Kondisi Ellyas Pical Membaik, Legenda Tinju Indonesia Dapat Dukungan dari KONI
Ellyas Pical, juara dunia tinju profesional pertama asal Indonesia, kini sedang menjalani pemulihan kesehatan setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita karena penyakit jantung. Meski masa kejayaannya telah berlalu, ia tetap menjadi sosok penting dalam sejarah olahraga tanah air.
Pada 3 Maret 2026, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, mengunjungi Ellyas Pical yang saat ini menjadi salah satu staf KONI Pusat. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan dan doa agar kondisinya semakin membaik.
“Kami membesuk Pak Elly ke sini berharap kondisinya membaik,” kata Marciano Norman. Ia juga meminta masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kesembuhan sang legenda tinju.
Dukungan KONI untuk Kesehatan Ellyas Pical
Selain doa, KONI Pusat juga menjamin akses fasilitas kesehatan bagi Ellyas Pical. Termasuk bantuan dari BPJS dan layanan kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pihak KONI terhadap kesejahteraan para atlet yang pernah berkontribusi besar bagi olahraga nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Marciano Norman didampingi oleh beberapa jajaran KONI Pusat seperti Waketum I Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, Waketum II Mayjen TNI Soedarmo, Kabid Kesehatan Olahraga Marsma TNI Purn Rochmulyati, Wakabid Media dan Humas Tirto Prima Putra, serta Martinez dos Santos. Selain itu, hadir juga petinju legendaris La Paene Masara yang dekat dengan Ellyas Pical.
Profil Singkat Ellyas Pical
Ellyas Pical lahir pada 24 Maret 1957 di Kecamatan Saparua, Kota Saparua, Maluku. Di masa kecilnya, ia dikenal sebagai pencari ikan mas. Ketertarikannya pada tinju dimulai dari tayangan TVRI yang sering ia tonton. Salah satu idola yang memengaruhi adalah Muhammad Ali. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elly mulai berlatih tinju pada usia 13 tahun.
Sebagai atlet, Ellyas Pical dikenal dengan hook dan uppercut kiri yang akurat, cepat, dan keras. Kemampuannya ini membuatnya dijuluki The Exocet, nama rudal Prancis yang digunakan Inggris dalam Perang Malvinas.
Perjalanan Karier Ellyas Pical
Berikut adalah rangkuman perjalanan karier Ellyas Pical:
- Mulai berkarier dari tingkat kabupaten hingga internasional.
- Memulai karier profesional di kelas bantam junior sejak tahun 1983.
- Juara Orient and Pacific Boxing Federation (OPBF) setelah mengalahkan Hi-yung Chung dari Korea Selatan dengan angka 12 ronde di Seoul pada 19 Mei 1984.
- Meraih gelar juara International Boxing Federation (IBF) setelah membuat KO Chun Ju-do di Jakarta pada 3 Mei 1985 ketika berusia 25 tahun.
- Berhasil mempertahankan gelar dari Wayne Mulholland dari Australia pada 25 Agustus 1985.
- Kekalahan dari Cesar Polanco di Jakarta, namun berhasil mengalahkannya secara KO pada pertandingan ulang di Jakarta pada 5 Juli 1986.
- Mampu mempertahankan gelar dari Dong-chun Lee dari Korea.
- Kekalahan terjadi ketika kalah KO pada ronde 14 dari Khaosai Galaxy dari Thailand pada 1987.
- Berhasil merebut kembali gelar IBF dari Tae-il Chang dari Korea Selatan pada 17 Oktober 1987 dan berhasil mempertahankannya selama dua tahun.
- Akhirnya kehilangan gelar setelah kalah dari Juan Polo Perez dari Kolombia pada 14 Oktober 1989 di Virginia, Amerika Serikat.
Ellyas Pical tetap menjadi ikon dalam sejarah tinju Indonesia. Meski kini sedang menjalani pemulihan, dukungan dari KONI dan masyarakat tetap mengalir untuknya. Semoga kondisinya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.










