Prestasi Menggembirakan Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau di Ajang Nasional
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau dalam dua ajang tingkat nasional. Marisa Listari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi sekaligus delegasi resmi UIN Suska Riau, berhasil meraih 1 Silver Medal dan 3 Bronze Medal dalam ajang Lomba Esai Tingkat Nasional LETIN 7 & FIM 2.
Kompetisi tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Universitas Janabadra, Yogyakarta, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. UIN Suska Riau juga berhasil meraih predikat Juara Umum, menegaskan daya saing akademik mahasiswa di tingkat nasional.
Silver Medal diraih melalui esai berjudul:
“Asidah Berdaya Saing: Strategi Inovasi Kuliner Lokal untuk Menembus Pasar Global Berbasis Keberlanjutan dan Ekonomi Kreatif.”
Bronze Medal diraih melalui tiga karya esai:
1. “Lopek Bugi : Inovasi Kuliner Tradisional Kampar oleh Generasi Muda dalam Meningkatkan Daya Saing dan Keberlanjutan Budaya Lokal.”
2. “Gunung Malelo Eco-Innovillage : Mengangkat Budaya Ikan Lubuk Larangan sebagai Laboratorium Generasi Inovatif untuk Masa Depan Berkelanjutan.”
3. “Gulai Ikan Patin sebagai Identitas Pangan Lokal dan Strategi Inovasi Generasi Muda Menuju Sistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Era Globalisasi.”
Dalam karya unggulannya mengenai Kue Asidah, Marisa mengangkat kuliner tradisional Melayu Riau sebagai identitas budaya yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun membutuhkan inovasi agar tetap relevan di era globalisasi. Strategi yang ditawarkan meliputi standarisasi produksi, pengembangan kemasan ramah lingkungan, penguatan branding digital, serta integrasi dalam ekosistem ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan.
Menurut Marisa, inovasi terhadap budaya lokal bukan berarti mengubah nilai tradisi, melainkan memperkuat eksistensinya agar mampu bersaing secara nasional maupun global. “Saya berharap karya ini tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengangkat potensi lokal daerahnya sebagai gagasan inovatif yang berdampak nyata,” ujar Marisa.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTK UIN Suska Riau mampu menghadirkan gagasan solutif berbasis kearifan lokal yang relevan dengan isu keberlanjutan, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya di tingkat nasional.
Putri Dara Dewi Meraih 3 Bronze Medal dan 1 Silver Medal
Mahasiswi UIN Suska Riau meraih 3 bronze medal dan 1 silver medal pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional 7 atau LETIN 7 dan Forum Indonesia Muda 2 atau FIM 2 di Yogyakarta 2026. Pencapaian gemilang itu diraih oleh Putri Dara Dewi, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial.
Putri Dara Dewi berhasil menunjukkan kualitas akademik, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Dalam kegiatan Lomba Essay Tingkat Nasional 7 dan Forum Indonesia Muda 2 tahun 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Putri Dara Dewi berhasil meraih 3 bronze medal dan 1 silver medal. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 104 instansi dari seluruh Indonesia, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat dan kompetitif.
Tidak hanya itu, prestasi luar biasa tersebut turut mengantarkan kampusnya meraih predikat Juara Umum, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bersama seluruh civitas akademika. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta semangat belajar yang tinggi.
Selain menjadi bukti kapasitas intelektual mahasiswa, pencapaian ini juga menunjukkan bahwa generasi muda mampu berkontribusi melalui gagasan ilmiah yang solutif dan inovatif bagi masyarakat dan bangsa. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, serta membawa nama baik kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Irfan Ramadani Meraih Silver Medal LETIN 7
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim atau UIN Suska Riau kembali mengharumkan nama Bumi Lancang Kuning di tingkat nasional. Irfan Ramadani, mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara ini, berhasil meraih Silver Medal pada ajang LETIN 7 (Lomba Esai Tingkat Nasional) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Irfan mewakili UIN Suska Riau sekaligus Provinsi Riau dengan mengangkat potensi budaya daerah sebagai gagasan utama. Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Riau mampu bersaing secara intelektual di tingkat nasional sekaligus berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya Melayu.
Irfan mengusung esai berjudul “Tari Zapin Melayu Riau dalam Perspektif Modern: Harmonisasi Tradisi dengan Teknologi Augmented Reality sebagai Tonggol Pelestarian di Masa Depan.” Melalui gagasan tersebut, ia menawarkan konsep digitalisasi Tari Zapin Melayu Riau melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif dan dokumentasi budaya.
Menurutnya, Tari Zapin tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai religius, etika, serta identitas masyarakat Melayu Riau. Oleh sebab itu, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar tetap relevan di tengah generasi digital.
“Teknologi bukan untuk menggantikan tradisi, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat pelestarian budaya agar lebih sistematis, terdokumentasi, dan mudah diakses oleh generasi muda,” katanya. Konsep yang ditawarkan memungkinkan proses pembelajaran gerak, pola lantai, hingga nilai filosofis Zapin divisualisasikan secara digital dan interaktif.
Gagasan ini dinilai berpotensi mendukung program digitalisasi budaya daerah serta dapat diintegrasikan dalam pendidikan dan pembinaan sanggar seni. Selama mengikuti rangkaian lomba di Yogyakarta, Irfan mendapatkan pengalaman berharga melalui forum ilmiah, diskusi lintas daerah, serta presentasi di hadapan dewan juri nasional.
Ia menilai momentum tersebut sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan komitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga dapat membuka peluang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan program pelestarian budaya berbasis teknologi.
Gagasan digitalisasi Tari Zapin Melayu Riau melalui Augmented Reality berpotensi menjadi pilot project dalam mendukung upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan di Provinsi Riau. Melalui prestasi ini, Irfan berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Riau dalam penguatan program digitalisasi budaya.
Ia juga membuka peluang sinergi dengan instansi terkait agar warisan Melayu Riau, khususnya Tari Zapin, tetap hidup, berkembang, dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.












