Daerah  

10 Titik Macet di Jalur Pantura Cirebon Saat Lebaran



CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan pemetaan terhadap sepuluh titik rawan kemacetan di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) menjelang arus mudik Lebaran. Titik-titik ini dipilih karena memiliki potensi kepadatan lalu lintas akibat aktivitas ekonomi yang tinggi, persimpangan strategis, serta akses menuju kawasan wisata dan jalan tol.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan bahwa pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran arus mudik. Wilayah Kabupaten Cirebon menjadi jalur utama penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga peningkatan volume kendaraan selama musim mudik sangat wajar terjadi.

“Kami telah melakukan identifikasi terhadap beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan. Dengan adanya pemetaan ini, kami dapat menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar arus mudik tetap lancar,” ujar Imron, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah titik rawan kemacetan didominasi oleh kawasan pasar tradisional dan simpang jalan utama yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi. Berikut adalah daftar titik-titik tersebut:

  • Pasar Tegalgubug

    Kawasan pasar ini merupakan pusat perdagangan pakaian dan tekstil terbesar di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Aktivitas perdagangan yang ramai, terutama menjelang hari raya, sering kali menyebabkan kendaraan parkir di bahu jalan, sehingga memicu kemacetan.

  • Kawasan Tegalkarang

    Wilayah ini menjadi jalur penghubung antara beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon. Pada jam-jam sibuk, arus kendaraan dari berbagai arah sering bertemu di kawasan ini, menyebabkan kepadatan lalu lintas.

  • Pasar Pasalaran

    Pasar tradisional ini menjadi pusat perdagangan hasil bumi dan kebutuhan pokok masyarakat. Aktivitas bongkar muat barang oleh pedagang maupun kendaraan logistik sering mengganggu kelancaran arus kendaraan.

  • Pasar Kue Plered

    Kawasan ini dikenal sebagai sentra jajanan tradisional yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama menjelang Lebaran. Lonjakan pengunjung biasanya berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan yang berhenti di sekitar pasar.

  • Pusat Wisata Kuliner Tengah Tani

    Kawasan ini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Cirebon. Kerap dipadati kendaraan, terutama pada akhir pekan maupun menjelang hari raya.

  • Simpang Kedawung

    Persimpangan strategis yang menghubungkan jalur Pantura dengan akses menuju pusat Kota Cirebon. Persimpangan ini sering mengalami penumpukan kendaraan karena menjadi pertemuan arus lalu lintas dari beberapa arah.

  • Pertigaan Ciperna

    Lokasi ini menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan industri dan destinasi wisata di wilayah selatan Cirebon. Tingginya mobilitas kendaraan pribadi maupun logistik membuat kawasan ini kerap mengalami kepadatan.

  • Interchange Kanci

    Simpang susun ini menghubungkan jalan tol dengan jalur arteri Pantura, sehingga menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari dua jalur utama.

  • Pasar Gebang

    Aktivitas perdagangan di pasar ini sering kali menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama saat pagi hari.

  • Pertigaan Losari

    Lokasi ini berada di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebagai pintu masuk kendaraan lintas provinsi, volume kendaraan yang melintas relatif tinggi.

Imron menjelaskan bahwa pemetaan ini dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan masyarakat mengenai titik-titik yang sering mengalami kemacetan atau potensi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah penanganan, seperti memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur Pantura.

Saat ini, tercatat ratusan titik lampu jalan yang sebelumnya tidak berfungsi sedang dalam proses perbaikan. “Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui. Perbaikan jalan berlubang serta pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang berpotensi mengganggu lalu lintas menjadi bagian dari upaya tersebut,” ujar Imron.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik. Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga kedisiplinan para pengguna jalan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Dengan kerja sama semua pihak, arus mudik di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat berjalan aman dan lancar,” tambah Imron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *