor 19-21 dan 13-21.
Meski kalah, ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik oleh Raymond/Joaquin dari final Super 500 kedua mereka setelah sebelumnya sukses juara di Australia tahun lalu. Keberhasilan Alwi dan Raymond/Joaquin mencapai final saja sudah menjadi indikasi bahwa era generasi baru Indonesia mulai berjalan dengan baik.
Dari sisi penyelenggaraan, Indonesia Masters 2026 berhasil menghidupkan kembali atmosfer khas Istora GBK yang dikenal riuh dan penuh semangat. Antusiasme penonton terlihat sejak babak kualifikasi hingga partai final, menciptakan suasana kompetisi yang meriah dan berkelas internasional.
Tidak hanya menyajikan pertandingan berkualitas, turnamen ini juga dikemas dengan konsep Pesta Rakyat. Berbagai lapisan masyarakat dapat menikmati atmosfer bulu tangkis melalui beragam hiburan, kehadiran pelaku UMKM, sajian kuliner, serta harga tiket yang terjangkau.
Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, mengapresiasi tingginya partisipasi dan dukungan dari masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, partisipasi dan dukungan yang positif adalah tanda adanya kebangkitan bulu tangkis Indonesia.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan juga tercermin dari kehadiran penonton yang konsisten sepanjang turnamen. Meski cuaca di awal kurang mendukung, antusiasme masyarakat sejak babak kualifikasi hingga partai puncak tetap tinggi.
Kesuksesan Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini menjadi bekal penting bagi Indonesia dalam menyelenggarakan Indonesia Open, turnamen bergengsi level Super 1000. Konsep Pesta Rakyat yang diterapkan pada ajang ini akan ditingkatkan untuk penyelenggaraan event ke depan, termasuk Indonesia Open.
Sementara itu, perwakilan BWF, Selvam Supramaniam, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas suksesnya penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters 2026. Ia menilai turnamen ini mampu merepresentasikan antusiasme luar biasa pecinta bulu tangkis Indonesia dan Istora sebagai panggungnya.
Menurutnya, dukungan penonton memberikan dampak besar bagi olahraga bulu tangkis, pemain, sponsor, serta kualitas tayangan televisi. Ia juga menyebutkan bahwa setiap tahun PBSI dan panitia selalu berusaha menjadi lebih baik, dan pada 2026 ini mereka berhasil meningkatkannya.
Sementara itu, meski penyelenggaraan terbilang sukses, PBSI tetap melakukan evaluasi terutama dari segi prestasi. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyoroti munculnya banyak pemain muda yang menunjukkan perkembangan. Hasil Indonesia Masters 2026 akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open.










