Misteri Potongan Tubuh di Ketewel: Mutilasi atau Kekerasan?

Penemuan Potongan Tubuh di Pantai Ketewel, Polda Bali Lakukan Investigasi Mendalam

Penemuan potongan tubuh di Pantai Ketewel, Denpasar, telah memicu penyelidikan intensif oleh Polda Bali dan Polres Gianyar. Tim penyidik kini fokus pada identifikasi korban, termasuk mencari kemungkinan keterkaitan dengan seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang dilaporkan hilang.

Polda Bali melakukan berbagai langkah untuk mengungkap teka-teki penemuan jasad yang menggegerkan masyarakat Bali. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah evakuasi seluruh potongan tubuh ke Rumah Sakit Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar. Di sana, tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor bekerja keras untuk mengambil sampel DNA guna kepentingan autopsi dan pencocokan data.

Penyelidikan ini sangat penting karena polisi harus memastikan identitas asli korban, terutama dalam situasi adanya laporan orang hilang dalam waktu dekat ini. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah mencocokkan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas.

“Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak,” ujarnya.

Selain uji DNA, polisi juga sedang mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. Meskipun ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.

Menurut Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. Ia menyatakan bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Proses Olah TKP dan Tindakan Cepat dari Pihak Kepolisian

Lebih lanjut, Kabid Humas mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat.

“Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan-potongan tubuh tersebut,” ujar Kombes Pol Ariasandy.

Kekejaman pelaku dalam kasus ini terlihat dari kondisi potongan tubuh yang ditemukan. Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis.

“Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar,” ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.

Polisi menduga potongan-potongan tersebut sengaja dibuang ke air, dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut. Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.

“Sebagian besar bagian tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu, sebagian lengan kanan kiri, dada, kemudian bagian paha yang ditemukan. Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan,” bebernya.

Pemeriksaan Forensik dan Analisis Lebih Lanjut

Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi keji ini, sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik. Selain fokus pada bukti fisik, tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat tersebut guna melacak jejak pelaku.

Forensik RSUP Sanglah Sebut Ini

Potongan tubuh yang ditemukan terdiri dari bagian kepala, dada, bahu, lengan, dan paha. Diduga kuat, potongan tersebut merupakan korban mutilasi. Setelah ditemukan, bagian tubuh itu langsung dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. Nola Margaret Gunawan, mengungkapkan potongan tubuh tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 16.00 Wita dalam kondisi sudah membusuk lanjut. “Yang mengantar dari Polsek Sukawati sudah dalam membusuk lanjut. Baru sampai di situ saja pemeriksaan yang kami lakukan, jadi masih berkoordinasi lebih detail dengan Polsek Sukawati,” jelas dr. Nola, Jumat (27/2/2026).

Ia memperkirakan waktu kematian korban sudah lebih dari tiga hari, melihat kondisi jenazah yang mengalami pembusukan lanjut. Namun, pemeriksaan detail belum dilakukan karena kedatangan jenazah pada sore hari serta masih menunggu permintaan resmi autopsi dari pihak kepolisian, baik Polsek Sukawati maupun Polres Gianyar.

Exit mobile version