Situasi Lalu Lintas di Jalur Gentong, Tasikmalaya
Pada hari Rabu (25/3/2026), arus lalu lintas di Jalur Gentong, Tasikmalaya terpantau ramai lancar. Hal ini berbeda secara signifikan dengan kepadatan ekstrem yang terjadi pada hari sebelumnya (H+2). Tidak ada penggunaan sistem satu arah (one way) hingga sore hari, sesuai informasi dari Satlantas Polres Tasikmalaya Kota.
AKP Riki Kustiawan, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, menegaskan bahwa puncak arus balik telah terlewati pada Selasa kemarin. Ia mengatakan bahwa situasi saat ini sudah mulai membaik, bahkan tidak ada antrean panjang seperti yang terjadi sebelumnya.
Pantauan Tribun Jabar di lokasi menunjukkan bahwa arus lalu lintas sejak siang hingga sore hari terpantau lancar. Volume kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Garut dan Bandung masih ramai, tetapi relatif lancar. Menurut AKP Riki, alhamdulillah kondisi arus balik lebaran hari ini lebih menurun dibandingkan hari Selasa.
Ia juga menjelaskan bahwa puncak arus balik lebaran 2026 terjadi pada H+2, dan beberapa kali sistem one way diberlakukan untuk mengurai antrean kendaraan. Puncak arus balik tersebut terjadi karena adanya aktivitas pegawai Negeri di setiap daerah.
Operasi Ketupat Lodaya
Ditanyai tentang kegiatan operasi ketupat Lodaya, AKP Riki menyebut bahwa pelaksanaan operasi pengamanan berlangsung dari tanggal 13 Februari sampai 25 Maret 2026. Setelah masa tersebut, pihaknya akan melaksanakan kegiatan rutin KRYD dari tanggal 26 hingga 28 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi libur anak sekolah dan kehadiran mereka di sekolah pada hari Senin depan.
Selama arus mudik lebaran 2026, pihaknya telah memberlakukan enam kali pelaksanaan one way dari arah Gentong atas maupun Gentong bawah. Dalam tiga hari, yaitu dari hari H sampai H+3, terdapat lima hingga enam kali pelaksanaan one way. Pada hari Selasa kemarin, satu kali pelaksanaan one way dilakukan pada jam tertentu.
Puncak Arus Balik di Nagreg
Puncak arus balik yang melintasi wilayah Kabupaten Bandung, khususnya jalur Nagreg diprediksi sudah terjadi pada H+3 Lebaran 2026 atau Selasa (24/3/2026). Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, jumlah kendaraan yang melintas jalur Nagreg dan bergerak ke arah Bandung mencapai sekitar 149 ribu unit.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya pasca Lebaran 2026. Menurut prediksi mereka, puncak arus balik kemarin sudah menjadi titik tertinggi.
Meski demikian, potensi puncak arus balik gelombang kedua diperkirakan akan terjadi pada H+7 atau Sabtu (28/3). Mengingat di Kabupaten Bandung, puncak arus balik sendiri diprediksi dua gelombang. Namun, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Nagreg tersebut diprediksi tidak akan melampaui jumlah volume kendaraan saat H+3 kemarin.
Data Kendaraan dan Waktu Puncak
Berdasarkan data Dishub Kabupaten Bandung, lonjakan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026 paling tinggi terjadi di malam hari, khususnya selepas waktu maghrib atau pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, volume kendaraan yang melintas dapat mencapai sekitar 10 ribu unit per jam.
Ruddy menambahkan bahwa arus balik masih didominasi kendaraan roda dua. Dari data yang dilihat, sekitar 57-60 persen masyarakat menggunakan kendaraan roda dua sebagai transportasi.












