Daerah  

Peristiwa Gempa Terpopuler Kalbar Guncang Sekadau, Getaran Dirasakan hingga Sintang dan Melawi

Gempa Tektonik Magnitudo 4,8 Mengguncang Sekadau, Kalimantan Barat

PONTIANAK – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.27.56 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 0,10° Lintang Utara dan 111,78° Bujur Timur. Lokasi gempa berada di darat, sekitar 89 kilometer timur Sekadau, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Adang. Jenis gempa ini umumnya dirasakan cukup kuat di wilayah sekitar pusat gempa. Laporan dari masyarakat menyebutkan getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Sekadau, Sintang, dan Melawi.

Kebijakan One Way Jalan Sungai Raya Dalam, Ini Tanggapan Warga

SINTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Dishub Kubu Raya dan Kota Pontianak telah sepakat menerapkan kebijakan jalan satu arah (one way) di sepanjang Jalan Sungai Raya Dalam, mulai dari simpang Polda hingga ke Jembatan Kupu-Kupu. Sesuai jadwal, sosialisasi telah dilakukan sejak tanggal 1-31 Januari 2026 dan Uji Coba pada tanggal 1-28 Februari 2026. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaannya pada tanggal 1 Maret 2026.

Dengan adanya kebijakan tersebut, sejumlah warga pun turun memberikan komentarnya. Seperti yang disampaikan oleh pelaku UMKM, Yati mengaku setuju dengan adanya kebijakan tersebut. “Baguslah bang, karena jalan pasti lebih tertib dan tidak macet,” katanya kepada , Jumat 23 Januari 2026.

Cara Hadapi Gempa Menurut BMKG

Seiring dengan kerap terjadi gempa tektonik di wilayah Indonesia, maka masyarakat perlu memiliki panduan dalam menghadapi situasi gempa jika terjadi. Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.27.56 WIB dikabarkan telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa berada pada koordinat 0,10° Lintang Utara dan 111,78° Bujur Timur. Lokasi gempa berada di darat, sekitar 89 kilometer timur Sekadau, dengan kedalaman 10 kilometer. Disebutkan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Adang.

Gempa Guncang Kalbar Hari Ini: Sekadau Bergetar, Rumah Anggota DPRD dan Jembatan Rusak

SINTANG – Gempa tektonik magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat 23 Januari 2026 pukul 14.27.56 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap lokasi gempa itu berada di darat, sekitar 89 kilometer timur Sekadau. Kata BMKG, gempa itu masuk kategori gempa dangkal. BMKG juga memastikan gempa ini berasal dari aktivitas Sesar Adang dengan kedalaman dangkal 10 km dan tidak berpotensi tsunami. Warga melaporkan getaran cukup kuat hingga membuat kendaraan dan bangunan bergoyang.

Hak Korban Insiden PLTU Sukabangun Ketapang Ditanggung BPJS

PONTIANAK – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Priyono menyoroti insiden kecelakaan kerja maut di area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu 21 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Ia mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap. “Terkait detail kejadian kami belum memperoleh info secara lengkap, yang kami peroleh baru sebatas pelaksana perusahaan dari Surabaya dan pegawainya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya saat dihubungi , Jumat 23 Januari 2026. Priyono menambahkan para pekerja yang menjadi korban terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Maka dari itu, kata Priyono, hak-hak karyawan mereka akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kronologi Penangkapan 15 Remaja Bersenjata Tajam

SAMBAS – Polsek Pemangkat menangkap 15 remaja membawa berbagai senjata tajam (sajam) di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, pada Jumat 23 Januari 2026 dini hari WIB. Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko mengatakan kalau informasi yang viral di media sosial sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran di kawasan Jembatan sungai Sambas Besar (JSSB) benar. “Namun insiden tawuran belum terjadi. Sekelompok pemuda tersebut telah diamankan di Polsek Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Bagaimana kronologi penangkapan 15 remaja itu? Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu menjelaskan pengamanan bermula dari laporan masyarakat soal adanya sekelompok remaja yang berjalan kaki sambil mengusung sajam di Jalan Pembangunan depan Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *