DPRD Kota Malang Minta Tambah Kuota Beasiswa untuk Pelajar yang Kesulitan

Anggota DPRD Kota Malang Soroti Kuota Beasiswa yang Masih Terbatas

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan pandangan mengenai kuota penerima beasiswa bagi pelajar di kota tersebut. Ia menilai bahwa jumlah kuota masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan. Menurutnya, kuota 1.000 penerima beasiswa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

Suyadi menjelaskan bahwa Komisi D hanya menerima laporan dan catatan terkait penyaluran program beasiswa yang melekat pada sektor kesejahteraan rakyat (Kesra). Pihaknya menekankan agar sasaran penerima bantuan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menyoroti kebijakan pendidikan gratis yang dinilai belum sepenuhnya menghapus beban biaya bagi siswa.

Menurut Suyadi, tidak semua sekolah berstatus negeri sehingga sebagian masyarakat tetap harus membayar biaya pendidikan di sekolah swasta. Selain itu, konsep sekolah gratis selama ini umumnya hanya mencakup biaya utama pendidikan. Namun, belum sepenuhnya menanggung kebutuhan lain yang juga penting bagi siswa.

“Gratis itu bukan berarti semuanya gratis. Biasanya tidak termasuk atribut atau kebutuhan lain seperti buku penunjang. Kalau di sekolah negeri saja belum semua tertutup, apalagi di sekolah swasta yang memang berbayar,” ujarnya.

Suyadi juga membandingkan besaran anggaran pendidikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya memiliki alokasi anggaran lebih besar. Sementara itu, bantuan operasional sekolah seperti BOSNAS disebut hanya sekitar Rp75 ribu per siswa per bulan. Oleh karena itu, ia menilai program beasiswa harus benar-benar tepat sasaran dan terbebas dari praktik titipan.

Menurutnya, mekanisme seleksi perlu diperketat agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan. “Beasiswa harus tepat sasaran, jangan sampai ada pesanan satu atau dua orang,” ujarnya.

Ke depan, Suyadi bahkan mendorong agar jumlah penerima beasiswa dapat ditambah. Ia menilai, peningkatan kuota tidak akan merugikan pemerintah karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

Program Beasiswa 1.000 Siswa Digulirkan Tahun Ini

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, memastikan program beasiswa 1.000 siswa digulirkan pada 2026. Sebanyak 1.151 pelajar jenjang SD hingga perguruan tinggi telah masuk data sasaran. Rinciannya adalah 300 pelajar SD, 300 pelajar SMP, 210 pelajar SMA/SMK, dan 341 mahasiswa.

Ali Muthohirin mengatakan bahwa seluruh nama penerima sudah melalui proses pengajuan dan verifikasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Malang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Saat ini, program tinggal memasuki tahap implementasi.

“Sudah ditandatangani wali kota. Nama-nama penerimanya berbasis pengajuan dan sudah lewat Kesra. Tahun ini tinggal kami laksanakan,” katanya.

Besaran Beasiswa Berbeda untuk Setiap Jenjang

Rencananya setiap jenjang pendidikan akan menerima beasiswa dengan besaran berbeda. Untuk jenjang SD, pelajar akan mendapat beasiswa senilai Rp220 ribu per bulan. Lalu SMP Rp330 ribu per bulan, SMA Rp440 ribu per bulan, dan perguruan tinggi Rp2 juta per bulan.

Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,3 miliar melalui APBD Kota Malang untuk merealisasikan program beasiswa pendidikan 2026 ini. Ali memastikan bahwa penerima program beasiswa pendidikan tersebut telah melalui seleksi ketat sehingga diyakini tepat sasaran.

Sebab menurutnya, pendaftar beasiswa ini cukup tinggi. Pelajar berprestasi dan pelajar kurang mampu menjadi kriteria prioritas program ini. “Ini khusus diberikan untuk anak-anak Kota Malang yang tidak mampu, betul-betul membutuhkan dan berprestasi. Sehingga kalau kuliah bentuknya subsidi, kalau SMA semuanya kami penuhi untuk SPP-nya,” kata Ali.

Tujuan Program Beasiswa 2026

Beasiswa pendidikan 2026 ini merupakan program prioritas Pemkot Malang dalam mewujudkan Dasa Bakti Ngalam Pinter. Program ini diharapkan juga menjadi solusi dalam menekan angka putus sekolah di Kota Malang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *