Bisnis  

BRI Dukung Astacita, Targetkan Penyaluran KUR Perumahan Rp 8 Triliun

Strategi BRI dalam Mendukung Akses Hunian bagi Masyarakat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memiliki target yang jelas untuk meningkatkan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau sering disebut KUR Perumahan. Target ini ditetapkan sebagai bagian dari upaya BRI untuk mendukung akses hunian yang layak bagi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perseroan menargetkan penyaluran KPP sebesar Rp 8 triliun sepanjang 2026.

Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan nyata BRI terhadap program Asta Cita dan target 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Dengan jaringan luas yang dimiliki, BRI yakin mampu menjangkau MBR hingga ke pelosok negeri. Hal ini didukung oleh basis nasabah besar serta layanan BRI yang mencakup berbagai wilayah di Indonesia.

“Target tersebut didukung oleh kekuatan basis nasabah besar serta jaringan layanan BRI yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Dengan begitu, penyaluran KPR subsidi dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif, khususnya bagi MBR,” ujar Hery Gunardi.

Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI berkomitmen memperkuat sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan. Kontribusi BRI sejauh ini pun tergolong dominan di pasar nasional. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mencatat bahwa realisasi penyaluran KPP secara nasional sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp3.547 triliun. Dari angka tersebut, BRI menyumbang porsi sebesar 49 persen atau setara dengan Rp1.774 triliun.

Apresiasi dari Menteri PKP atas Kontribusi BRI

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atas kontribusi nyata Perseroan dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar menegaskan bahwa peran BRI sangat strategis, terutama dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah. Ia mencatat lonjakan signifikan kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi yang meningkat hingga 100%.

Pada 2024, BRI membiayai sekitar 16 ribu unit rumah subsidi, sedangkan pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 32 ribu unit. Angka ini menjadi salah satu kenaikan tertinggi di antara bank penyalur KPR subsidi.

“Saya datang kesini, bertemu dengan Direktur Utama BRI Pak Hery Gunardi untuk mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Betul, saya terima kasih sekali. Artinya, ada 32 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), baik petani, nelayan, buruh, asisten rumah tangga, sopir, pengemudi ojek, dan profesi lainnya yang kini dapat memiliki rumah berkat dukungan dan kerja keras BRI,” ujar Maruarar.

Dampak Ekonomi dan Penguatan Ekosistem Keluarga MBR

Sejalan dengan itu, Maruarar Sirait turut menekankan bahwa pembangunan dan penyaluran kredit rumah subsidi tidak hanya berdampak pada penerima manfaat secara langsung, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja serta perputaran ekonomi masyarakat. Dampak tersebut dirasakan mulai dari pekerja bangunan yang terlibat dalam pembangunan rumah subsidi, pelaku usaha toko material sebagai pemasok bahan bangunan, hingga para sopir angkutan yang mendistribusikan material ke lokasi pembangunan.

Selain memberikan multiplier effect bagi perekonomian, Maruarar juga menekankan pentingnya memastikan manfaat program perumahan berlanjut hingga peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini, ia menyoroti peran ekosistem BRI Group melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Menurutnya, Program PNM Mekaar sebagai pembiayaan ultra mikro dinilai efektif membantu ibu rumah tangga dalam mengembangkan usaha, seperti kuliner hingga kerajinan tangan.

Dukungan BRI terhadap program ini menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil, sekaligus membangun ekosistem berkelanjutan antara penyediaan hunian layak dan penguatan ekonomi keluarga guna mendorong peningkatan kesejahteraan.

Tercatat, hingga saat ini, lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar telah naik kelas dan memperoleh akses layanan keuangan melalui Pegadaian dan BRI, sehingga dapat mengembangkan usaha secara lebih luas.

Mandat Bisnis yang Berpihak pada Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi pun menyambut baik apresiasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sekaligus menegaskan bahwa sebagai bank rakyat di Indonesia, BRI secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada segmen masyarakat kecil.

“BRI saat ini memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan distribusi yang luas tersebut, kami dengan senang hati mendukung penyaluran berbagai program pemerintah. Kekuatan jaringan ini menjadikan BRI memiliki kesiapan ekosistem yang kuat untuk mendukung dan mempercepat implementasi program-program strategis pemerintah, termasuk di sektor perumahan,” ucap Hery.

Sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses hunian, diketahui sepanjang 2025 BRI telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Dari total tersebut, sekitar 97 % disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang berkontribusi langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi MBR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *