Budaya  

Jadwal Berbuka Puasa Tunggu Hasil Sidang Isbat Penentu 1 Ramadan 1447 H, Doa Melihat Hilal

Jadwal Puasa Ramadan 1447 H dan Persiapan Libur Nasional Tahun 2026

Jelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 H atau tahun 2026, masyarakat sedang menantikan hasil sidang isbat yang akan menentukan awal puasa. Kementerian Agama (Kemenag) telah menjadwalkan pelaksanaan sidang isbat awal puasa pada 17 Februari 2026 mendatang. Sidang ini menjadi momen penting untuk menentukan tanggal 1 Ramadan 1447 H.

Dalam perhitungan yang dilakukan pemerintah, kemungkinan besar 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 19 Februari 2026. Namun, kepastian tersebut masih menunggu hasil sidang isbat. Pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan kriteria imkanur rukyat dalam menentukan awal bulan puasa.

Ramadhan Versi Pemerintah dan Libur Nasional

Sementara itu, pemerintah Indonesia belum memberikan informasi resmi terkait penentuan 1 Ramadan 1447 H/2026. Jika pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan 2026, maka penetapan ini akan menjadi rujukan penting bagi sekolah-sekolah dalam merencanakan libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pemerintah juga telah menetapkan libur Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Ketenagakerjaan. Dalam SKB tersebut, libur Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026. Diperkirakan puasa Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 berlangsung selama 30 hari.

Berikut daftar lengkap hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026:

Hari Libur Nasional 2026

  • Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi
  • Jumat, 16 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
  • Selasa, 17 Februari 2026: Tahun baru Imlek 2577 Kongzili
  • Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
  • Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
  • Jumat, 3 April 2026: Wafat Yesus Kristus
  • Minggu, 5 April 2026: Kebangkitan Yesus Kristus atau Paskah
  • Jumat, 1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional
  • Kamis, 14 Mei 2026: Kenaikan Yesus Kristus
  • Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 Hijriah
  • Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE
  • Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
  • Selasa, 16 Juni 2026: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
  • Senin, 17 Agustus 2026: Proklamasi Kemerdekaan
  • Selasa, 25 Agustus 2026: Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Jumat, 25 Desember 2026: Kelahiran Yesus Kristus

Cuti Bersama 2026

  • Senin, 16 Februari 2026: Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
  • Jumat, 15 Mei 2026: Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah
  • Kamis, 24 Desember 2026: Cuti bersama Kelahiran Yesus Kristus

Doa Menyambut Ramadan

Ada beberapa doa yang bisa dibaca untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Salah satunya adalah doa yang dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW saat melihat hilal:

Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiii limaa tuhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu.

Artinya:
“Allah Mahabesar, Ya Allah tampakkan hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.”

Doa lain yang bisa dibaca adalah:

Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna.

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” “Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadan, sungguh ia (Ramadan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.”

Sidang Isbat Awal Ramadan

Ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang isbat awal Ramadan. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasar perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat.

Panduan Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dulu memberikan panduan awal puasa berdasarkan perhitungan hisab. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.

Pakar ilmu falak dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, menjelaskan bahwa Muhammadiyah sejatinya telah mengeluarkan penjelasan resmi pada 27 Muharram 1447 H atau 22 Juli 2025 M melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Penjelasan tersebut dirilis ke publik pada 23 Juli 2025 silam.

Dalam penjelasan itu disebutkan bahwa awal Ramadan 1447 H yang sebelumnya tercantum dalam kalender cetak Muhammadiyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kemudian dikoreksi menjadi Rabu, 18 Februari 2026. Koreksi dilakukan setelah melalui kajian ilmiah yang mendalam dan diskusi intensif, termasuk dengan para ahli teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak hisab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *