Napi viral konsumsi narkoba via video call, Ombudsman bersuara

Desakan Tindakan Hukum Terhadap Napi yang Viral Mengonsumsi Narkoba

Video seorang narapidana sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu sambil melakukan sambungan telepon video (video call) viral di media sosial. Video tersebut memicu kritik terhadap sistem pengawasan di Lapas Jambi, serta menuntut tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

Akibat dari video tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pihak lapas tidak boleh kecolongan, terutama dalam hal peredaran narkotika yang melibatkan warga binaan di dalam sel. Saiful menuntut agar kasus ini tidak hanya berhenti pada sanksi internal, tetapi harus berlanjut ke ranah pidana.

“Tindakan tegas terhadap pengedar narkoba dalam lapas mesti diambil tindakan hukum. Tanpa ada tindakan tegas, publik dapat menduga adanya permainan,” tegas Saiful, Sabtu (28/3/2026).

Respons Kalapas Kelas IIA Jambi

Di sisi lain, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menanggapi video tersebut dengan hati-hati. Ia menyebutkan identitas lokasi dalam video tersebut belum bisa dipastikan secara akurat karena penyebutan “Lapas Jambi” mencakup banyak satuan kerja di wilayah tersebut.

“Ini informasinya masih sumir, kita enggak tahu ini di lapas mana. Dia (pengunggah video) cuma menyebut Lapas Jambi, kan lapas Jambi banyak, ada di Muara Sabak, Sarolangun, dan ini kita belum tahu,” kata Syahroni.

Meski demikian, pihak Lapas Kelas IIA Jambi telah melakukan langkah preventif dengan melakukan penggeledahan insidentil di Blok A2. Meski nihil barang bukti sabu, petugas berhasil menyita 15 unit ponsel.

Sebagai langkah pembuktian objektif, Syahroni berjanji akan segera melaksanakan tes urine massal bagi seluruh petugas dan warga binaan. “Kalau ini memang benar, saya pastikan ada hukuman berat terhadap napi yang bersangkutan,” pungkas Syahroni Ali.

Syahroni juga mengaku terkejut dengan munculnya video tersebut, lantaran pihaknya baru saja menggelar razia internal di lingkungan lapas. “Kami baru saja melakukan razia kemarin, tapi ini masih kita telusuri,” pungkasnya.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Beberapa dampak narkoba pada hidup dan kesehatan antara lain:

  • Dehidrasi: Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya, badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
  • Halusinasi: Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.
  • Menurunnya Tingkat Kesadaran: Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus, si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.
  • Kematian: Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan, jika dibiarkan, dapat menimbulkan kematian.
  • Gangguan Kualitas Hidup: Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup, misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian.


Exit mobile version