Pendekatan BYD dalam Edukasi dan Inovasi di IIMS 2026
BYD tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga membangun mimpi melalui inovasi teknologi tinggi. Di tengah tren elektrifikasi yang semakin pesat, BYD mengedepankan edukasi sebagai kunci utama dalam memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi salah satu wadah strategis untuk menyebarluaskan pemahaman tentang mobil listrik.
Di booth-nya yang berada di Hall D7 JIExpo Kemayoran, BYD mengusung tema “Infinite Innovation” sebagai ruang eksplorasi teknologi. Tema ini dirancang agar pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman penggunaan kendaraan energi baru, terutama BEV. Mulai dari teknologi inti hingga interaksi langsung dengan produk, BYD menawarkan pengalaman yang menyeluruh.
Edukasi Masyarakat Melalui Komunitas Beyond
Di IIMS 2026, BYD juga mengajak komunitas Beyond untuk berinteraksi dengan pengunjung. Komunitas resmi pengguna kendaraan listrik BYD di Indonesia ini memiliki lebih dari 2.400 anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, Beyond juga memiliki sub-komunitas Beyond Ladies yang fokus pada perempuan, baik pemilik kendaraan maupun pasangan pemilik.
Talkshow yang digelar pada Sabtu, 7 Februari lalu, menjadi ajang dialog antara BYD dan para pengguna. Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa booth BYD dirancang sebagai ruang eksplorasi dan dialog, di mana pengunjung bisa mengenal produk, mencoba teknologi, serta mendengar cerita langsung dari para pengguna.

Edukasi Mahasiswa
Beberapa bulan sebelum IIMS 2026, BYD telah melakukan roadshow ke universitas-universitas di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi tentang mobil listrik, khususnya produk BYD. Roadshow pertama digelar di UNDIP Semarang pada 26 September 2025, diikuti oleh dosen, dekan, dan mahasiswa dari berbagai jurusan seperti Teknik Mesin, Arsitektur, hingga Bisnis Digital.
Selanjutnya, BYD bergerak ke ITB Bandung pada 3 Oktober 2025, bekerja sama dengan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) serta NCSTT (National Center for Sustainable Transportation Technology) ITB. Acara ini dilakukan dengan format interaktif, mulai dari sesi Knowledge Sharing hingga praktik langsung.
Edukasi Media dan KOL Otomotif
Para jurnalis dan KOL otomotif juga menjadi sasaran edukasi BYD. Di mata BYD, media merupakan mitra penting dalam membangun ekosistem EV yang sehat. Sesi sharing BYD Tech Auto Talks membahas teknologi penggerak listrik terbaru BYD, yaitu platform e3 ke e4.
Platform e3 menggunakan tiga motor, satu di depan dan dua di belakang, sedangkan e4 memakai empat motor yang terletak di masing-masing roda. Bobby Bharata, Head of Product BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa penjabaran teknologi ini tidak sesederhana itu karena ada berbagai turunan dan teknologi yang membedakan kedua platform ini.

Inovasi Teknologi BYD
Platform e3 digunakan pada Denza Z9 GT, sementara e4 tertanam di hypercar Yangwang U9. Platform e3 memungkinkan distribusi torsi diatur secara individual pada tiap roda, fitur yang jarang ditemui pada EV konvensional. Empat pilar utamanya meliputi 3 Independent Motor, teknologi Cell to Body (CTB), rear wheel steering hingga 20 derajat, serta Vehicle Motion Control (VMC) khusus mobil listrik.
Sistem ini menjadi bagian dari filosofi Xuanji Architecture BYD. Untuk mendukung kecerdasan berkendara, platform e3 dan e4 dibekali 33 sensor serta 2 LiDAR. Seluruh data diproses oleh VMC yang mampu mengatur torsi tiap roda dalam hitungan milidetik, menciptakan efek torque vectoring presisi saat menikung cepat.

Performa Tinggi dan Keamanan
Jika e3 merepresentasikan luxury performance, maka e4 adalah level ekstrem. Platform ini memakai empat motor listrik independen (quad motor) yang menghadirkan respons akselerasi nyaris tanpa jeda. Ada juga CTB generasi terbaru, sasis performa tinggi, dan orientasi tenaga maksimal. Yangwang U9 menjadi contoh nyata: tenaga 1.300 PS, torsi 1.680 Nm, akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,36 detik, dan kecepatan puncak 496,2 km/jam.
Mobil ini juga mampu menuntaskan 400 meter di bawah 10 detik. Material carbon fiber, carbon steel, dan aluminium memperkuat struktur, sementara suspensi pintar Disus-X memungkinkan kontrol gerak bodi aktif, bahkan sanggup membuat mobil “meloncat” kecil dalam situasi ekstrem.

Peran BYD dalam Ekosistem EV Indonesia
BYD memahami bahwa revolusi tak lahir dari brosur spesifikasi, melainkan dari pemahaman. Dengan pendekatan edukasi, BYD berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan mobil listrik. Penjualan EV nasional pada Januari 2026 mencapai sekitar 8.000 unit, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sekitar 2.500 unit pada periode yang sama di tahun lalu.
Dari jumlah itu, penjualan kendaraan EV BYD mencapai sekitar 5.200 unit, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Performa ini membawa pangsa pasar BYD di segmen EV nasional menembus lebih dari 60 persen, menegaskan perannya dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan pendekatan edukasi, BYD tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan elektrifikasi. Ketika booth berubah menjadi ruang dialog, kampus menjadi laboratorium gagasan, dan komunitas menjadi mitra tumbuh bersama, di situlah elektrifikasi menemukan fondasinya.












