Cara Kejam 2 Pelaku Bunuh Siswa SMP 26 Bandung di Kampung Gajah dengan Sangkur

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Remaja di Kampung Gajah

Dua pelaku pembunuhan terhadap ZAAQ (14), seorang siswa SMP 26 Bandung, ditangkap di Garut setelah melakukan tindakan keji. Kedua pelaku berinisial YA (16) dan APM (17) ditangkap karena membunuh korban akibat sakit hati setelah diputus pertemanan.

Pembunuhan terjadi pada 9 Februari 2026 dengan cara yang sangat sadis. Korban dipukul menggunakan botol dan kemudian ditusuk delapan kali dengan sangkur. Jasadnya ditinggalkan di semak-semak Kampung Gajah, Bandung Barat. Jasad ditemukan pada 15 Februari 2026 oleh tim TTM saat sedang melakukan eksplorasi. Awalnya mereka mencium bau busuk yang ternyata berasal dari tubuh korban.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengatakan bahwa kedua pelaku tertangkap di Garut. “Ada dua pelaku yang kami amankan dini hari tadi di Garut,” ujar AKBP Niko. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku memberikan pengakuan kepada polisi tentang bagaimana mereka membunuh korban dan alasan di balik tindakan tersebut.

Pelaku mengaku bahwa pembunuhan itu dilakukan setelah korban memilih putus pertemanan. Hal ini membuat pelaku merasa sakit hati. “Pelaku merasa sakit hati terhadap korban,” kata Niko. “Korban memberikan pernyataan sikap bahwa untuk menghentikan pertemanan dengan pelaku,” imbuhnya.

Cara Sadis Pelaku

Korban siswa SMP 26 Bandung berinisial ZAAQ ini dibunuh secara sadis oleh pelaku. Pembunuhan itu terjadi pada Senin (9/2/2026). Artinya, korban sempat dibiarkan membusuk selama sekitar lima hari sebelum jasadnya ditemukan.

Pembunuhan yang dilakukan pelaku rupanya sudah direncanakan, khususnya oleh pelaku utama inisial YA (16). Pelaku menyiapkan senjata berupa sangkur dan belat untuk menganiaya korban secara sadis. Bahkan, pelaku jauh-jauh berangkat dari Garut ke Bandung demi melakukan pembunuhan tersebut.

AKBP Niko menjelaskan bagaimana pelaku menganiaya korban. Bermula dari pelaku menggunakan botol yang ditemukan di sekitar TKP yang dihantamkan ke kepala korban. Kemudian pelaku kemudian membabi buta menggunakan sangkur. “Pelaku secara keji menusukkan pisau sebanyak delapan kali ke bagian perut korban,” kata AKBP Niko. Usai membunuh korban, YA dan rekannya kemudian meninggalkan jasad korban di semak-semak.

Kronologi Penemuan

Sosok yang pertama kali menemukan jasad ZAAQ adalah salah satu anggota TTM. Anggota TTM itu menguraikan cerita dalam siaran langsung-nya di TikTok. Ia mengaku awalnya ia dan tim datang ke lokasi pada Kamis malam.

Momen tim TTM menuju ke lokasi itu kabarnya cukup berat dan penuh tantangan. “Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora,” ungkap anggota TTM. Sebelum memutuskan untuk ke Bandung Barat, anggota TTM sempat punya firasat yang membingungkan.

Hingga akhirnya mereka yang awalnya baru saja syuting di Banten, langsung bergegas pergi ke Bandung dalam waktu beberapa jam. “Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin,” pungkas anggota TTM.

Setibanya di lokasi yakni di bekas wisata Kampung Gajah, anggota TTM dibuat tak nyaman dengan bau tak sedap. Namun kala itu mereka mencoba berpikiran positif yakni bau busuk itu adalah bangkai hewan. “Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus,” ujar anggota TTM.

Hingga akhirnya bau menyengat tersebut makin tercium ke hidung anggota TTM sehingga membuat mereka tidak nyaman. Salah satu anggota TTM pun mencoba mencari sumber bau dan menemukan ada hewan mati. “Ketika kita siap-siap, siapin tempat duduk, tripod, lighting, tiba-tiba nambah lagi ciuman bau bangkainya. Mang gege cek ternyata ada kucing meninggal. Aku kira cuma kucing itu yang meninggal, aku dekatin bau kucingnya, ternyata kucingnya enggak bau gini, kayak masih segar lah, baru digerumutin lalat,” kata anggota TTM.

Tapi setelah hewan yang mati itu dibuang, bau tak sedap di lokasi masih tercium menyengat. Anggota TTM lain pun akhirnya mengecek ke sumber bau busuk yang mereka cium. “Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita. Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, mang gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh,” ungkap anggota TTM.

Mereka akhirnya menemukan sumber bau tak sedap yakni berasal dari jasad remaja yang tergeletak. “Mang gege nyamperin ke sana, cari titik bau tersebut. Ketika mang gege maju ke depan ke arah tempat eksplore kita ternyata menemukan mayat yang tergeletak ternyata baunya mang gege juga enggak kuat, dia balik teriak-teriak,” imbuh anggota TTM. Mengetahui hal tersebut, anggota TTM yang memegang kamera langsung merekam penemuan jasad remaja tersebut.

Hal itu dilakukan agar TTM tidak dicurigai sebagai penyebab kematian korban. “Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam,” akui anggota TTM. Saat pertama kali melihat jasad remaja tersebut, anggota TTM sempat mengira korban adalah perempuan. Tapi nyatanya jasad yang tergeletak itu adalah laki-laki. “Awal aku datangin aku lihat semacam si korbannya tuh kayak cewek. Karena aku lihatnya dari belakang. Pas aku lihat kayak cewek, karena kayak ada rambutnya. Tapi yang aku anehin, di sini (atas) rambutnya pendek tapi belakangnya panjang,” pungkas anggota TTM.

Exit mobile version