Program Mama Mau Naik Kelas Jadi Senjata Pendidikan Gubernur Khofifah di Madura

Program Mama Mau Naik Kelas: Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Madura

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan inisiatif program Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas (Mama Mau Naik Kelas) sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura. Program ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan gerakan terukur yang bertujuan mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan partisipasi lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dalam rangkaian kegiatan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (Sarpras) pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura, Gubernur Khofifah menekankan bahwa kemajuan suatu daerah diukur oleh parameter global seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.

“Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia. Madura maju, Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas,” ujarnya.

Langkah Strategis Program Mama Mau Naik Kelas

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejumlah langkah strategis telah disiapkan. Salah satunya adalah penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project). Selain itu, dilakukan pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) juga dilakukan melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Selain itu, dilakukan pula asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN. Gubernur Khofifah juga mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.

“Kepada semua para kepala sekolah semangat untuk mengantarkan putra putrinya apakah itu di UTBK atau itu di SNBT,” ujarnya.

Reward Infrastruktur bagi Sekolah

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan skema penghargaan (reward) berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya di jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau target yang diterima 2 kali dari yang diterima tahun lalu akan ada reward, infrastruktur di masing-masing sekolah insyaallah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif,” tegasnya.

Sejalan dengan peningkatan mutu akademik, Gubernur Khofifah juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarpras pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten di Madura. Program ini mencakup 13 SMA dan 3 SMK di Kabupaten Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Kabupaten Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Kabupaten Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Kabupaten Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 47.831.355.253.

Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus. Dengan sarana prasarana yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *