12 Menu Favorit Nabi Muhammad SAW untuk Berbuka, Ada Kurma dan Labu

Menu Berbuka yang Disukai Nabi Muhammad SAW

Berbuka puasa bukan hanya sekadar memenuhi rasa lapar, tetapi juga momen untuk meraih keberkahan. Dalam tradisi Islam, menu berbuka puasa yang disajikan oleh Nabi Muhammad SAW memiliki nilai ibadah dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Berikut adalah 12 makanan favorit beliau yang bisa menjadi inspirasi dalam menyajikan hidangan berbuka.

1. Kurma

Kurma merupakan salah satu makanan favorit Nabi yang sering dikonsumsi. Dalam bahasa Arab, kurma matang disebut ruthab, sedangkan yang kering disebut tamr. Jenis yang paling disukai adalah kurma Ajwa yang berasal dari Madinah dan sering disebut sebagai kurma Nabi. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa siapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari akan terlindungi dari racun dan sihir pada hari itu. Kurma lazim dijadikan menu pembuka saat berbuka puasa dan dianjurkan dimakan dalam jumlah ganjil.

2. Daging Kambing

Daging kambing termasuk hidangan yang disukai Rasulullah SAW. Dalam riwayat dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa beliau menyukai paha kambing dan memakannya dalam sebuah jamuan. Olahan kambing pun beragam, seperti sate, gulai, tongseng, dan lainnya.

3. Madu

Madu adalah cairan manis hasil produksi lebah yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Selain sebagai bahan pangan, madu juga dikenal memiliki khasiat pengobatan. Dalam hadis disebutkan bahwa madu merupakan obat bagi berbagai penyakit, sebagaimana Al-Qur’an menjadi penawar bagi penyakit hati. Madu dapat diminum langsung atau dicampurkan ke dalam makanan dan minuman.

4. Roti Gandum

Roti berbahan gandum juga termasuk makanan yang baik. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah, disebutkan bahwa roti bersama minyak dan cuka merupakan nikmat Allah dan termasuk makanan terbaik bagi penghuni dunia dan akhirat.

5. Susu

Meski tergolong minuman, susu memiliki banyak manfaat. Dalam riwayat Ibn Majah dijelaskan bahwa susu dapat menguatkan tulang, mengurangi kelemahan, dan menjaga penglihatan. Susu dapat menjadi pilihan menu sahur untuk membantu menjaga stamina saat berpuasa.

6. Talbinah

Talbinah adalah sajian berbahan gandum yang dicampur kurma atau madu. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari disebutkan bahwa talbinah dapat menenangkan hati orang yang sakit dan meringankan kesedihan. Meski belum umum di Indonesia, menu ini bisa dijadikan alternatif hidangan sahur atau berbuka.

7. Tsarid

Tsarid merupakan makanan berupa roti yang disiram kuah daging lengkap dengan sayur dan rempah. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, tsarid disebut sebagai makanan yang memiliki keutamaan dibanding hidangan lain. Di Indonesia, hidangan ini mirip dengan sup berkuah yang hangat dan menyegarkan.

8. Buah Zaitun

Zaitun termasuk buah yang diberkahi dan disebut dalam Al-Qur’an. Dalam hadis riwayat Al-Tirmidzi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengonsumsi zaitun serta menggunakan minyaknya. Di Indonesia, zaitun umumnya tersedia dalam bentuk minyak atau olahan lainnya.

9. Kismis

Kismis adalah anggur yang dikeringkan. Dalam riwayat Abu Nu’aym al-Isfahani disebutkan bahwa kismis dapat mencerahkan wajah dan membantu mengurangi dahak. Kismis bisa ditambahkan dalam roti atau dikonsumsi langsung.

10. Anggur

Selain dalam bentuk kering, Rasulullah SAW juga menyukai anggur segar. Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Muslim ibn al-Hajjaj. Anggur dapat menjadi alternatif hidangan pembuka selain kurma saat berbuka.

11. Labu

Labu juga termasuk makanan yang dianjurkan. Dalam hadis riwayat Muslim ibn al-Hajjaj, Nabi menganjurkan agar memperbanyak labu dalam masakan karena dapat menghilangkan kesedihan hati. Labu bisa diolah menjadi sayur maupun campuran minuman.

12. Buah Tin

Buah tin disebut dalam Al-Qur’an dan diyakini memiliki banyak manfaat. Dalam riwayat Ad-Dailami disebutkan bahwa tin bermanfaat bagi kesehatan, termasuk membantu mengatasi wasir dan asam urat. Tin dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun kering.

Meneladani pola makan Rasulullah SAW bukan berarti kita harus makan berlebihan. Inti dari sunnah beliau adalah keseimbangan. Dengan memilih menu yang disukai Nabi, kita tidak hanya menyehatkan raga, tapi juga meniatkannya sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di bulan yang suci ini.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *