Perhatian Reza Arap terhadap Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal
Reza Arap Oktovian dikenal sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap kondisi kesehatan kekasihnya, Lula Lahfah. Meskipun hubungan mereka tidak berlangsung lama, kedekatan dan perhatian Reza terhadap Lula terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan sehari-harinya. Dari gaya hidup hingga kebiasaan makan, Reza sering kali mengingatkan Lula agar menjaga kesehatannya.
Kebiasaan Buruk yang Disindir oleh Reza Arap
Reza bahkan sempat menyindir beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan Lula. Misalnya, ia menyoroti pola konsumsi makan dan minum yang dinilai tidak seimbang. Dalam sebuah percakapan, Reza berkata, “At least gua seimbang makan banyak minum banyak.” Sementara itu, Lula menjawab dengan nada bercanda, “Hah? Emang aku gak?” Namun, Reza menegaskan bahwa Lula hanya makan sedikit tetapi banyak minum air putih.
Selain itu, Reza juga menyindir kebiasaan lainnya seperti kecenderungan untuk kurus agar barang dagangannya laku. Ia berkata, “At least gua gak harus kurus banget biar barang gua laku. Barang gua laku kok gua gak harus kurus.” Ucapan ini disambut oleh Garry dari AAA Clan dengan respons, “Iya lagi, iya lagi, iya lagi.”
Kehadiran Reza Saat Lula Dirawat di Rumah Sakit
Kedekatan Reza dengan Lula terlihat jelas ketika Lula harus menjalani perawatan medis pada Januari 2026. Selama masa perawatan tersebut, Reza setia mendampingi Lula di rumah sakit tanpa meninggalkannya sedikit pun. Hal ini menjadi sorotan banyak pihak karena menunjukkan komitmen Reza terhadap kekasihnya.
Lula juga pernah mengungkapkan bahwa saat dirawat di rumah sakit, Reza memberikan perhatian yang sangat besar. Ia bahkan memaksa Lula untuk mengikuti gaya hidup yang lebih sehat, seperti minum air putih secara rutin. Menurut Lula, Reza berkata, “Liat life style gua, gua selalu minum air putih makanya gua sehat.”
Kabar Duka Datang Tiba-Tiba
Kabar duka datang ketika Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di Jakarta Selatan. Kejadian ini mengejutkan keluarga, kerabat, serta para penggemarnya. Jasad Lula pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga bernama Asiah bersama empat petugas apartemen sekitar pukul 18.44 WIB.
Awalnya, Asiah merasa curiga karena panggilan yang dilakukan berulang kali tidak mendapat respons dari Lula. Kecurigaan itu membuatnya meminta bantuan pihak manajemen apartemen. Ketika pintu kamar dibuka, Asiah menemukan Lula dalam posisi telentang di atas kasur yang tertutup selimut putih. Kondisi Lula saat ditemukan cukup memprihatinkan, dengan mulut terbuka dan bibir yang tampak kebiruan.
Pemeriksaan Awal dan Penyebab Kematian
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kompol Murodih, Kasium Polres Metro Jakarta Selatan. Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan serta surat keterangan rawat jalan di sekitar kamar Lula.
Surat keterangan tersebut berasal dari RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah). Sementara itu, terdapat foto surat kematian dari klinik di Depok, Jawa Barat, yang menyatakan bahwa Lula meninggal dunia karena henti jantung. Lebam yang tampak pada tubuh Lula masih belum dapat dipastikan penyebabnya. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, lebam tersebut bisa saja berasal dari lebam mayat.
Untuk memastikan penyebab kematian Lula, polisi perlu melakukan otopsi. “Untuk memastikan akibat kematian harus lakukan otopsi,” katanya.












