Ibunda Anji Manji Meninggal, Sheila Marcia dan Wina Natalia Hadir di Pemakaman

Kabar Duka: Ibunda Anji Manji Meninggal Dunia

Ibunda dari penyanyi ternama Anji Manji, Siti Sundari, meninggal dunia dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Bekasi Timur, pada Jumat (27/3/2026) pagi. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 09.20 WIB dan dihadiri oleh keluarga besar serta kerabat dekat.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, dua mantan pasangan Anji, yaitu Sheila Marcia dan Wina Natalia, turut serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Mereka hadir sebagai bentuk dukungan untuk keluarga Anji dalam menghadapi duka ini.

Anji tampak mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata, yang menunjukkan kesan tegar sepanjang proses pemakaman berlangsung. Meski begitu, ia tidak meneteskan air mata selama acara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ia sedang berusaha untuk ikhlas menerima kepergian sang ibu.

Usai prosesi pemakaman, Anji menyampaikan pesan yang sangat menyentuh tentang sosok ibundanya. Baginya, almarhumah bukan hanya seorang ibu atau eyang, tetapi juga seperti rumah bagi dirinya dan keluarga. Ia menjelaskan bahwa ibunya adalah tempat mereka pulang dan belajar tentang ketulusan serta kasih sayang.

“Bu bagi kami, Ibu Sundari bukan sekadar ibu atau eyang, tapi juga rumah. Tempat kami pulang, tempat kami belajar tentang ketulusan dan kasih sayang,” ujar Anji.

Anji juga mengenang sifat lembut dan perasa dari ibundanya. Ia mengaku bahwa ia sengaja menahan air mata sebagai upaya untuk ikhlas melepas kepergian sang bunda. “Mama itu sebenarnya cengeng banget. Tapi hari ini, saya belajar untuk tidak cengeng karena ingin benar-benar ikhlas melepas Ibu,” tambahnya.

Selama tiga bulan terakhir sebelum wafat, Anji sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk merawat ibundanya secara intensif. Selama masa tersebut, ia bahkan memindahkan tempat tinggal sang ibu agar lebih dekat dengan kediamannya.

“Mama ini sangat adil. Di waktu-waktu terakhirnya, Mama memberikan jeda waktu supaya kami terbiasa kehilangan. Beliau memberikan waktu kepada saya dan keluarga untuk merawatnya. Saya sangat bersyukur punya waktu itu,” jelas Anji.

Siti Sundari memang memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal yang cukup serius. Selama beberapa tahun terakhir, ia harus menjalani pengobatan rutin, dengan kondisi kesehatan yang fluktuatif dalam tiga bulan terakhir.

“Saat Lebaran itu Mama terlihat sehat sekali karena ketemu kakak, adik, keponakan, dan sepupunya. Beliau gembira sekali, tidak ada keluhan sama sekali,” kenang Anji.

Sore hari sebelum wafat, Siti Sundari sempat mengirimkan pesan singkat kepada Anji yang saat itu sedang berada di studio rekaman bersama anaknya, Saga. Dalam pesan tersebut, sang ibu hanya berpamitan untuk tidur.

“Tiba-tiba jam 19.20 WIB saya dikabari Mama nggak mau bangun. Saya langsung lari karena rumahnya sangat dekat. Pas sampai saya tepuk-tepuk, beliau sempat mengorok sekali. Di situ sepertinya sudah hilang (tiada), karena pas banget saya lagi pegang (nadi) jantungnya yang melemah sampai berhenti,” tuturnya.

Bagi Anji, kepergian ibundanya adalah sebuah perjalanan pulang yang membahagiakan. Ia meyakini sang ibu kini telah tenang dan bisa melepas rindu dengan almarhum ayahnya yang sudah lebih dulu berpulang dua tahun silam.

“Kalau pulang (meninggal) itu kan orang harusnya senang, kenapa yang ditinggalkan harus sedih? Saya yakin Mama senang karena akhirnya bisa bergabung lagi sama Bapak yang sudah dikangen-kangenin selama dua tahun ini,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *