Nama Pusdikzi Bogor Disalahgunakan dalam Penipuan Sunda Land Run, Peserta Curigai Ini

Penipuan di Balik Acara Lari Sunda Land Run, Pusdikzi dan Disparbud Jadi Korban

Sebuah acara lari yang diberi nama Sunda Land Run diketahui telah melakukan penipuan dengan mencatut nama Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Kota Bogor tanpa izin. Hal ini menyebabkan kerugian dan keresahan bagi masyarakat, terutama para pelari atau runners yang ikut dalam event tersebut.

Pusdikzi Tidak Mengetahui Kegiatan Ini

Kapten Czi Hendro, Perwira Seksi Intel Pusdikzi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui adanya kegiatan Sunda Land Run. Informasi mengenai acara ini diperoleh melalui media sosial. Ia mengatakan, banyak komentar dari masyarakat yang merasa curiga karena admin acara tidak merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

“Di medsos itu ternyata sudah banyak komentar-komentar, ‘Ini jadi nggak nih acara ini? Kok adminnya setiap ditanya nggak pernah merespons, nggak merespons terus,’” ujar Kapten Czi Hendro kepada TribunnewsBogor.com.

Pusdikzi akhirnya menghubungi pihak komunitas lari yang pernah mengadakan event di lokasi tersebut. Setelah berkomunikasi, mereka mengetahui bahwa acara tersebut adalah penipuan. “Jadi kami juga korban, nama kami dicatut,” tambahnya.

Dampak pada Disparbud dan Masyarakat

Selain Pusdikzi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor juga menjadi korban pencatutan nama oleh panitia Sunda Land Run. Disparbud disebut-sebut digunakan untuk menarik minat para runners agar ikut dalam event tersebut.

Menurut Kapten Czi Hendro, dampak negatif dari kejadian ini sangat besar. Nama Kota Bogor bisa saja tercoreng, sehingga masyarakat akan ragu mengikuti acara serupa di masa depan.

Kecurigaan Para Runners

Para runners mulai curiga ketika acara yang awalnya dijadwalkan pada bulan Desember 2025 diundur hingga April 2026. Bahkan, tanggal pelaksanaan acara jatuh pada hari Paskah, yang membuat banyak orang bertanya-tanya.

Rizki, perwakilan runners, mengatakan bahwa kecurigaan semakin kuat saat panitia tidak dapat dihubungi H-1 acara. Beberapa dari mereka bahkan meminta uang pendaftaran dikembalikan.

Event ini terdiri dari dua kategori, yaitu lari 5 kilometer dengan biaya pendaftaran Rp200 ribu dan lari 10 kilometer dengan biaya Rp300 ribu per orang. Meskipun sebagian dari mereka mendapatkan pengembalian uang, sebagian lainnya masih menunggu respons dari panitia.

Panitia Tak Terdeteksi Lagi

Panitia penyelenggara event ini sebelumnya belum pernah menyelenggarakan acara lari apa pun. Bahkan, ketua panitia diketahui lebih sering menggelar event balap mobil. Sampai saat ini, alamat lengkap panitia tidak dapat ditemukan lagi. Mereka diketahui tinggal di Depok, tetapi kini tidak ada di tempat tersebut.

Pengambilan Race Pack dan Jadwal Acara

Acara Sunda Land Run sebenarnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Desember 2025. Namun, tiba-tiba diundur ke bulan April, tepatnya tanggal 5 April 2026. Pengambilan race pack atau perlengkapan lari dilakukan pada 2 hingga 3 April 2026.

Para runners yang datang ke Pusdikzi mengaku mendapat informasi melalui website resmi yang disediakan oleh panitia. Sayangnya, setelah acara diundur, semua kontak dengan panitia hilang.

Tindakan yang Diambil

Belasan runners dari berbagai komunitas tiba-tiba datang ke kantor Pusdikzi untuk melaporkan kejadian ini. Mereka semua diduga menjadi korban penipuan Sunda Land Run.

Dengan adanya kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap event-event yang diikuti secara online. Pastikan bahwa panitia memiliki reputasi yang baik dan terbuka terhadap pertanyaan serta keluhan peserta.




Exit mobile version