Pergerakan Pasar Saham yang Menunjukkan Kenaikan
Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Hal ini terlihat dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus beli bersih dari investor asing. Perkembangan ini terjadi meskipun masih ada ketidakpastian mengenai kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pada Senin (23/2/2026), IHSG ditutup naik sebesar 1,5% ke level 8.396,08. Ini merupakan penutupan tertinggi sejak 28 Januari 2026, setelah pasar sempat terpuruk akibat sentimen interim freeze MSCI. Selain itu, pasar juga kembali ramai dengan aliran masuk dana dari investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net buy selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Nilai net buy asing tercatat sebesar Rp1,44 triliun pada 18 Februari 2026, kemudian Rp387,02 miliar pada 19 Februari 2026, Rp240,57 miliar pada 20 Februari 2026, dan Rp1,14 triliun pada 23 Februari 2026. Meski demikian, secara keseluruhan, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp13,27 triliun sepanjang tahun 2026.
Dampak Sentimen Global Terhadap Pasar
Perkembangan pasar saham Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sentimen global yang memengaruhi keputusan investor. Salah satu faktor utama adalah pembatalan sebagian tarif dagang oleh Mahkamah Agung AS. Tarif tersebut sebelumnya diterapkan berdasarkan dasar hukum IEEPA, namun kini dibatalkan. Namun, Gedung Putih tetap mempertahankan kebijakan tarif dengan opsi penggunaan dasar hukum lain, termasuk kemungkinan penerapan tarif global 15%.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, dampak kebijakan tarif AS terhadap IHSG terjadi melalui dua jalur utama: sentimen global dan transmisi makroekonomi. Meskipun pembatalan dianggap sebagai pengurangan tail risk, volatilitas global belum sepenuhnya mereda. Namun, aset berisiko seperti saham bisa terangkat.
Namun, karena pemerintah AS tetap mempertahankan stance proteksionisme, ketidakpastian kebijakan masih ada. Hal ini dapat menahan rerating valuasi dan membuat arus dana asing lebih selektif.
Prediksi dan Rekomendasi Investor
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa pembatalan tarif dagang Trump oleh Supreme Court AS memberikan dampak positif terhadap IHSG dan pasar global. IHSG yang naik 1,5% pada awal pekan ini menjadi bukti adanya sentimen positif.
Secara jangka pendek, sentimen ini akan memberikan dorongan positif. Sementara itu, secara jangka panjang, kepastian perekonomian yang lebih baik semakin terlihat. Namun, Nico menegaskan bahwa investor harus tetap waspada terhadap langkah-langkah selanjutnya yang dilakukan AS terkait tarif dagang.
Rekomendasi Sektor dan Saham
Dengan adanya sentimen positif ini, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan investor untuk memilih sektor yang sesuai dengan business plan pemerintah. Sektor-sektor yang disarankan antara lain consumer non-cyclical, energy, property, dan basic materials.
Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang besar untuk menguji level 8.400 jika stabil di atas posisi 8.350. Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Prabowo-Trump. Secara hukum, Indonesia belum terikat karena perjanjian masih menunggu ratifikasi di DPR.
Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati investor, antara lain PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR).
Catatan Penting
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












