Menyambut Ramadan dengan Bersih dan Suci
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026, umat Muslim mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini. Berbagai persiapan dilakukan, baik secara spiritual maupun fisik, salah satunya adalah mandi dan keramas sebagai bentuk penyucian diri.
Bacaan Niat Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadan
Sebelum melakukan mandi dan keramas, sebaiknya membaca niat sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Berikut bacaan doa niatnya:
“Nawaitu ghusla lidukhuli romadoona sunnatan lillahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat mandi menjelang atau sebelum Ramadhan sunnah karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadan
Berikut langkah-langkah tata cara mandi dan keramas sebelum puasa Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
- Niat
-
Niat dapat dibaca dalam hati atau diucapkan secara lisan sebelum memulai proses mandi.
-
Membersihkan Telapak Tangan
-
Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali seperti berwudhu, agar terhindar dari najis.
-
Membersihkan Kemaluan
-
Bersihkan kemaluan hingga dubur menggunakan sabun untuk menghilangkan kotoran yang mungkin masih menempel.
-
Mencuci Kedua Tangan dengan Sabun
-
Setelah membersihkan kemaluan, cuci kembali kedua tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih.
-
Berwudhu
-
Lanjutkan dengan berwudhu seperti biasanya sebelum salat.
-
Mengguyur Keseluruhan Badan
-
Guyur air ke seluruh tubuh dari ujung rambut hingga pori-pori kulit.
-
Keramas
- Mulai dari atas kepala, basahi rambut sebanyak tiga kali.
- Gunakan jari-jari yang sudah basah untuk menyela pangkal rambut hingga mencapai kulit kepala.
-
Jika kulit kepala sudah terbasahi, ulangi mengguyur dari atas kepala sebanyak tiga kali.
-
Bilas Tubuh
- Saat membilas tubuh, mulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan dengan bagian kiri dengan menggunakan air.
- Pastikan setiap bagian tubuh terkena air.
Doa Sesudah Mandi
Setelah selesai mandi dan keramas, bacalah doa keluar dari kamar mandi seperti biasa. Selain itu, Anda juga bisa membaca doa berikut:
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya:
“Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”
Hukum Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadan
Meskipun mandi dan keramas sebelum puasa Ramadan bukan termasuk keharusan, namun hal ini disunnahkan karena merupakan kebiasaan Rasulullah SAW. Dalam hadis disebutkan bahwa beliau pernah mandi sebelum salat subuh karena sedang dalam keadaan junub, dan kemudian melanjutkan puasa.
Dari sini, kita dapat memahami bahwa mandi besar bukan wajib, tetapi merupakan amalan yang dicintai oleh Allah. Dalam beberapa hadis lain, Rasulullah SAW juga pernah mandi sebelum salat Jumat dan salat Id, sehingga mandi sebelum puasa Ramadan dianggap sebagai sunnah.
Namun, bagi muslim yang ingin melaksanakan mandi dan keramas sebelum puasa Ramadan, tidak ada larangan. Karena itu, mandi dan keramas bisa menjadi cara untuk menyucikan diri dan memperkuat semangat menjelang bulan puasa.












