Daerah  

Ratusan warga terdampak puting beliung di Kesiman, cuaca ekstrem diprediksi hingga Februari 2026

Pemprov Bali Tetapkan Status Siaga Bencana Cuaca Ekstrem

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menetapkan status siaga bencana cuaca ekstrem pasca terjadinya tanah longsor, pohon tumbang, banjir, dan kejadian tak terduga lainnya di sejumlah wilayah. Penetapan tersebut berlaku mulai 12 Desember 2025 hingga 28 Februari 2026.

Status ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. Diperkirakan hujan angin akan terjadi hingga akhir Februari 2026. BPBD Bali juga telah menyiapkan bantuan sejak sebelum memasuki puncak musim hujan.

Bersamaan dengan penetapan status siaga, BPBD Bali mendirikan Posko Siaga Bencana Cuaca Ekstrem Provinsi Bali di Kantor BPBD Bali. Dalam status siaga ini, BPBD Bali menambah anggaran sebesar Rp1 Miliar. Anggaran tersebut bukan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), melainkan dari pergeseran anggaran BPBD Bali yang sebelumnya belum terealisasi.

Masalah Drainase Menyebabkan Banjir

Terkait penyebab banjir, Teja menyoroti persoalan drainase yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. Menurutnya, sedimentasi, sampah, serta saluran drainase yang tidak saling terhubung menjadi faktor utama. “Drainase banyak yang tidak konek, ujungnya putus, antar perumahan tidak terhubung, saluran kecil. Akibatnya, saat hujan lebat air meluap dan menggenangi jalan,” jelasnya.

Dalam kondisi darurat cuaca ekstrem ini, BPBD Bali mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat terdampak. Namun, ia menekankan pentingnya upaya mitigasi untuk menekan risiko bencana. “Yang paling bagus adalah mitigasi, mencegah bersama-sama untuk mengurangi risiko. Banjir mungkin terjadi, tapi dampaknya bisa diperkecil,” ujarnya.

Langkah Jangka Panjang Perlu Dilakukan

Teja juga menambahkan, langkah jangka panjang perlu dilakukan, termasuk dalam rehabilitasi infrastruktur. Ia mencontohkan perbaikan jalan yang kerap menumpuk aspal sehingga membuat posisi rumah warga lebih rendah dari badan jalan. “Akibatnya saat hujan lebat, air mudah masuk dan menggenangi rumah warga. Ini harus menjadi perhatian bersama ke depan,” kata dia.

Gubernur Bali Wayan Koster melalui BPBD Bali menyalurkan bantuan logistik ke kabupaten/kota terdampak. Bantuan logistik sebelumnya telah dikirim ke Kabupaten Tabanan, Jembrana, dan Buleleng. Saat ini, BPBD Bali sedang mengirim bantuan logistik ke Karangasem. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Bantuan Logistik Disalurkan ke Wilayah Terdampak

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi paket sembako, sandang, perlengkapan kebersihan keluarga, terpal, kompor, serta kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana puting beliung di Kota Denpasar.

Bantuan ini didistribusikan pada Rabu dan Kamis, 21 dan 22 Januari 2026 di lima desa/kelurahan. Warga yang terdampak diberikan makanan, kasur, selimut dan sembako. Kepala Dinsos Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan distribusi bantuan dilakukan di Desa Sidakarya, Sanur Kauh, Kelurahan Kesiman, Kesiman Petilan, dan Kelurahan Sesetan.

Verifikasi Bantuan Kerusakan Bangunan

Terkait bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Denpasar pada Rabu (21/1), Pemkot tengah melakukan tahap verifikasi. Tahap verifikasi dilakukan sebagai tahapan pemberian bantuan yang berkaitan dengan kerusakan bangunan hingga pelinggih. Di mana, angin puting beliung total menerjang empat wilayah di Denpasar, yakni Sanur Kauh, Sidakarya, Sesetan dan Kesiman.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, mitigasi bencana sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya berdasarkan informasi dari BMKG. Salah satunya dengan melakukan perompesan pohon yang berada di sepanjang jalan protokol Denpasar. Meski demikian, bencana puting beliung yang terjadi Rabu dini hari membuat banyak warga yang terdampak.

44 KK di Batubulan Kangin Terdampak Angin Kencang

Dinas Sosial (Dinsos) Gianyar turun ke sejumlah lokasi terdampak angin kencang di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (22/1). Disebutkan bencana alam yang terjadi pada Rabu (21/1) dini hari itu menyebabkan 44 kepala keluarga (KK) mengalami dampak. Kepala Dinsos Kabupaten Gianyar, I Nyoman Tri Budi Artanto, membenarkan hal tersebut. Pasca bencana, ia bersama jajaran turun langsung meninjau sejumlah rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem tersebut.

PLN Bali Catat 36 Kejadian Gangguan Kelistrikan

PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Bali untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan ketenagalistrikan, seiring dengan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan bahwa hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan dampak terhadap jaringan listrik, terutama akibat pohon tumbang serta tiang jaringan yang terdampak angin kencang.

Sebagai gambaran kondisi lapangan, dalam beberapa waktu terakhir PLN UID Bali mencatat 36 kejadian gangguan kelistrikan, yang mayoritas disebabkan oleh pohon tumbang menimpa jaringan serta tiang listrik yang terdampak angin kencang. Wilayah Gianyar menjadi salah satu daerah dengan kejadian terganggunya kelistrikan akibat cuaca ekstrem yang relatif tinggi. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 tercatat 64 kali terhentinya sementara pasokan listrik akibat pohon tumbang yang dipicu cuaca ekstrem.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *