Di tengah persaingan ketat dalam dunia kerja, Coniel Stavia Widson, S.Kom, lulusan Program Studi (prodi) Sistem Informasi S1 tahun 2016 dari Universitas Nusa Mandiri (UNM), berhasil membuktikan bahwa lulusan kampus ini mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kini, ia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumba Barat setelah lolos seleksi CPNS 2024.
Perjalanan Menuju Kesuksesan
Coniel mengakui bahwa perjalanan menuju status ASN tidak diraih secara instan. Ia telah beberapa kali mencoba mengikuti seleksi sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan pada tahun 2024. Pengalaman ini menunjukkan bahwa lulusan UNM memiliki kompetensi yang tidak kalah dibandingkan lulusan universitas lainnya.
“Saya sudah beberapa kali mencoba mengikuti seleksi. Baru pada tahun 2024 mendapatkan kesempatan tersebut. Ini membuktikan bahwa lulusan UNM mampu bersaing secara kompetitif dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah,” ujarnya.
Manfaat Kompetensi Teknologi
Sebagai alumni Sistem Informasi, Coniel merasakan manfaat besar dari kompetensi teknologi yang diperoleh selama masa kuliah. Di tengah percepatan transformasi digital di sektor pemerintahan, kemampuan beradaptasi dengan sistem dan teknologi menjadi nilai tambah yang sangat penting.
“Kompetensi di bidang digital dan teknologi informasi sangat terasa manfaatnya. Saya sudah terbiasa menggunakan dan beradaptasi dengan teknologi, sehingga dalam pekerjaan yang berkaitan dengan digitalisasi dan perkembangan IPTEK, saya dapat menyesuaikan diri dengan cepat,” katanya.
Pentingnya Soft Skill
Tidak hanya hard skill, kemampuan komunikasi dan presentasi yang diasah selama perkuliahan juga menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN, khususnya dalam penyusunan laporan, penyampaian gagasan, hingga koordinasi dalam tim kerja.
Tantangan Adaptasi Lingkungan
Penempatan tugas di Sumba Barat juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal adaptasi lingkungan dan budaya kerja. Namun bagi Coniel, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengabdian.
“Tantangan terbesar adalah adaptasi, apalagi ditempatkan di luar Pulau Jawa. Tapi saya memandangnya sebagai pengalaman berharga. Kita jadi memahami bahwa Indonesia sangat luas dan beragam,” ucapnya.
Pengalaman Magang Sebagai Faktor Penting
Menurutnya, pengalaman magang sebelum lulus menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesiapan menghadapi dunia kerja. Melalui program tersebut, mahasiswa dapat merasakan langsung dinamika profesional yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas.
Ia juga menilai Internship Experience Program (IEP) 3+1 di UNM sebagai langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja, khususnya dalam menyeimbangkan penguasaan hard skill dan soft skill.
Tanggapan dari Kepala NCC
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menilai keberhasilan alumni ini menjadi bukti bahwa sistem pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri mampu menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
“Keberhasilan alumni menembus seleksi CPNS menjadi bukti bahwa kompetensi yang dibangun selama kuliah, baik di bidang teknologi, komunikasi, maupun kesiapan kerja, benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kami di NCC terus berupaya mendampingi mahasiswa dan alumni agar memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional,” ungkapnya.
Pengalaman Kuliah yang Menyenangkan
Sebagai lulusan tahun 2016, Coniel juga menyimpan kesan positif terhadap sistem pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri.
“Kuliah di Nusa Mandiri cukup menyenangkan. Materinya relevan dengan dunia kerja, dosennya komunikatif, dan sistem perkuliahannya fleksibel untuk saya yang saat itu bekerja. Cocok untuk mahasiswa yang ingin cepat siap kerja,” katanya.
Pesan untuk Mahasiswa
Menutup perbincangan, Coniel menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi ASN agar tidak ragu bersaing.
“Teruslah belajar dan perbanyak latihan, seperti mengikuti try out. Jangan takut bersaing dengan lulusan dari kampus besar atau ternama. Percaya pada kemampuan diri dan terus tingkatkan kompetensi.”
Kisah Coniel Stavia Widson menjadi refleksi bahwa konsistensi, ketekunan, dan penguasaan kompetensi digital mampu membuka jalan pengabdian di sektor publik. Lulusan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali membuktikan kontribusinya dalam menghadirkan sumber daya manusia yang siap berperan bagi bangsa dan negara.












