Berita Sepak Bola: Persipura Jayapura Kembali Tunjukkan Mentalitas Juara
Pertandingan antara Persipura Jayapura dan Persiba Balikpapan dalam pekan ke-23 Pegadaian Championship musim 2025/2026 berlangsung sangat ketat. Meski bermain di kandang lawan, Persipura berhasil mencuri kemenangan dengan skor 1-0. Gol kemenangan Persipura tercipta melalui gol dramatis Boaz Solossa pada masa injury time menit ke-90+4.
Gol tersebut sempat memicu kontroversi karena Boaz dianggap offside oleh hakim garis. Namun, setelah wasit berkomunikasi dengan Video Assistant Referee (VAR), keputusan tetap disahkan. Keputusan ini membuat para pemain dan pendukung Persiba kecewa karena mereka merasa telah berjuang keras sepanjang pertandingan.
Meskipun demikian, Persipura mampu memanfaatkan satu peluang penting di menit akhir untuk membawa pulang tiga poin. Pemain senior seperti Boaz Solossa menjadi penentu dalam situasi-situasi kritis. Ia tetap menjadi ancaman bagi pertahanan lawan meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
Permainan yang Ketat dan Agresif
Sejak awal laga, duel berlangsung sangat ketat dan keras. Persipura tampil percaya diri dengan memainkan pola serangan cepat melalui Williams Lugo di sisi kanan serta Jeam Kelly Sroyer yang aktif menusuk ke area pertahanan lawan. Kehadiran Boaz Solossa di lini depan juga memberikan ancaman tersendiri bagi pertahanan Persiba.
Sementara itu, Persiba yang bermain di hadapan pendukung sendiri tidak tinggal diam. Tim berjuluk Beruang Madu itu berusaha mengimbangi permainan Persipura melalui serangan balik cepat dan permainan agresif di lini tengah. Peluang pertama Persiba hadir pada menit ke-12 melalui Beni Oktovianto. Penyerang tuan rumah itu melepaskan tendangan voli setelah menerima umpan silang dari sisi kanan. Namun, bola masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Persipura, Adzib Al Hakim Arsyad.
Persipura juga beberapa kali mengancam. Williams Lugo sempat melepaskan umpan matang ke dalam kotak penalti, tetapi gagal dimanfaatkan dengan baik oleh lini depan Persipura. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih gagal mencetak gol. Barisan pertahanan Persiba dan Persipura sama-sama tampil disiplin sehingga skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Babak Kedua yang Dinamis
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Persiba yang membutuhkan poin untuk menjauh dari ancaman zona degradasi mulai bermain lebih terbuka. Sejumlah peluang emas berhasil mereka ciptakan. Salah satunya terjadi saat tendangan keras pemain Persiba membentur mistar gawang Persipura. Peluang lain juga tercipta dari situasi bola mati, tetapi lagi-lagi gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Persipura yang sempat tertekan justru tampil lebih tenang di menit-menit akhir. Pengalaman para pemain senior menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki masa injury time. Pada menit ke-90+4, Boaz Solossa berhasil mencetak gol kemenangan yang membuat seluruh pemain Persipura bersorak. Gol tersebut sekaligus memastikan Persipura membawa pulang tiga poin penting dari kandang Persiba.
Dampak Hasil Pertandingan
Kemenangan ini membuat Persipura tetap menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen Grup 2. Persipura kini terus menempel ketat PSS Sleman yang berada di posisi teratas. Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persiba semakin tertekan di papan bawah klasemen. Mereka harus segera bangkit dalam empat laga tersisa jika tidak ingin terjebak di zona play-off degradasi.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, mengaku kecewa karena timnya gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin. Menurut Leonard, anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik dan mampu menciptakan banyak peluang. Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi penyebab utama kekalahan Persiba.
Leonard juga menyoroti keputusan wasit terkait penggunaan VAR pada proses gol Boaz Solossa. Ia menilai keputusan tersebut cukup membingungkan, meski ia tetap tidak ingin menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan Persiba.
Selain masalah penyelesaian akhir, Leonard mengakui kondisi fisik pemain Persiba juga menjadi kendala. Ia menyebut banyak pemain mengalami kram akibat persiapan yang kurang ideal. Ia akan fokus meningkatkan fisik pemain agar bisa tampil penuh 90 menit di laga-laga berikutnya.
Meski kalah, Leonard tetap berusaha menjaga semangat pemain. Ia optimistis Persiba masih memiliki peluang untuk bangkit di sisa kompetisi. Ia juga menyambut positif kehadiran CEO dan sponsor baru di Stadion Batakan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pertanda bahwa manajemen masih serius mendukung Persiba untuk keluar dari situasi sulit.










