Perayaan Hari Valentine yang Berlebihan
Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya menjadi salah satu perayaan yang banyak dilakukan oleh orang-orang di seluruh dunia. Karena identik dengan kasih sayang, maka seringkali hari ini dirayakan bersama pasangan atau gebetan. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam merayakan hari Valentine, dan standarnya biasanya seperti memberi bunga atau coklat kepada orang yang kita suka.
Namun, ada kalanya perayaan ini dilakukan dengan cara yang berlebihan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman. Misalnya, pasangan yang merayakan hari Valentine dengan memberi 1000 bunga dan menyebarkannya di depan rumah pacarnya, sehingga lingkungan sekitar menjadi kotor dan berantakan karena tidak dibersihkan. Atau juga ketika ada cewek jomblo yang galau karena tidak memiliki pacar di hari Valentine. Hal ini sudah masuk dalam kategori “lebay” yang membuat dia dan orang di sekitarnya merasa tidak nyaman.
Tanggapan dari Cewek-Cewek Indonesia
Mengenai hal ini, beberapa teman cewek memberikan tanggapan mengenai bagaimana mereka melihat perayaan Valentine yang tidak sesuai harapan. Berikut adalah beberapa pendapat mereka:
Hari Valentine Harusnya Jadi Pengingat untuk Mengasihi Sesama
Beberapa orang menganggap bahwa hari Valentine penting dan harus dirayakan. Karena itu, seringkali beberapa orang menjadi sentimental ketika hari Valentine tiba. Mulai dari menebar keromantisan dengan cara yang berlebihan, atau menjadi galau berat karena masih jomblo di hari Valentine.
Menurut Christnina Maharani, 26 tahun, hal ini agak berlebihan dan membuang-buang waktu. Kasih sayang tidak hanya dirayakan setiap Valentine, namun setiap hari. Tidak perlu menjadi lebay atau galau. Kita cukup bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan waktu untuk mengasihi orang-orang di sekitar kita, dan cukup menjadikan hari Valentine sebagai pengingat bahwa kita patut mengasihi dan dikasihi.
Setuju nih dengan Christina, karena hari Valentine seharusnya membuat kita menyadari bahwa kita harus selalu menyayangi orang-orang yang ada di sekitar kita. Bukan hanya pacar, tapi juga keluarga, sahabat, bahkan tetangga!
Hari Valentine Bukan Ajang untuk Melakukan Hubungan Seks
Yang suka salah dari perayaan Valentine adalah anggapan bahwa memberi kado spesial seperti coklat atau mengucapkan sayang hanya dilakukan pada hari itu saja. Padahal, mengekspresikan cinta tidak harus hanya pada hari itu. Terus, ada cowok yang memaksa pacarnya untuk melakukan hubungan seks dengan alasan “ini hari kasih sayang, kalo kamu sayang aku yuk kita lakuin itu dong”.
Menurut Carrol, 25 tahun, hal ini tidak pantas. Menurut Riley, 29 tahun, meskipun moment Valentine bisa menjadi momen untuk menunjukkan perhatian atau kasih sayang, namun banyak pasangan yang memanfaatkannya untuk hubungan yang lebih intim. Hak seseorang sih, tapi sayang karena sudah berbeda dengan norma yang berlaku di sini.
Kasih Sayang Tidak Ada Hari Khususnya, Tiap Hari Dong!
Valentine goes wrong jika diidentikkan sebagai hari kasih sayang yang harus memberi bunga, coklat, dinner romantis atau kejutan-kejutan lain. Setiap hari bisa menjadi hari kasih sayang! Harus banget cuma setahun sekali? Jadi untuk apa ada 364 hari lainnya?
Sevrina, 31 tahun, mengingatkan kita bahwa kasih sayang itu ditunjukkan setiap hari, bukan hanya setahun sekali. Tidak lucu jika ada pasangan yang terlihat lovey dovey saat Valentine doang, sedangkan hari-hari biasanya mereka saling bertengkar.
Andriyani, 31 tahun, menyarankan agar kita merayakan Valentine tanpa makna jika sikap nyata kita tidak menunjukkan bahwa kita menyayangi gebetan atau pacar. Percuma jika saat Valentine kasih coklat dan bunga, tapi sikap sehari-harinya tidak menunjukkan bahwa dia menghargai pacarnya.
Hanya Buat Pamer di Media Sosial?
Beberapa orang merayakan Valentine dengan cara yang hanya untuk pamer di media sosial. Misalnya, memakai baju couple warna pink terus nge-date seharian dan mempostingnya ke semua media sosial, padahal di luar hari Valentine tidak ada acara seperti itu. Apalagi jika realitanya mereka tidak seromantis yang mereka umbar.
Annisa, 28 tahun, menilai hal ini sebagai pencitraan. Selain itu, ada orang yang bela-belain membeli cokelat besar atau menyiapkan makan malam spesial untuk pacar, tapi tidak melakukan apa-apa untuk orang tua. Mereka akan lebih bahagia jika kita perlakukan secara spesial layaknya pacar.
Apa yang Bisa Kita Ambil
Merayakan hari Valentine sebagai hari kasih sayang sebenarnya tidak masalah asalkan diiringi dengan sikap konsisten dari diri kita ke orang-orang yang kita sayangi. Jangan hanya sehari saja ungkapkan rasa sayangnya, tapi seharusnya tiap hari dan tiap saat.
Selain itu, kita juga harus waspada agar tidak sampai hari Valentine ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jangan sampai kita melakukan hal yang bisa membuat kita menyesal seumur hidup hanya karena merayakan Valentine.












