Pemilik Salon di Bengkulu Dilaporkan ke Polisi Usai Dipukul Tetangga dengan Kuali

Peristiwa Penganiayaan yang Terjadi di Bengkulu

Seorang pemilik salon di Kota Bengkulu, Ely Destiana, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Kejadian tersebut diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri setelah terjadi cekcok terkait aktivitas menelepon di rumah.

Awal Peristiwa

Ely mengungkapkan bahwa kejadian berawal ketika dirinya sedang memasak di dapur sambil melakukan panggilan video dengan kakaknya. Setelah itu, ia juga melanjutkan percakapan melalui telepon dengan pacarnya. Menurut Ely, peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba hingga berujung pada dugaan penganiayaan.

Menurut keterangan Ely, dapur rumahnya dan dapur rumah terlapor hanya dipisahkan oleh dinding triplek. Hal ini membuat suara dari dalam rumah bisa terdengar cukup jelas. Karena aktivitas menelepon tersebut, tetangganya merasa terganggu dan menegurnya.

Penyebab Cekcok

Ely mengatakan bahwa tetangganya meminta agar tidak terus-menerus berbicara melalui telepon. Ia mencoba tetap melanjutkan percakapannya, namun tidak lama kemudian, terlapor memutar musik menggunakan speaker dengan suara cukup keras. Suara musik yang keras tersebut justru mengganggu Ely yang sedang berbicara melalui telepon.

Situasi tersebut akhirnya memicu cekcok mulut antara Ely dan tetangganya. Adu argumen tidak terhindarkan hingga membuat terlapor mendatangi rumah Ely. Menurut Ely, tetangganya kemudian masuk hingga ke bagian dapur rumahnya.

Tindakan Terlapor

Ely mengaku sempat mencoba meredakan situasi dengan meminta tetangganya agar tidak terlalu mencampuri urusannya. Namun ucapan tersebut justru membuat terlapor semakin emosi. Diduga, terlapor melemparkan sendok ke arah Ely dan mengenai bahunya. Tidak berhenti di situ, Ely mengaku terlapor kemudian mengambil sebuah kuali yang ada di dapur dan memukulnya berulang kali.

Ely menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perlawanan saat kejadian tersebut terjadi. Ia hanya diam dan tidak membalas sama sekali.

Ancaman dari Suami Terlapor

Setelah peristiwa tersebut, Ely mengatakan bahwa suami dari terlapor sempat datang ke lokasi kejadian. Namun bukannya meredakan situasi, suami terlapor justru ikut memarahi dirinya. Ia juga mengaku sempat mendapat ancaman dari suami terlapor sehingga membuat dirinya merasa takut dan tidak aman berada di rumah.

Suami terlapor disebutkan mengatakan, “Gimana kalau kita bunuh saja dia (pelapor) ini, baru setelah itu kita pindah.” Kalimat tersebut membuat Ely merasa terancam.

Pelaporan ke Polisi

Merasa menjadi korban penganiayaan dan merasa terancam, Ely akhirnya memilih untuk meninggalkan rumahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Ratu Agung agar kasus tersebut dapat diproses secara hukum.

Ely menyatakan bahwa dirinya tidak terima atas kejadian ini dan merasa terancam, sehingga langsung pergi melapor ke Polsek Ratu Agung.

Status Kasus

Hingga berita ini ditulis, kasus dugaan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Exit mobile version