Persebaya Surabaya Menghadapi Laga Krusial dengan Wasit yang Menimbulkan Kekhawatiran
Pendukung Persebaya Surabaya menunjukkan ketegangan terhadap wasit yang akan memimpin pertandingan penting melawan Dewa United. Rekam jejak sang pengadil lapangan dinilai memiliki potensi untuk memicu kontroversi, terutama karena kecenderungannya dalam mengeluarkan kartu kuning dan merah, termasuk untuk pemain seperti Francisco Rivera.
Sejumlah suporter Persebaya menulis pesan di media sosial, meminta wasit agar tidak memberikan penilaian yang bias. Mereka berharap laga ini berjalan adil dan tidak memengaruhi hasil akhir.
Persebaya Surabaya akan menjamu Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi Green Force untuk mencatat kemenangan kelima secara beruntun di kompetisi musim ini.
Performa tim Persebaya Surabaya saat ini sangat positif. Mereka berhasil memenangkan empat pertandingan berturut-turut dengan skor yang impresif. Berikut hasilnya:
- Menundukkan Persijap Jepara dengan skor 4-0
- Mengalahkan Madura United dengan skor 1-0
- Memperoleh kemenangan atas Malut United dengan skor 2-1
- Mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0
Hanya satu gol yang tercipta dari gawang mereka selama empat laga tersebut, yang menunjukkan konsistensi lini belakang dan efektivitas serangan. Hal ini membuat optimisme para suporter meningkat menjelang laga kandang ini.
Namun, lawan yang dihadapi bukanlah tim yang mudah. Dewa United datang dengan semangat tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun. Mereka baru saja mengalahkan Persijap Jepara dengan skor telak 4-0 dan menundukkan Arema FC dengan skor 2-0. Hasil ini menunjukkan bahwa mereka siap memberikan perlawanan sengit kepada Persebaya Surabaya.
Rekor pertemuan antara kedua tim juga tidak sepenuhnya menguntungkan Persebaya Surabaya. Satu-satunya kemenangan terakhir mereka atas Dewa United tercatat pada tahun 2023. Bahkan, Dewa United pernah memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 di kandang Persebaya pada musim 2024/2025. Catatan ini membuat laga nanti diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi.
Dari segi taktik, pertemuan ini mempertemukan dua gaya bermain yang bertolak belakang. Persebaya Surabaya, di bawah arahan Bernardo Tavares, dikenal dengan pendekatan reaktif dan disiplin. Sementara itu, Dewa United mengusung sepak bola ofensif berbasis penguasaan bola. Perbedaan filosofi ini berpotensi memicu duel-duel keras di lapangan.
Situasi ini membuat peran wasit menjadi fokus utama pendukung Persebaya Surabaya. Laga Persebaya Surabaya vs Dewa United akan dipimpin oleh wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi. Ia dikenal sebagai wasit yang tegas dan tidak ragu mengeluarkan kartu kepada pemain.
Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Super League 2025/2026 menunjukkan kecenderungan tersebut. Dari tujuh pertandingan yang ia pimpin, ia telah mengeluarkan 24 kartu kuning dan lima kartu merah. Pada beberapa pertandingan, jumlah kartu yang dikeluarkannya meningkat signifikan.
Contohnya, pada pekan pertama, laga Madura United melawan Persis diwarnai tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua. Pada pekan keempat, pertandingan Bhayangkara FC kontra Persis juga menghasilkan tiga kartu kuning. Pada pekan ketujuh, laga Borneo FC melawan Persija menghasilkan tujuh kartu kuning.
Ketegasan Nendi Rohaendi juga terlihat dalam duel Semen Padang kontra Arema FC di pekan ke-11, di mana tujuh kartu kuning dan satu penalti diberikan. Persebaya Surabaya sendiri pernah merasakan ketegasan wasit ini. Saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12, laga berakhir imbang 1-1 dengan satu kartu merah untuk pemain Persebaya Surabaya.
Francisco Rivera menjadi sosok yang paling diingat dalam laga tersebut. Gelandang asing Persebaya Surabaya itu menerima kartu merah langsung karena pelanggaran violent conduct. Pengalaman tersebut masih membekas di benak pendukung Persebaya Surabaya, yang khawatir gaya kepemimpinan wasit kembali memengaruhi jalannya pertandingan penting ini.
Dengan tekanan tinggi dan kedua tim sama-sama mengincar kemenangan, kesalahan kecil berpotensi berujung pada kartu yang bisa mengubah peta permainan. Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu berharap fokus tetap terjaga sepanjang laga. Disiplin bermain dan kontrol emosi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam keputusan-keputusan krusial wasit.
Bernardo Tavares diprediksi akan menekankan pentingnya bermain efektif tanpa banyak pelanggaran. Strategi reaktif Persebaya Surabaya menuntut ketenangan saat bertahan maupun menyerang balik. Bagi Dewa United, gaya ofensif mereka juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan. Penguasaan bola yang tinggi sering memancing duel keras ketika kehilangan momentum.
Dengan segala dinamika tersebut, peran wasit kembali menjadi sorotan utama jelang kick-off. Pendukung Persebaya Surabaya berharap laga berjalan adil tanpa kontroversi yang merugikan tim kesayangan mereka. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas. Di tengah tensi tinggi dan wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan akan berada di bawah pengawasan publik Gelora Bung Tomo.










