Bisnis  

Mayoritas Bank Nagari Fokus pada Kredit UMKM

Kinerja Bank Nagari Tahun 2025: Fokus pada UMKM dan Pertumbuhan Syariah



Padang – PT Bank Nagari mencatatkan kinerja yang cukup stabil meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan sepanjang tahun 2025. Dalam laporan kinerjanya, bank ini menyatakan bahwa 80% dari komposisi penyaluran kredit/pembiayaan didominasi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini menunjukkan peran penting Bank Nagari sebagai pelaku perbankan yang mendukung perekonomian di Provinsi Sumatra Barat.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menjelaskan bahwa total kredit/pembiayaan yang disalurkan selama tahun 2025 mencapai Rp25,27 triliun, turun sebesar 1,10% dibandingkan Desember 2024. Penurunan ini disebabkan oleh permintaan kredit yang belum optimal, terutama akibat melemahnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Kinerja Unit Usaha Syariah yang Menggembirakan

Salah satu bagian yang menonjol dalam kinerja Bank Nagari adalah Unit Usaha Syariah (UUT) Syariah. Pembiayaan syariah mencapai Rp4,63 triliun dengan pertumbuhan sebesar 14,66% dibandingkan Desember 2024. Gusti Candra menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan transaksi syariah. Bahkan secara nasional, UUS Bank Nagari menjadi salah satu perbankan yang memiliki kinerja yang baik.

Penyaluran KUR dan Program SIMAMAK

Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Nagari pada tahun 2025 mencapai Rp1,38 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 7.506 orang. Dari jumlah tersebut, KUR konvensional mencapai Rp1,11 triliun kepada 5.861 debitur, sedangkan KUR syariah mencapai Rp265,82 miliar kepada 1.645 debitur.

Penyaluran KPR FLPP juga mencerminkan komitmen Bank Nagari dalam mendukung program pemerintah. Selama tahun 2025, Bank Nagari telah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 548 unit dengan total pinjaman sebesar Rp85,77 miliar. Program ini menjadi fokus utama karena mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah.

Selain itu, penyaluran kredit SIMAMAK (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan) juga menunjukkan kinerja yang positif. Total penyaluran kredit SIMAMAK dari Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp10,774 miliar, dengan subsidi bunga/margin sebesar Rp1,125 miliar.

Laba dan Tantangan Ekonomi

Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, Bank Nagari berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp493,74 miliar (unaudited) pada tahun 2025. Namun, laba ini mengalami kontraksi sebesar -8,24% dibandingkan tahun sebelumnya. Gusti Candra mengakui bahwa penurunan laba ini terjadi secara merata di seluruh perbankan, termasuk bagi bank pembangunan daerah (BPD).

Namun, meski kondisi ekonomi tidak ideal, Bank Nagari tetap mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah dan masyarakat melalui penyaluran kredit kepada UMKM.

Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga

Total aset Bank Nagari pada akhir tahun 2025 mencapai Rp33,61 triliun, tumbuh sebesar 1,97% dibandingkan Desember 2024. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp26,84 triliun, tumbuh sebesar 0,58% dari Desember 2024. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang memaksa masyarakat untuk mengambil tabungan, namun sekaligus mengimbangi pertumbuhan kredit dan pembiayaan.

Gusti Candra menegaskan bahwa Bank Nagari bekerja secara rasional dan tidak ingin memaksakan diri dalam penyaluran kredit. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerugian akibat kondisi ekonomi yang tidak baik, terutama dampak bencana alam di penghujung tahun 2025.

Kesimpulan

Dengan adanya laba bersih yang diperoleh sebesar Rp493,74 miliar, kinerja Bank Nagari pada tahun 2025 menunjukkan bahwa perbankan ini masih mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi yang berat. Gusti Candra menambahkan bahwa Bank Nagari tetap memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat dan daerah, meskipun situasi ekonomi tidak sepenuhnya menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *