Daftar Penerima THR Pemkab Balangan Kalsel Senilai 20,2 Miliar Masuk Rekening

Pencairan THR Pemkab Balangan Kalsel dengan Anggaran Hingga 20,2 Miliar

Pemkab Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20,2 miliar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diberikan kepada para pegawai. THR ini mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPKP) full time, PPPK paruh waktu, dan Pegawai Jasa Lembaga Pemerintahan (PJLP) yang bekerja di lingkungan pemerintah kabupaten.

Pencairan THR tersebut akan dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima sesuai dengan gaji dan tunjangan pokok bulanan. Hal ini berdasarkan Perbub Nomor 12 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi. Pencairan THR akan dimulai secepatnya, bahkan sebelum cuti Hari Raya Idul Fitri.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan, Kamrani, menjelaskan bahwa pencairan THR memerlukan proses administrasi seperti permohonan surat permintaan pembayaran (SPP) dari SKPD terkait dan surat perintah membayar (SPM) yang diajukan ke BPKPAD.

Total anggaran yang disiapkan adalah sebagai berikut:
Rp 17 miliar untuk pembayaran THR PNS dan PPPK full time.
Rp 3,2 miliar untuk THR PPPK paruh waktu dan PJLP yang dibayarkan proporsional sesuai masa kerja.

Jumlah pegawai yang akan mendapatkan THR adalah:
2.748 orang untuk PNS.
1.075 orang untuk PPPK full time.
3.495 orang untuk PPPK paruh waktu.
2.098 orang untuk PJLP.

Adanya kebijakan ini menunjukkan bahwa Bupati Balangan memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan pegawai, termasuk PPPK paruh waktu dan PJLP.

4 Metode Mengelola THR agar Tidak Habis untuk Belanja Lebaran

THR sering kali menjadi tambahan pemasukan yang dinantikan menjelang Lebaran. Namun, tanpa perencanaan yang jelas, THR Lebaran kerap habis dalam waktu singkat karena terserap oleh kebutuhan konsumtif selama momen hari raya. Berikut beberapa metode pengelolaan THR yang bisa diterapkan:

1. Metode 50-30-20: Membagi THR dalam Tiga Kategori

Metode ini membagi THR ke dalam tiga kategori utama:
50% untuk kebutuhan pokok (needs).
30% untuk keinginan atau gaya hidup (wants).
20% untuk tabungan atau pembayaran utang (savings/debt repayment).

Metode ini dirancang untuk membantu individu mengendalikan pengeluaran sekaligus memastikan sebagian pendapatan tetap dialokasikan untuk tabungan dan tujuan keuangan jangka panjang.

2. Pay Yourself First: Menabung Sebelum Membelanjakan THR

Prinsip dasar metode ini adalah menyisihkan tabungan terlebih dahulu sebelum menggunakan uang untuk pengeluaran lain. Dengan demikian, menabung diperlakukan sebagai prioritas utama, bukan sisa dari pendapatan.

Dalam praktiknya, banyak ahli keuangan menyarankan alokasi sekitar 10 persen hingga 20 persen dari pendapatan untuk tabungan sejak awal menerima pemasukan.

3. Metode 4-3-2-1: Menjaga Keseimbangan Pengeluaran

Metode ini membagi pendapatan ke dalam empat kategori utama dengan rasio tertentu:
40% untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
30% untuk cicilan atau kewajiban finansial.
20% untuk tabungan atau investasi.
10% untuk donasi atau kegiatan sosial.

Kerangka ini sering digunakan sebagai panduan sederhana agar pengeluaran tidak terkonsentrasi pada satu pos saja, sekaligus memastikan adanya porsi khusus untuk menabung dan kegiatan sosial.

4. Metode 70-20-10: Fokus pada Pengeluaran dan Tabungan

Metode ini membagi pendapatan ke dalam tiga kelompok besar dengan proporsi yang berbeda:
70% untuk pengeluaran sehari-hari.
20% untuk tabungan atau investasi.
10% untuk pembayaran utang atau tujuan keuangan lainnya.

Pendekatan ini memberikan porsi pengeluaran yang lebih besar dibanding metode 50-30-20. Hal tersebut membuat metode ini dianggap lebih fleksibel bagi individu yang memiliki beban pengeluaran cukup tinggi.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *