Daerah  

Kades Hoho, Korban Pengeroyokan LSM dari Keluarga Berpengaruh

Kades Hoho Alkaf, Korban Pengeroyokan yang Berlatar Keluarga Terpandang

Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau yang lebih dikenal dengan nama Kades Hoho Alkaf kembali menjadi perhatian masyarakat setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok LSM. Insiden ini terjadi dalam momen demonstrasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Purwasaba pada Selasa (11/3/2026). Peristiwa ini memicu banyak reaksi dari netizen dan kalangan masyarakat luas.

Latar Belakang Kades Hoho Alkaf

Hoho Alkaf lahir di Banjarnegara pada 11 Juni 1983. Saat ini ia berusia 43 tahun. Nama lengkapnya adalah Welas Yuni Nugroho. Ia berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang terpandang. Ayahnya, Siswoyo Siswoharsono, pernah menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba selama periode 1990-1998. Selain itu, ayah Hoho juga telah empat kali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara.

Hoho adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Meskipun dikenal sebagai anak “nakal” saat masih kecil, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi. Ia mengambil jurusan S1 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, kemudian melanjutkan studi S2 Magister Hukum di Universitas Jenderal Soedirman.

Berikut riwayat pendidikannya:
* SD di Desa Purwasaba
* SMP di Desa Purwasaba
* SMA 1 Purwonegoro
* S1 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung Semarang
* S2 Magister Hukum Universitas Jenderal Soedirman

Mengikuti Jejak Sang Ayah

Hoho Alkaf kemudian melanjutkan perjuangan sang ayah untuk menjadi kepala desa. Ia maju sebagai calon incumbent dalam Pilkades 31 Juli Tahun 2019. Dalam pemilihan tersebut, ia bertarung dengan dua calon lain, yaitu Bondan Apriyanto dan Huru Purwanto. Akhirnya, Hoho menang dengan meraih 1.899 suara sah.

Selama menjabat sebagai Kades, Hoho dikenal dengan penampilan yang nyentrik. Ia memiliki tato di sekujur tubuhnya dan sering membuat gebrakan di desanya, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, ia juga aktif di media sosial, dengan akun Instagram @hoho_alkaff yang memiliki lebih dari 894.000 pengikut.

Kades Hoho Dikeroyok

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan kabar bahwa Kades Hoho menjadi korban pengeroyokan. Dalam video singkat yang beredar, nampak Hoho dengan pakaian dinas yang terkoyak keluar dari kantor desa dengan pengawalan polisi.

Peristiwa ini terjadi dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan anggota LSM di Balai Desa Purwasaba. Demonstrasi awalnya dimaksudkan sebagai forum penyampaian aspirasi, namun berubah menjadi insiden kekerasan.

Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa. Insiden ini dipicu oleh tuntutan peserta aksi yang meminta agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan dan diulang. Namun, pemerintah desa menolak permintaan tersebut karena proses seleksi dinilai sudah sesuai aturan.

Ketegangan semakin memuncak ketika Hoho hendak meninggalkan lokasi setelah audiensi dengan massa. Ia mengalami serangan fisik dari berbagai arah, sehingga atribut kedinasannya rusak dan dirinya mengalami luka. Kacamata yang dikenakannya pecah akibat pukulan dari massa.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hoho menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat keluar dari pintu aula, ia langsung dihujani pukulan dari belakang, samping, dan depan. Ia juga menjelaskan bahwa belum sempat mendapatkan pengawalan aparat ketika serangan terjadi.

“Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *