Sumber Penghasilan Ipda Purnomo dan Awal Mula Bantu Ratusan ODGJ, PPPK, dan Pemulung

Sosok Ipda Purnomo: Seorang Polisi yang Menjadi Penyelamat bagi ODGJ dan Masyarakat

Ipda Purnomo, seorang polisi asal Jawa Timur, telah menjadi sorotan publik berkat aksi-aksi kemanusiaannya yang konsisten. Ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Berkas Bersinar Abadi, sebuah yayasan yang fokus pada pelayanan dan perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dengan semangat yang luar biasa, ia menjalankan berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan kepada guru PPPK dan pemulung.

Awal Mula Keterlibatan dalam Aksi Sosial

Keberadaan Ipda Purnomo dalam dunia kemanusiaan dimulai saat ia masih bertugas di Polsek Babat sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran, Lamongan. Saat itu, ia melihat banyak ODGJ yang tidak terurus dan memutuskan untuk membantu mereka. Kepekaannya terhadap kondisi tersebut mendorongnya untuk mengambil inisiatif menolong.

“Melihat ada ODGJ keliaran jadi kasihan, makanya muncul inisiatif menolongnya,” ujarnya. Dari sini, ia mulai merasa terpanggil untuk memberikan bantuan lebih lanjut kepada ODGJ.

Dukungan dari Keluarga dan Kesulitan yang Dihadapi

Ia sangat bersyukur karena dukungan penuh dari sang istri, Lilik Ika Wahyuni (45), yang juga ikut serta dalam proses perawatan ODGJ. Bahkan, ia mengaku bahwa istrinya pernah ikut memandikan ODGJ yang dibawanya pulang ke rumah.

Namun, tak semua hal mudah. Ia sering menghadapi tantangan seperti penolakan dari lingkungan sekitar dan keterbatasan fasilitas medis. “Oleh pihak rumah sakit ditolak, karena enggak ada KTP keluarga. Kemudian saya ditawari, agar ditaruh di yayasan swasta dengan biaya Rp 3,5 juta per bulan,” kenangnya.

Mendirikan Yayasan Sendiri

Dari pengalaman tersebut, Ipda Purnomo akhirnya memutuskan untuk mendirikan yayasan sendiri agar bisa merawat ODGJ secara berkelanjutan. Ia juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, sebelum yayasan tersebut resmi beroperasi.

“Awalnya itu disuruh ikut bernaung di bawah Dinas Kesehatan karena merawat ODGJ butuh obat. Tapi, karena tidak sekadar obat dan butuh keperluan lain yang dibutuhkan ODGJ, maka disarankan untuk ikut Dinas Sosial,” ujar Pak Pur.

Pendapatan Tambahan dari YouTube

Selain bantuan dari berbagai pihak, Ipda Purnomo juga memperoleh pemasukan tambahan dari konten YouTube untuk menopang operasional yayasan yang kini merawat sekitar 395 ODGJ. Dengan berbagai video yang ia unggah, ia berhasil menyebarkan kesadaran tentang pentingnya perawatan ODGJ dan juga membantu finansial yayasan.

“Saya itu sedih namun bahagia. Sedih ketika melihat ODGJ dipasung seperti di Blitar, yang hendak saya ajak tapi ibunya menolak. Namun bahagia, ketika anak itu akhirnya sembuh dan memeluk ibunya saat dijemput di Lamongan,” tuturnya.

Bantuan kepada 39 Guru PPPK

Pada Rabu (18/2/2026), Ipda Purnomo menyerahkan bantuan sebesar Rp 11,7 juta kepada 39 guru PPPK di Tuban yang kontraknya tidak diperpanjang. Bantuan ini diharapkan bisa memberikan keringanan kepada para guru.

“Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” katanya. Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan guru, Lilik Rri Hidayati.

Bantuan kepada Seorang Pemulung

Tidak hanya itu, Ipda Purnomo juga membantu seorang pemulung bernama Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Lamongan. Ia bertemu Muntama secara tak sengaja saat berkendara dan melihatnya memikul karung berisi rongsokan.

“Saya terenyuh dan saya beri Rp 1 juta untuk belanja keperluan selama Ramadan,” kata Purnomo.


Exit mobile version