Penutupan Total Jembatan Mahulu Samarinda untuk Uji Kekuatan Struktur
Jembatan Mahulu di Kota Samarinda akan ditutup total pada Rabu (4/2/2026) pukul 08.00–14.00 WITA. Penutupan ini dilakukan dalam rangka uji beban dinamis dan Non Destructive Test (NDT) oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memastikan kekuatan struktur jembatan secara menyeluruh.
Sebelumnya, hasil uji geometri menunjukkan bahwa jembatan masih dalam kondisi aman. Uji geometri melibatkan pemeriksaan bentuk fisik jembatan, termasuk posisi pilar, lantai, dan sambungan ekspansi. Hasilnya, pilar masih tegak lurus, lantai jembatan masih datar, dan expansion joint tidak berubah. Meski demikian, pihak terkait tetap memerlukan uji dinamis dan NDT untuk memastikan keamanan konstruksi.
Penutupan jembatan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. Kendaraan berat kategori roda enam (R6) ke atas diminta tetap berada di pool atau bengkel masing-masing perusahaan. Sementara kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) diminta menggunakan jalur alternatif agar menghindari kemacetan.
Pengujian Berulang untuk Memastikan Keamanan Jembatan
Pengujian ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, PUPR Kaltim juga melakukan uji serupa setelah jembatan ditabrak tongkang. Uji berkala dianggap penting mengingat jembatan Mahulu merupakan salah satu jalur vital transportasi di Samarinda yang menanggung beban lalu lintas tinggi, termasuk kendaraan logistik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jembatan Mahulu telah mengalami tiga kali tabrakan dengan kapal tongkang. Insiden pertama terjadi pada Selasa (23/12/2025), insiden kedua pada Minggu (4/1/2026), dan insiden ketiga pada Minggu (25/1/2026). Setiap insiden menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan dan memicu penutupan sementara.
Setelah insiden ketiga, DPUPR-PERA Kaltim melakukan serangkaian uji untuk mengetahui kondisi struktur jembatan. Tahap awal dilakukan uji geometri. Untuk uji geometri, portal pembatas kendaraan berat dipasang sehingga kendaraan bertonase besar tidak bisa melintas. Imbasnya, kendaraan berat dialihkan melintasi Jembatan Mahakam IV. Namun, hal itu menyebabkan antrean panjang dibibir jembatan tersebut.
Fakta Hasil Uji Geometri
-
Tahap awal, dilakukan uji geometri
Dari hasil uji geometri, kondisi struktur jembatan masih dalam batas aman untuk dilintasi kendaraan bertonase besar. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menjelaskan berdasarkan hasil uji geometri pasca insiden ketiga ditabrak, jembatan Mahulu sementara dinyatakan masih aman. “Pilar masih tegak lurus, lantai jembatan masih datar, dan expansion joint juga gak berubah,” ujar Muhran. -
Kendaraan bertonase berat bisa kembali melintas
Berdasarkan hasil uji geometri itulah, pihaknya memutuskan untuk membuka kembali portal yang membatasi lalu lintas kendaraan berat di Jembatan Mahulu. Saat ini, kata Muhran, tim teknis tengah bersiap-siap untuk melepas kembali portal tersebut. “Siang ini rencana kami buka portalnya, jadi biar roda ekonomi bisa berputar.” -
Bakal ada uji dinamik
Meski hasil uji geometri menunjukkan kondisi aman, Muhran menegaskan pihaknya tetap akan melaksanakan uji dinamik pada Jembatan Mahulu untuk benar-benar memastikan kekuatan struktur jembatan. Dalam proses uji dinamik nantinya, Jembatan Mahulu akan ditutup total selama kurang lebih empat jam. Uji dinamik tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan oleh tim konsultan dalam waktu dekat.
Kejadian Jembatan Mahulu Ditabrak
Insiden penabrakan jembatan dengan kapal tongkang terjadi tiga kali dalam sebulan terakhir. Pada Minggu (25/1/2026), kapal bernama Lambung Tugboat (TB) Marina 1631 dengan menggandeng tongkang BG Marine Power 3306 bermuatan penuh ratusan ton mendekat ke pilar jembatan. Akibatnya, pilar jembatan di sisi Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di pilar 8 dan 9 terhantam buritan tongkang, serta turut menyentuh fender pelindung Jembatan Mahulu Samarinda.
Pada Minggu (4/1/2026), kapal tongkang bermuatan batu bara kembali menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pada dini hari sekira pukul 01.17 Wita. Insiden kali ini tak hanya jembatan yang terkena benturan tongkang, rumah warga pun ikut terkena dampak. Lokasi rumah sendiri terletak di 500 meter dari Jembatan Mahulu, tepatnya Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.
Selain itu, pada Selasa (23/12/2025), Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda harus alami kerusakan pasca ditabrak kapal tongkang bermuatan batubara. Tongkang dengan nama lambung M80-1302 ini ditarik Tugboat (TB) KD 2018 dari hulu Sungai Mahakam menuju ke muara nampak membawa ribuan metriks ton batubara. Jajaran Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda sudah memonitor terkait insiden ini. Pengecekan di lokasi kejadian juga diakui telah dilakukan, meski belum bisa membeberkan hasil yang dilakukan di lapangan.












