Usulan Pembangunan TPST Regional di Payakumbuh untuk Mengurangi Beban TPA Aie Dingin
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) regional di Payakumbuh. Tujuan dari usulan ini adalah untuk mengurangi beban TPA Aie Dingin di Kota Padang, yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah utama dari Kota Bukittinggi dan sejumlah daerah lainnya.
Fasilitas TPST Payakumbuh Didesain untuk Menampung Sampah dari Banyak Wilayah
TPST Payakumbuh dirancang sebagai fasilitas pengolahan sampah yang mampu menampung limbah dari beberapa wilayah di Sumatera Barat, termasuk Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, dan Kabupaten Agam. Hal ini sejalan dengan Proyek Strategis Nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Kepala DLH Bukittinggi, Aldiasnur, menjelaskan bahwa keberadaan TPST Payakumbuh akan memungkinkan Kota Bukittinggi untuk tidak lagi mengangkut sampah ke TPA Aie Dingin. “Kita tengah mengusulkan ke provinsi untuk membangun kembali TPST di Payakumbuh,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Keterbatasan Lahan Membuat Bukittinggi Bergantung pada Fasilitas Luar Daerah
Salah satu alasan utama pembangunan TPST Payakumbuh adalah keterbatasan lahan di Kota Bukittinggi untuk pengelolaan sampah. Sehingga, DLH Bukittinggi harus mengandalkan fasilitas di luar daerah, seperti TPA Aie Dingin di Kota Padang.
Aldiasnur berharap dukungan dari Gubernur Sumbar agar proyek tersebut segera terealisasi. “Mudah-mudahan Gubernur Sumbar, Mahyeldi bisa berkomunikasi dengan pemerintahan pusat, jadi kita bisa lagi membuang sampah di sana,” katanya.
Sampah Bukittinggi ke Padang: 80 hingga 85 Ton Per Hari
Sampah yang dihasilkan oleh Kota Bukittinggi mencapai sekitar 80 hingga 85 ton setiap harinya. Sampah tersebut diangkut menggunakan enam truk dari Bukittinggi ke TPA Aie Dingin di Kota Padang. Namun, pengangkutan dilakukan pada malam hari karena akses jalan di Lembah Anai yang buka tutup setelah perbaikan jalan.
“Sekitar 80 sampai 85 ton, jumlahnya tidak sama setiap harinya. Sampah ini dibawa menggunakan enam truk dari Bukitinggi ke TPA Aie Dingin, Padang,” ungkap Aldiasnur.
Keluhan Warga terkait Pembuangan Sampah di TPA Aie Dingin
Keluhan warga terhadap pembuangan sampah ke TPA Aie Dingin juga muncul. Warga Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengeluhkan aktivitas pembuangan sampah yang dilakukan pada malam hari. Hal ini menyebabkan munculnya perdebatan antara warga dengan sopir truk pengangkut sampah.
Video viral di media sosial Instagram @sudutbukittinggi menunjukkan perdebatan antara warga dan sopir truk. Dalam video tersebut, warga meminta sopir jangan membuang sampah di daerahnya. “Jan buang sampah ka tampek den” ucap warga kepada sopir.
Postingan tersebut mendapatkan respons yang cukup besar dari masyarakat, dengan total like sebanyak 2.626, 333 komentar, dan 135 kali dibagikan. Meski demikian, Aldiasnur menjelaskan bahwa pembuangan sampah ke TPA Aie Dingin dilakukan sesuai perjanjian kerjasama dengan Pemko Padang.
Pembuangan Sampah Tetap Dilakukan Saat Malam Hari
Meskipun ada keluhan, Aldiasnur mengatakan bahwa pembuangan sampah tetap dilakukan saat malam hari karena akses jalan di Lembah Anai hanya buka dari pukul 20:00 WIB hingga 05:00 WIB pagi. Ia juga menyampaikan bahwa warga sudah menerima alasan tersebut.
“Ke depannya tetap malam, warga sudah menerima, karena sudah disampaikan alasannya, kalau jalan di Lembah Anai buka pukul 20:00 WIB hingga 05:00 WIB pagi,” tambahnya.












