Apresiasi Pemer政府 Provinsi NTT terhadap KSP Kopdit Harmoni Jaya
KSP Kopdit Harmoni Jaya, yang telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXV tahun buku 2025, mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun perkembangan aset dan keanggotaan bergerak perlahan, kehadiran KSP ini secara tidak langsung telah membantu anggota dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Salah satu langkah penting yang harus dilakukan di masa depan adalah kolaborasi antara pengurus, pengawas, dan manajemen. Dengan meningkatkan daya kreativitas dan inovasi, KSP Kopdit Harmoni Jaya dapat lebih maju dan berkembang.
Peran Koperasi dalam Mengatasi Kemiskinan
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Dr. Jusuf Lery Rupidara, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan RAT KSP Kopdit Harmoni Jaya tahun buku 2025 di Kupang, Minggu (15/2/2026). Ia menolak pandangan bahwa koperasi hanya untuk orang miskin. Justru sebaliknya, koperasi bisa menjadi alat untuk mengurangi kemiskinan di Provinsi NTT.
Data yang disampaikan oleh Rupidara menunjukkan bahwa sekitar 30 persen penduduk NTT, atau sekitar 1,8 juta orang, merupakan anggota koperasi. Hal ini membuktikan bahwa koperasi sangat dibutuhkan dalam masyarakat saat ini.
Ia juga menekankan bahwa anggota yang sudah masuk dalam KSP Kopdit Harmoni Jaya wajib bersyukur karena melalui wadah ini, semangat solidaritas terus tumbuh. “Sekarang ini kita kenal ada kapitalis dan koperasi. Kapitalis lebih bergerak kepada modal sedangkan koperasi bicara soal manusia. Kapitalis mementingkan persaingan bisnis sedangkan koperasi memiliki semangat solidaritas,” ujarnya.
Koperasi sebagai Wadah Solidaritas
Menurut Rupidara, prinsip koperasi adalah saling bantu. “Kamu susah kami bantu, kami susah kamu bantu.” Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Ketua KSP Kopdit Harmoni Jaya. Ia berharap agar seluruh pihak di KSP Harmoni Jaya dapat duduk bersama dan berunding untuk kemajuan bersama.
“Uang bukan tujuan utama tetapi yang dituntut adalah produktivitas. Anggota pinjam uang jangan untuk kebutuhan konsumtif tetapi perbaiki kualitas hidup. Kenapa MPL tinggi di Provinsi NTT karena persoalan konsumtif bukan produktif,” tegas Rupidara.
Pentingnya Keanggotaan Aktif
Wakil Ketua I Puskopdit Bekatigade Timor, Lambertus Ara Tukan, menekankan pentingnya keanggotaan aktif dan pasif. Menurutnya, anggota koperasi yang diperlukan adalah anggota pasif, yaitu yang rajin meminjam, menyimpan, dan melakukan cicilan secara teratur.
“Koperasi tidak akan maju jika keanggotan aktif dimana hanya menyimpan tanpa melakukan pinjaman,” kata Lambertus. Dalam setiap kegiatan RAT, anggota sebagai pemilik koperasi wajib memberikan masukan kepada manajemen agar terus bertumbuh.
Melalui koperasi, pemerintah juga bisa membantu mengatasi kemiskinan dan mencegah praktik tengkulak dengan bunga yang tinggi. “Melalui koperasi bisa mendukung kesejahteraan keluarga asalkan dikelola secara baik tidak untuk konsumtif,” pesan Lambertus.
Harapan untuk Masa Depan KSP Kopdit Harmoni Jaya
Ketua KSP Kopdit Harmoni Jaya, Anwar Gemar, menegaskan bahwa menjadi anggota koperasi bukan sebagai penonton tapi penggerak koperasi. “Harus memegang prinsip ‘kamu susah kami bantu, kami susah kamu bantu’.”
Memasuki tahun buku 2026, KSP Kopdit Harmoni Jaya telah melakukan beberapa perubahan. Melalui RAT ini, mereka akan evaluasi bersama kinerja tahun buku 2025 dan membahas program kerja tahun buku 2026. “Untuk itu saya ajak mari kita bergandengan tangan membesarkan KSP kita ini,” kata Anwar singkat.
Catatan untuk Pengurus dan Manajemen
Penasehat KSP Kopdit Harmoni Jaya, Drs. Gasim, memberikan catatan kepada pengurus soal peningkatan keanggotaan dan aset kedepannya. Ia mencontohkan beberapa koperasi di NTT yang sukses meskipun berada di pelosok seperti Koperasi Pintu Air dan Koperasi Obor Mas yang memiliki aset triliunan.
Awal mula kehadiran KSP ini memang terseok-seok, tetapi melalui sosok Ardona yang merupakan penggerak utama, KSP ini tetap eksis hingga hari ini.
“Koperasi ini apakah jalan begini saja tapi harus bergerak maju. Kepada pengurus baru buat program yang ada lompatan. Tempatkan SDM yang profesional, manajemen berkualitas, perbanyak anggota dan modal besar. Perlu studi banding ke koperasi yang sudah maju,” katanya.
Optimisme dari General Manager
General Manager KSP Kopdit Harmoni Jaya, Akbar Baso, menyampaikan bahwa estafet kepemimpinannya belum genap setahun terhitung sejak Agustus 2025 lalu. Untuk itu dirinya menaruh harapan positif pada anggota yang ada untuk bergerak bersama membesarkan koperasi ini.
Semua masukan yang disampaikan pemerintah maupun pengurus, pengawas menjadi bahan kajian ditingkat manajemen untuk lebih bekerja maksimal pada tahun buku berikutnya.
“Untuk program kerja tahun buku 2026 tentu kami sebagai manajemen mengamankan keputusan melalui RAT. Manajemen adalah eksekutor apa yang sudah diputuskan pengurus bersama anggota melalui RAT. Tapi saya mau sampaikan bahwa untuk aset dan keanggotaan pada tahun buku 2025 ini mengalami peningkatan dan kita berharap tahun berikutnya lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.












