Kronologi Kematian Pramugari Esther Aprilita yang Ditemukan Setelah 5 Hari Hilang

Operasi SAR Kecelakaan ATR 42-500 Berakhir, Dua Pramugari Ditemukan Meninggal

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 resmi berakhir setelah dua pramugari, Florencia Lolita dan Esther Aprilita, ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Bulusaraung. Proses evakuasi yang dilakukan sangat rumit karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat.

Jenazah Florencia ditemukan lebih dulu di tepi jurang, sementara jenazah Esther ditemukan di pinggiran air terjun dengan posisi tubuhnya tertahan oleh kayu dan semak-semak. Kedua jenazah ini ditemukan dalam kondisi yang sangat sulit untuk dievakuasi, mengingat kemiringan medan mencapai 80 derajat. Proses evakuasi dilakukan secara vertikal dengan bantuan tim rescue PT Vale.

Proses Evakuasi yang Dramatis

Komandan Tim Elang 6, Letnan Dua TNI FS Siregar, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan sangat dramatis akibat cuaca dingin dan kabut tebal yang menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung. Ia juga menyebutkan bahwa ada semak-semak yang menahan badan korban, mungkin karena kondisinya yang sudah 5 hari kedinginan.

“Kemiringan Bulusaraung ini, medan yang kami lewati sekitar 80 derajat,” ujarnya. Proses evakuasi ini membutuhkan keterampilan dan ketangguhan dari seluruh anggota tim SAR.

Cerita Orang Tua Esther

Orang tua Esther, J Siburian dan Adi Sianipar, menceritakan pengalaman mereka saat masih berkomunikasi dengan putrinya sebelum kejadian. J Siburian mengatakan bahwa Esther masih aktif mengirim pesan kepada ibunya pada Jumat (16/1/2026), memberitahu bahwa ia sedang berada di Jogja dalam rangka tugas.

“Chat terakhir hari Jumat malam. Kami masih chatting. Dia bilang dia di Jogja. Biasanya kalau seperti itu komunikasinya ‘aku sudah di sini mah, di sini mah’,” ujar J Siburian. Namun, pada hari kejadian, Esther tidak memberikan kabar sama sekali.

Adi Sianipar, ayah Esther, mengungkapkan bahwa putrinya tidak membalas chat-nya satu hari kemudian. Ia mengaku ingin menjemput Esther pulang ke Bogor, tetapi tidak mendapatkan respons.

“Saya dihubungi sama kantor IAT tempat dia bertugas. Mulai ditelepon tapi karena lagi di jalan, enggak saya angkat. Dia WA, bahwasanya pesawat yang ditumpangi Esther dari Jogja-Makassar lost contact,” imbuh Adi.

Keinginan Terakhir Esther

Di balik kisah tragis ini, ternyata Esther memiliki impian untuk menjadi seleb TikTok. Akun @magdallens, yang mengaku sebagai sahabat Esther, menyampaikan bahwa jadi terkenal adalah impian Esther. Namun, ia sedih melihat temannya viral dengan cara yang tidak diharapkan.

“Ter lu pernah bilang ke gua lu mau jadi selebtok, minta ajarin gua gimana cara nya. Sekarang lu liat akun lu jd rame banget ter, se indonesia nyari akun lu, tp gua sedih ter akun lu rame tp dengan cara yang kaya gini ter, apasih terrr. Ayo ter pulang,” tulisnya.

Beberapa teman Esther masih berharap sang pramugari bisa ditemukan dalam kondisi selamat. “Janji deh gw gak bakal fotoin lu sebanyak mungkin spot mana aja gw jabanin. Pulang dulu ya tapii,” tulis akun @vanessacaitlin.


Exit mobile version