Motivasi dari Andy Flores Noya untuk Calon Wisudawan UT Purwokerto
Di Aula Lantai 4 Kantor Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, ratusan calon wisudawan mengikuti seminar akademik yang bertema “Transformasi Makna Pendidikan Tinggi Terbuka: Menyatukan Responsibiliti SDM dan Akses Ilmu Berkelanjutan”. Acara ini dihadiri oleh 884 peserta dan menjadi momen penting dalam mempersiapkan para lulusan untuk menghadapi dunia kerja.
Acara dibuka langsung oleh Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami. Selain itu, hadir pula Prof Ojat Darojat, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, sebagai pemateri lainnya.
Andy Flores Noya, jurnalis sekaligus presenter program televisi Kick Andy, menjadi pembicara utama dalam seminar tersebut. Ia memberikan motivasi kepada para calon wisudawan dengan berbagi pengalaman pribadi serta refleksi tentang pendidikan tinggi.
Stigma yang Salah tentang Lulusan UT
Andy mulai dengan menanyakan kepada peserta, siapa yang merasa khawatir tidak mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. Banyak mahasiswa menjawab dengan tangan terangkat. Namun, ia juga bertanya, siapa yang bahagia dengan pilihan program studinya. Beberapa peserta mengangkat tangan dan menjawab bahwa mereka puas dengan pilihan mereka.
Ia menegaskan bahwa stigma bahwa lulusan UT tidak memiliki masa depan adalah salah. Menurutnya, UT merupakan pintu yang sangat diinginkan dan telah membantu banyak anak-anak di seluruh Indonesia, terutama yang tidak memiliki kesempatan masuk universitas konvensional atau harus bekerja sambil kuliah.
Inspirasi dari Film 3 Idiots
Dalam seminar yang interaktif, Andy menunjukkan poster film India berjudul 3 Idiots yang dibintangi Aamir Khan sebagai Rancho. Ia menyebut film tersebut sebagai sumber inspirasi yang besar baginya. Menurutnya, film ini masih relevan hingga saat ini karena banyak anak-anak yang kuliah tidak sesuai passion-nya, tetapi lebih didorong oleh orang tua atau pacar.
Andy bercerita tentang masa kecilnya yang di sekolah oleh ayahnya di ST (setingkat SMP) karena kemiskinan. Ia lulus dari ST lalu melanjutkan ke STM, tetapi tidak merasa bahagia karena kesukaannya adalah puisi dan sajak. Ia mengatakan bahwa film 3 Idiots membuka pikirannya tentang passion atau lentera jiwa, sesuatu yang disukai dan membuat bahagia.
Semangat Baru dari Seminar Akademik
Seorang mahasiswa bernama Didianto (26) mengatakan bahwa ia merasa lebih semangat setelah mengikuti seminar. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen yang sudah bekerja sebagai karyawan swasta. Ia menyebut materi yang disampaikan oleh Andy F Noya sangat berkesan, terutama cerita tentang anak pemulung yang berhasil mendapat beasiswa S2.
Ghufron (40), calon wisudawan dari Prodi Sistem Informasi, juga merasa terinspirasi. Ia mengatakan bahwa seminar ini memberikan pandangan baru tentang cara mengatur mindset dan passion. Ia merasa diingatkan untuk tetap mengembangkan apa yang disukai.
Bekal untuk Alumni UT
Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami, menjelaskan bahwa seminar akademik ini merupakan kegiatan wajib sebelum wisuda. Tujuannya adalah memberikan tambahan wawasan dan ilmu kepada alumni agar bisa berkiprah di masyarakat, negara, dan lingkungan kerja.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan mengingat dinamika pendidikan tinggi saat ini, percepatan digitalisasi, dan perubahan cepat di pasar kerja. Ia berharap para alumni dapat memiliki awareness dan karakter baik yang selalu menjaga citra positif UT.












