Kunjungan Bupati Sigi ke Desa Tomado untuk Persiapan Festival Danau Lindu 2026
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tomado, Kecamatan Lindu, dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung menjelang pelaksanaan Festival Danau Lindu 2026. Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kawasan wisata Danau Lindu sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Sigi.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama sejumlah pimpinan OPD lintas sektor, termasuk Ketua TP-PKK Sigi Siti Halwiah. Hadir pula beberapa kepala dinas seperti Kepala Dinas PUTR Edy Dwi Saputro, Kepala Dinas Sosial Ariyanto, Kepala Dinas Pariwisata Jufrin, serta perwakilan dari instansi lainnya. Kehadiran unsur kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan puskesmas menunjukkan pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam pengembangan kawasan tersebut.
Fokus pada Ketersediaan Air Bersih
Salah satu isu yang disoroti oleh Bupati adalah ketersediaan air bersih di kawasan tersebut. Ia menegaskan perlunya pembenahan total sistem distribusi air dengan mengganti jaringan pipa lama menggunakan material yang lebih berkualitas. Hal ini dimaksudkan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih secara merata.
Selain itu, Bupati juga mengarahkan penerapan sistem meterisasi air di setiap rumah warga. Menurutnya, skema awal dapat diberikan secara gratis, namun ke depan perlu diatur agar memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Awalnya bisa digratiskan untuk masyarakat, namun ke depan perlu diatur agar ada kontribusi yang masuk sebagai PAD, sehingga manfaatnya bisa kembali ke masyarakat,” tegas Rizal.
Perbaikan Fasilitas Penginapan
Di sektor pariwisata, perhatian Bupati juga tertuju pada kondisi fasilitas penginapan sederhana atau “kotek” yang berada di sekitar kawasan Danau Lindu. Ia meminta dilakukan perbaikan menyeluruh, tidak hanya pada tampilan luar tetapi juga kualitas interior, agar mampu memenuhi standar kenyamanan wisatawan.
Menurutnya, pengalaman pengunjung menjadi faktor penting dalam membangun citra destinasi. Karena itu, kesiapan fasilitas dasar harus menjadi prioritas sebelum promosi wisata dilakukan secara lebih luas. “Kalau kita ingin orang datang ke Lindu, maka kita harus pastikan tempat ini nyaman. Kita sendiri harus bangga dulu dengan daerah ini,” ujarnya di hadapan camat, kepala desa, dan masyarakat setempat.
Penataan Kawasan Pelabuhan dan Akses Pendukung
Tidak hanya fokus pada sektor wisata, Bupati juga menyinggung pentingnya penataan kawasan pelabuhan serta akses pendukung lainnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran ratusan juta rupiah untuk mendukung pembenahan tersebut, termasuk penataan satu pelabuhan utama agar lebih representatif dan fungsional.
Langkah ini dinilai strategis karena aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam mendukung mobilitas wisatawan maupun distribusi logistik masyarakat di kawasan Lindu yang relatif terpencil.
Optimalisasi Lahan Pertanian
Di sektor pertanian, Rizal mendorong optimalisasi lahan tidur melalui program oplah (optimalisasi lahan), khususnya pada bekas sawah yang tidak lagi produktif. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.
Dengan mengintegrasikan sektor pariwisata dan pertanian, Pemerintah Kabupaten Sigi berupaya menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Lindu.
Tantangan dan Langkah Konkret
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan Festival Danau Lindu 2026 tidak hanya sukses sebagai event tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan dasar, serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan berbagai inisiatif yang dicanangkan, diharapkan Festival Danau Lindu 2026 akan menjadi momentum penting dalam memajukan wilayah Lindu secara keseluruhan.












